Petinggi Agate Berikan Trik Bikin Game di Universitas Indonesia

Dalam kegiatan Campus Checkpoint yang digelar di Universitas Indonesia kali ini, Duniaku.net memboyong salah satu petinggi Agate, yakni Wiradeva Arif. Petinggi dari perusahaan pengembang game lokal tersebut membisikan trik-trik asik bagi mereka yang ingin menciptakan game sendiri.

Hadirnya salah satu orang yang menjadi kunci kesuksesan berdirinya pengembang game asli Indonesia tersebut seakan menjadi magnet yang kuat karena berhasil menarik perhatian ratusan mahasiswa dari fakultas teknik Universitas Indonesia.

Bagaimana tidak? Selain diberikan trik khusus untuk mengembangkan sebuah game, mereka yang mengikuti Campus Checkpoint ini juga dapat mempelajari kisah sukses dari perusahaan game lokal, yakni Agate.

Baca Juga

Sebagai pembuka acara, Manager Akademik CCIT FT UI, Riza Iqbal mengatakan, para milenial saat ini telah mendapatkan sebuah keberuntungan yang sangat besar, sehingga mimpi mereka untuk dapat menciptakan hal-hal yang baru nan unik bisa terwujud dengan mudah.

“Kalau boleh saya cerita sedikit, orang-orang yang usianya jauh di atas kalian memiliki kesempatan-kesempatan yang sangat kecil. Kesempatan yang dimaksud adalah memanfaatkan teknologi dalam mewujudkan impian mereka. Hal itu jauh berbeda dengan para milenial seperti kalian, yang telah dibekali dengan beragam teknologi canggih, yang dengan begitu dapat mewujudkan segala impian dengan mudah,” tutur Riza.

Bikin Game di Universitas Indonesia
Riza Iqbal, Manajer Akademik CCIT FT UI

Riza menambahkan, salah satu bukti nyata dari ucapannya adalah pengembangan game, seperti apa yang dilakukan oleh Agate. “Agate merupakan salah satu contoh dari ucapan tersebut. Mereka yang pada awalnya merupakan anak muda dengan hobi main game, pada akhirnya mampu menciptakan game sendiri. Selain mewujudkan mimpi, kalian dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus mewujudkan mimpi orang lain juga,” jelasnya.

Wiradeva yang kini berposisi sebagai CPO di kubu Agate mengatakan, awal mulanya, perusahaan yang kini telah menciptakan 200 game lebih tersebut (PC dan mobile) berdiri di atas mimpi untuk membahagiakan dunia. “Kami semulanya adalah seorang gamer, yang merasakan kebahagiaan saat memainkan game. Setelah itu, kami berpikir kenapa tidak menciptakan agar kebahagiaan yang kami rasakan bisa tersebar ke seluruh belahan dunia,” tuturnya.

Bagaimana Sih Langkah-langkah Menerbitkan Game di Steam?

Dalam Campus Checkpoint di Universitas Paramadina, Hendrik dari Anoman Studio membagikan ilmu dan pengalamannya dalam menerbitkan game di Steam.
Baca Juga

Pikiran yang terus disimpan di dalam benak para petinggi Agate itu akhirnya berbuah manis. Kini Agate tidak hanya telah menciptakan ratusan game, namun juga memiliki ratusan karyawan. Hal itu tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi perusahaan yang bermarkas di Bandung tersebut.

Pria yang akrab disapa Devon itu pun membisikan trik dalam menciptakan sebuah game. “Dalam menciptakan game, kami memiliki 5 langkah dasar yang harus dijalankan,” tuturnya.

Wiradeva Arif, CPO Agate

Lima langkah dasar yang diterapkan di dalam Agate adalah menentukan impian, mencari tim yang tepat, memiliki target, mulai menciptakan, dan terakhir adalah meraih target. “Dengan adanya lima langkah dasar tersebut, kami bisa mulai mewujudkan impian kami, yakni membuat dunia menjadi tempat yang lebih membahagiakan melalui game-game yang tercipta,” terangnya.

Devon menerangkan, perusahaannya juga memiliki empat langkah dalam menciptakan sebuah game. “Setiap kali kami menciptakan sebuah game, kami selalu berpatokan dengan empat langkah utama, yakni Creation, Planning, Development dan terakhir Implementation,” katanya.

Tips Memulai Karir di Industri Game untuk Mahasiswa

Bagaimana memulai karir di industri game untuk mahasiswa? Adam Ardisasmita dari Arsanesia membeberkan beberapa tips yang bisa kamu lakukan!
Baca Juga

“Pertama-tama, kami selalu mengumpulkan ide-ide kreatif dari semua karyawan, untuk pada akhirnya menjadi pondasi awal dari game kami. Maka dari itu, pada hari-hari tertentu kami selalu menggelar Idea Day,” terang Devon.

“Ketika ide telah terkumpul, kami selanjutnya membuat perencanaan, yang termasuk di dalamnya adalah target game, budget dan juga tim yang akan nimbrung di dalamnya. Langkah ketiga adalah mulai mengembangkan game tersebut. Dan, langkah terakhirnya meluncurkan game yang dirasa telah cocok untuk dinikmati oleh pasar,” katanya.

Bikin Game di Universitas Indonesia
Piagam dari Universitas Indonesia untuk Wiradeva Arif, CPO Agate

Agate sendiri merupakan pengembang game lokal yang telah berdiri sejak tahun 2009. Sebelumnya, seluruh pendiri dari perusahaan tersebut merupakan kumpulan anak muda yang rajin mengikuti kompetisi pengembangan game, seperti Dream Build Play pada 2008 dan Imagine Cup di tahun 2009.

Diedit oleh Fachrul Razi