Faktanya Kehidupan Masyarakat Korea Selatan Tak Seindah di K-Drama! Ini Dia Alasannya!

Sumber: Twitter.com

Para penggemar drama Korea dan K-pop pasti pernah bermimpi untuk tinggal di Korea. Eitss, tapi setelah membaca artikel ini, tampaknya kalian akan berubah pikiran, karena nyatanya kehidupan masyarakat Korea tidaklah seindah yang kalian bayangkan.

Faktanya, menurut OECD Better Life Index, Korea Selatan termasuk salah satu negara yang menduduki rangking terendah dalam tingkat kebahagiaan warganya. Benarkah demikian? Lantas apakah alasannya?

1

Diskriminasi Penampilan Fisik

Sumber: https://static1.squarespace.com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa operasi plastik merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Korea. Dengan umur 15-16 tahun, remaja di Korea sudah diperbolehkan melakukan operasi plastik. Biasanya, perubahan untuk menambahkan kelopak mata adalah operasi plastik yang paling standar dilakukan oleh orang Korea.

Tampil menarik secara fisik sangatlah penting bagi masyarakat negeri ginseng. Sebab mereka yang tidak mimiliki paras yang rupawan akan diperlakukan berbeda dengan mereka yang memiliki paras tampan atau cantik. Bahkan, ukuran cantik di Korea juga sangat berpengaruh untuk peluang mendapatkan pekerjaan. Diskriminasi penentuan gaji pun bisa berbeda berdasarkan tingkat kecantikan seseorang.

2

Bullying

Sumber: dramabeans.com

Kalau kalian pernah menonton K-Drama yang mengangkat tema kehidupan sekolah atau perkuliahan, pasti kalian nggak asing melihat adanya karakter yang di-bully dalam drama tersebut.

Nyatanya, bullying tidak hanya ada dalam drama, tetapi juga di kehidupan nyata masyarakat sana, terutama di lingkungan sekolah atau perkuliahan. Senioritas adalah hal yang penting bagi warga Korea, sehingga yang tua atau bertingkat lebih tinggi bisa mem-bully dan memperlakukan seenaknya mereka yang di bawah atau lebih muda darinya.

Tak hanya itu, tingkat sosial sangatlah penting bagi warga Korea. Mereka yang di atas lagi-lagi bisa seenaknya mem-bully mereka yang di bawah.

3

Standar Pendidikan yang Ekstrem

Sumber: CNN.com

Pemerintah Korea Selatan memiliki standar yang tinggi terhadap prestasi akademik para pemudanya. Hal itu menyebabkan terciptanya mindset yang menuntut untuk melanjutkan studi setinggi-tingginya dan berkuliah di universitas terkemuka. Sebab, itu menjadi penentuan penting bagaimana seseorang dipandangan masyarakat.

Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya anak sekolah di Korsel melakukan “evening self study” yang berarti setelah sekolah di pagi hari, mereka akan tetep belajar sampai jam 11 malam di sekolah. Tidur 5-6 jam perhari termasuk terlalu lama bagi orang Korea. Akhirnya banyak dari mereka yang merasa tidak bisa menikmati hidup dan harus mengorbankan masa mudanya demi belajar.

4

Kompetitif Dalam Segala Hal

Sumber: http://www.aljazeera.com

Kompetisi adalah hal yang umum terjadi di kehidupan masyarakat Korea terutama dalam hal akademik. Misalnya dalam sebuah kelas, sebagian besar murid mendapatkan 95, sedangkan kita mendapat 90, maka nilai kita di rapot adalah B atau bahkan C, karena jika dibandingkan murid lain, nilai kita lebih buruk.

Situasi seperti itulah yang akhirnya membuat warga Korea lebih fokus untuk berkompetisi dengan orang lain daripada meningkatkan kemampuan diri sendiri.

Yuk, Mengenal Lebih Dalam Tentang Festival Chuseok!

Kenali lebih dalam tentang Chuseok. Chuseok adalah thanksgiving-nya orang Korea. Dulu dirayakan sebagai ucapan syukur, sekarang menjadi acara kumpul bersama
Baca Juga

Yuk cari tau fakta kehidupan masyarakat Koreaa Selatan lainnya di halaman selanjutnya!

1
2

SHARE
Previous articleCatalonia Merdeka! Ini Dia Stats Pemain Timnas Bolanya di PES 2018
Next articleRagnarok Online dengan “Bot” Legal Ini Dikenalkan di Filipina, Indonesia Kapan?