Review Need for Speed Payback Terima Kritikan Pedas

Apakah Need for Speed Payback sangatlah buruk sehingga media besar seperti GameSpot, Metro dan IGN memberikan nilai yang rendah?

review need for speed payback

Seri terbaru balapan liar satu ini dikritik pedas oleh media besar dan pemain sekalipun. Nilai review Need for Speed Payback yang sangat rendah membuka topik yang perlu dipertanyakan. Seburuk itukah Payback?

Need for Speed sudah lama hadir sebagai salah satu game balap populer. Seri ternama mereka seperti Need for Speed Underground 2 menerima respons yang sangat positif.

Sayang, seri terbaru dari Need for Speed pada saat ini menerima banyak kritikan baik dari media maupun pemain. Bahkan, review Need for Speed Payback menerima nilai yang sangat rendah.

Penghujung tahun 2017, EA merilis game terbaru dibawah nama Need for Speed. Seri terbaru ini membawa pemain ke dalam seri aksi balapan layaknya film layar lebar The Fast and The Furious. Alih-alih ingin membawakan kombinasi antara aksi dan balapan, seri game ini menerima kritik, terutama pada pengisi suaranya.

Diperparah lagi, Metro tidak segan-segan memberikan nilai review yang sangat rendah, yakni 3/10. Menurut Metro, seri terbaru ini dianggap repetitif dan sangat membosankan. Metro juga menambahkan bahwa mereka sangat menyayangkan grinding yang sangat membosankan dan kehadiran lootbox yang mengganggu.


CONTINUE READING BELOW

ESRB Sebut Loot Boxes Bukan Bagian dari Judi

Semakin ramainya loot boxes pada sejumlah game membuat gamers geram. Kotak misterius yang dianggap judi ini akhirnya ditanggapi oleh badan ESRB.


Saat ini, lootbox memang menjadi pokok permasalahan pada banyak permainan. Dengan skema lootbox, pemain akan diminta untuk membayar sejumlah uang untuk mendapatkan konten yang diinginkan, seperti penambahan performa atau item khusus dalam game. Pada kasus Paybacklootbox ini merupakan upgrade card yang didapatkan setelah balapan.

Tidak hanya lootbox yang dirasa mengganggu, US Gamer pada review-nya memberikan nilai 3/5, menyebut bahwa alur ceritanya sangat mirip seperti film aksi dengan budget yang sangat rendah. Alur ini, menurut US Gamer, sangat mengganggu elemen balapan yang ada pada game ini.

NFS Payback

Aksi dan voice-acting yang disebut sekelas B-Movie dianggap tidak cocok dengan Need for Speed.

Dari keseluruhan review yang diberikan, banyak yang menyatakan grinding pada game ini terlalu repetitif.

Pada satu sisi, grinding memang sudah menjadi faktor utama pada banyak game, namun harus diingat bahwa ini bukanlah game free-to-play. Tentunya, grinding yang sangat repetitif akan memberikan rasa bosan yang bukan main, apalagi dengan tidak adanya variasi yang diberikan.

Dibalik semua permasalahan tersebut, Need for Speed Payback tetap layak untuk dibeli jika kalian sangat menyukai seri Need for Speed. Namun jika kalian membutuhkan game balapan yang lebih seru, Forza Horizon 3 dapat menjadi alternatif yang lebih kompeten.

Diedit oleh Doni Jaelani

TENTANG PENULIS
Spades Hiroki

Penggiat simracing, bermimpi untuk melihat saat di mana simracing diakui sebagai esport yang wajib dibudidayakan pada tingkat nasional dan internasional.