Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Warnet mungkin menjadi sebuah tempat yang sering dikunjungi oleh anak muda zaman dulu. Warnet seakan menjadi pelabuhan kedua bagi para gamer selain rental PlayStation.

Baca Juga

Bagi Kids jaman now, warnet bukan lagi tempat favorit dan hal ini dibuktikan dari semakin sedikitnya usaha-usaha warnet di pinggiran ibu kota. Mungkin kids jaman now lebih tertarik main ke cafe, mall, atau tempat nongkrong lainnya.

Wajar saja hal demikian terjadi karena saat ini anak-anak lebih mendapatkan fasilitas untuk bermain game. Koneksi internet yang mudah dipasang dengan berbagai macam bandwith dan PC yang mudah didapatkan membuat anak-anak enggan untuk pergi ke warnet untuk bermain game.

Resmi Tidak Dijual Lagi, Harga NES Classic Mini Langsung Melambung Tinggi!

Konsol NES Classic akan dihentikan produksi dan penjualannya oleh Nintendo dan banyak orang yang langsung menyerbu produk legendaris ini.
Baca Juga

Selain itu para orang tua masa kini juga lebih melek teknologi dibandingkan orang tua zaman dulu. Saat ini orang tua lebih memprioritaskan untuk memasang wifi di rumah, sedangkan zaman dulu tidak begitu. Jangankan wifi, internet saja sulit.

Bila sekalinya ada mungkin itu hanyalah untuk golongan menengah ke atas saja. Berangkat dari situ, saya kepikiran untuk membuat artikel mengenai gamer warnet zaman dulu. Maklum, dulu saya pernah merasakan menjadi seorang gamer warnet.

Orang tua yang tidak memungkinkan untuk memasang wifi di rumah pada akhirnya memaksa saya untuk pergi ke warnet supaya hasrat bermain game saya terpenuhi, hahaha.

Artikel ini juga diharapkan bisa membuat anak-anak zaman sekarang mengetahui kehidupan para gamer warnet zaman dulu. Langsung saja, Duniaku.net akan membahas kebiasaan gamer warnet yang dilakukan zaman dulu.

1

Kehidupan Seperti Zombi

Tahu tidak bahwa zaman dulu kehidupan anak-anak warnet seperti zombi? Maksudnya bukan menakut-nakuti orang sambil berlari dan kemudian membunuhnya lho ya. Zombi di sini adalah mereka seperti tidak memiliki kehidupan yang lain.

Para gamer enthusiast di warnet bisa dibilang memiliki kehidupan yang begitu-begitu saja. Saya paham betul dengan hal ini karena saya sendiri pernah merasakannya. Umumnya, para gamer enthusiast di warnet akan bermain game dari pagi hingga menjelang pagi. Kemudian mereka akan tidur sebentar di warnet itu dan akan menyalakan PC lagi ketika mereka sudah bangun. Makan pun akan mereka lakukan sambil bermain game.

Kehidupan yang seperti ini akan dilakukan berulang-ulang kali oleh si gamer enthusiast ini. Makanya tidak heran bila sang gamer yang mendedikasikan diri untuk gaming ini memiliki character yang tergolong sangat kuat.

Bahkan mungkin saja mereka merupakan idola di dalam game tersebut. Namun tentu saja hal tersebut cenderung mengarah kepada hal yang negatif karena kesehatan mereka akan menurun dan jadi anti sosial.

Tapi meski begitu, tentu ada juga yang malah menjadi orang berhasil di dunia game loh.

2

Nontonin orang main

Gamer warnet zaman dulu tentu saja sering nontonin orang yang sedang bermain game. Apalagi bila ada pemilik karakter yang sangat kuat di dalam game yang sedang hits di warnet tersebut.

Setelah puas menonton, kemudian mereka akan bertanya-tanya kepada si pemilik karakter itu. Saya pribadi luar biasa risih bila hal ini terjadi, tapi kembali lagi bahwa hal tersebut yang membuat bermain game di warnet itu lebih hidup, hahaha.

Karena kritik dan saran itu pulalah pada akhirnya kita bisa mendapatkan banyak teman di warnet dan akhirnya mungkin sukses bersama. Contohnya adalah banyak sekali atlet e-Sport ternama yang hadir diawali bertemu di warnet.

3

Nunggak Billing

Mungkin yang paling tidak enak dari bermain game di warnet adalah urusan billing, hahaha. Billing yang murah dengan layanan prima akan menjadi pilihan terbaik untuk dikunjungi oleh gamer zaman dulu.

Para gamer warnet zaman dulu akan merasakan dan melakukan yang namanya menunggak billing. Maklum saja karena gamer zaman dulu itu menjadikan warnet tempat mereka bermain sebagai rumah kedua.

Para operator atau penjaganya pun akan mengenal diri si langganan tersebut secara personal, entah meminta nomor handphone atau mengetahui rumah si langganannya untuk mencegah sesuatu yang tidak enak terjadi.

Makanya sering sekali warnet zaman dulu itu merugi karena banyaknya orang yang menunggak billing. Sepupu saya contohnya pernah menunggak billing hingga 1 juta rupiah! padahal zaman dulu bila ingin bermain warnet 5 jam atau happy hour, kita cukup mengeluarkan uang 10 ribu rupiah.

Masalah ini semakin pelik bila si yang menunggak itu kabur dan tidak diketahui keberadaannya.


Kebiasaan apalagi ya yang dilakukan gamer warnet zaman dulu? Page 2 adalah Jawabannya, hahaha.

1
2

SHARE
Previous articleKabar Gembira, World of Final Fantasy Akan Resmi Rilis untuk PC
Next articleRekomendasi 5 Film Indonesia Bulan November yang Harus Kamu Tonton
Seseorang yang menikmati dunia game dan menjadikannya salah satu aktivitas wajib di dalam hidup. Suka sekali dengan Dream Theater karena kerumitan musiknya!