Luffy Wajib Mengalahkan Katakuri Sendirian, Ini Alasannya!

Selain ia memang harus bertahan hidup, ada alasan penting Luffy wajib mengalahkan Katakuri di penghujung Whole Cake Island ini. Ini pembahasannya!

Peringatan dulu, berhubung Charlotte Katakuri belum muncul di anime, pembahasan ini mengandung spoiler untuk yang tidak mengikuti perkembangan terbaru di manga-nya. Jadi hati-hati terkena bocoran.

SPOILER ALERT!!!

Di Dunia Cermin, Luffy berada dalam situasi paling ideal untuk menghadapi Katakuri. Saudara-saudara Katakuri sudah pergi, menyisakan dirinya dan musuhnya.

Baca Juga

Mengingat kekuatan Katakuri, ada pembaca yang sampai takut kalau Luffy akan kalah. Antara itu atau Luffy akan menang berkat keberuntungan atau bantuan tak terduga dari pihak lain. Namun menurut penulis Luffy wajib mengalahkan Katakuri seorang diri dalam pertempuran ini. Alasannya juga sebenarnya sederhana.

Luffy Harus Membuktikan Dirinya Layak Bersaing di Dunia Yonko

Saat pertama kali melintasi New World, kelompok Luffy terlihat overpowered. Di perbatasan Grand Line dan New World, geng Hody Jones yang banyak sekali itu rontok dalam sekejap begitu tiba saatnya duel langsung. Alur Fishman Island hingga Punk Hazard terasa kurang mendebarkan karena pembaca selalu merasa kalau Luffy dan kawan-kawan cukup kuat untuk mengatasinya.

Pembahasan One Piece 884: Jawaban Kelemahan Charlotte Katakuri

One Piece 884 akhirnya memberi jawaban apa sebenarnya kelemahan Charlotte Katakuri. Apakah itu? Berikut inilah pembahasannya!
Baca Juga

Baru di Dressrosa Luffy dan kawan-kawan menemui musuh yang bisa sangat merepotkan mereka. Pertempuran panjang Luffy dan Doflamingo menjadi bukti kalau Luffy akhirnya menemui musuh yang kekuatannya lebih unggul dari dirinya.

Tapi mulai dari alur Whole Cake Island, Luffy sudah mencapai wilayah New World yang lebih berbahaya lagi: teritorinya para Yonko.

Di Whole Cake Island, tiba-tiba Luffy dan gengnya terasa seperti diri mereka sebelum time skip. Mereka kuat, namun musuh yang melawan mereka tetap mengancam. Luffy butuh bantuan Nami untuk mengalahkan Cracker. Lalu, saat ia harus menghadapi pasukan Big Mom dan anak-anaknya, Luffy dipecundangi dan ditangkap gara-gara ia sudah terluka dan lelah akibat pertarungan dengan Cracker lalu Sanji.

Bahkan sebenarnya Luffy pun harus kewalahan berulang kali di sepanjang alur ini. Dia juga kembali dihajar di acara pernikahan Sanji. Kalau saja Tamatebako tidak meledak, ia bisa jadi sudah mati.

Salah satu penyebab masalah ini adalah karena Luffy sendiri mengakui dia masuk ke Whole Cake Island untuk membawa pergi Sanji, bukan bertempur. Dia kalah jumlah. Biasanya sih di One Piece para jagoan tidak masalah menghadapi musuh yang lebih banyak. Namun keluarga Big Mom menunjukkan ada pihak-pihak yang terlalu kuat untuk dihadapi sendiri.

Tapi perjalanan Luffy tidak akan menjadi lebih mudah setelah ini. Terutama mengingat apa yang menantinya.

Yep, Luffy setelah ini harus berurusan dengan Kaido. Makhluk yang bahkan Big Mom pun sepertinya respek. Kaido juga akan memiliki pasukan Buah Iblis hasil SMILE yang pastinya sekuat, atau bahkan lebih kuat, dari pasukan Big Mom.

Kalau Luffy berhasil mengalahkan Kaido, Marshall D. Teach alias Blackbeard sudah menantinya dengan kombinasi Gura Gura no Mi plus Yami Yami no Mi. Shanks juga rasanya tidak akan membiarkan Luffy lewat mencapai Raftel tanpa perlawanan.

Luffy, yang sempat berdarah-darah, kelaparan, dan kehausan di sepanjang alur Whole Cake Island, masih harus membuktikan kalau dirinya layak bertarung dengan para Yonko untuk merebut posisi Raja Bajak Laut.

Kalau memperhitungkan itu, keputusan Luffy untuk menyelamatkan Sanji dulu sebenarnya tepat. Ia bukan hanya mengamankan salah satu koki terbaik di dunia, ia juga diberi kesempatan untuk menjadi lebih kuat sebelum menghadapi musuh yang luar biasa tangguh.

Sebagai langkah awal, ia wajib mengalahkan Katakuri.


Lanjutan pembahasan ini bisa kamu simak di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleAktor Drama Korea Antagonis yang Sering Bikin Fans Jatuh Cinta
Next articlePembahasan Dragon Ball Super 114: Debut Kefla, Fusion dari Kale dan Caulifla!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.