Berkat Kimi no Na wa, Pendapatan Anime Jepang Jadi Rp 200 Triliun!

pendapatan anime 200 trilliun berkat kimi no na wa

Berkat Kimi no Na wa, industri anime mengalami masa jayanya. Pendapatan anime di tahun 2016 berhasil meraih Rp 200 triliun, lho!

Industri anime di tahun 2016 tampaknya tengah mengalami kebahagiaan karena karya anime sudah bisa dinikimati di luar Jepang via streaming dan mempunyai fanbase yang semakin bertambah tiap harinya berkat internet dan komunitasnya yang selalu mendukung anime. Akibatnya, pendapatan anime mengalami kenaikan di tahun 2016.

Baca Juga

Asosiasi Animasi Jepang (AJA) mengeluarkan sebuah laporan berjudul “Laporan Industri Anime 2017” yang meneliti trend industri anime di tahun 2016 pada Selasa, 24 Oktober 2017. Laporan ini menunjukkan bahwa total nilai pasar industri anime atau pendapatan dari anime pada 2016 mencetak rekor sebesar Rp. 2.0009 triliun (sekitar Rp. 213 triliun) dan naik sebanyak 9% dari tahun lalu dari angka Rp. 1.83 triliun (sekitar Rp. 190 triliun). Hal ini melanjutkan tren positif dari industri anime dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2014 mengalami kenaikan 10% dari tahun 2013, dan tahun 2015 mengalami kenaikan 12% dari tahun 2014.

Salah satu faktor dari meingkatnya pendapatan anime tersebut berkat film buatan Makoto Shinkai berjudul Kimi no na Wa yang berhasil meraup keuntungan sebesar 16.4 miliar yen (sekitar Rp. 1.8 triliun) di Jepang saja dan berhasil mencetak keuntungan sebesar US$ 355 juta (sekitar Rp. 4,5 triliun) di seluruh dunia.

Makoto Shinkai Konfirmasi Sedang Sibuk Kerjakan Proyek Baru Setelah Kimi no Na Wa, Apakah Itu?

Dalam ajang seremoni Annual Japan Movie Critics Awards ke-26, film Kimi no Na wa kembali diganjar penghargaan untuk kategori Sutradara Terbaik
Baca Juga

Selain itu, kenaikan pendapatan anime disebabkan oleh pendapatan dari hak siar streaming ke China. AJA mengumumkan bahwa pendapatan ekspor anime ke luar negeri menghasilkan keuntungan 34.9 miliar yen (sekitar Rp. 3.49 triliun) dengan China menyumbang lebih dari setengah angka tersebut. Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya menghasilkan sebesar 19.5 miliar yen (sekitar Rp. 2,1 triliun). Angka ini melampaui rekor pendapatan ekspor pada tahun 2005 yaitu sebesar Rp. 31.3 miliar yen (sekitar Rp. 3.2 triliun).


Laporan ini juga mengabarkan bahwa live events menjadi sumber pendapatan baru yang terus bertembuh. Live events sendiri mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun semenjak tahun 2013. Di tahun 2015 pendapatan dari sektor ini sebesar 52.3 miliar yen (sekitar Rp. 5.7 triliun). Sektor ini menghitung keuntungan dari konser, event anime, drama panggung dan musikal, penayangan langsung, museum dan eksibisi, dan kafe anime.

Wah kalau kamu punya duit sebanyak itu apa yang akan kamu lakukan ya?

Diedit oleh Snow


SHARE
Previous articleKurang Sempurna! 7 Fitur Umum Yang Malah Tidak Ada di Nintendo Switch!
Next articleApa Sih Bedanya Thor Ragnarok dengan Mitologi Ragnarok?
Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara