Tersandung Kasus Paradise Papers, Akira Toriyama Terancam Dipenjara?

Ternyata oh Ternyata, pengarang Dragon Ball Akira Toriyama terkena kasus penghindaran pajak terbesar tahun ini bernama Paradise Papers

 

Pengarang Dragon Ball Akira Toriyama terkena kasus penghindaran pajak terbesar tahun ini bernama Paradise Papers.

Akhir-akhir ini, kasus Paradise Papers sedang marak diberitakan di mana-mana. Siapa sangka, ternyata pembuat seri Dragon Ball yaitu Akira Toriyama terkena kasus ini.

Sebelum membaca lebih lanjut, ada baiknya kamu mengetahui tentang Paradise Papers. Paradise Papers sendiri merupakan julukan untuk pembocoran dokumen keuangan yang mengungkap data keuangan orang-orang kaya di seluruh dunia. Di mana mereka menanamkan investasi di luar negeri untuk mendapat pajak rendah di kawasan lepas pantai atau offshore demi menghindari pajak yang besar.

Dokumen yang berisi 13,4 juta data dokumen keuangan skala besar ini bisa dikatakan salah satu yang terbesar dalam sejarah karena melibatkan aset luar negeri dari politisi dan perusahaan terkemuka, serta beberapa individu dan selebriti terkaya di dunia.

Paradise Papers sendiri merupakan pembocoran dokumen rahasia kedua terbesar di dunia setelah Panama Paper yang diumumkan pada 2016 kemarin.

Agensi berita Jepang Kyodo melaporkan pada Minggu, 5 November 2017 bahwa Akira Toriyama adalah salah satu dari 12 orang Jepang yang berinvestasi di sebuah perusahaan real estate di Amerika Serikat pada tahun 2000.  Metode akuntansi perusahaan ini ternyata tidak sesuai dengan peraturan hukum di sana.


CONTINUE READING BELOW

Akira Toriyama Dukung Toyotaro untuk Buat Manga Dragon Ball Super-nya “Sendiri”!

Fans lama pasti merasa bahwa manga Dragon Ball Super yang sekarang tidak terasa seperti Dragon Ball original. Ini penjelasan Akira Toriyama.


Menurut Asahi Shimbun yang diambil dari sebuah dokumen, perusahaan tersebut menggunakan pinjaman dan modal untuk membeli apartemen bekas.

Investor menyatakan bahwa untung dari investasi tersebut kecil karena terkena biaya penyusutan dan kerugian dari perusahaan tersebut. Kyodo melaporkan bahwa pada tahun 2005, otoritas pajak memberi tahu investor bahwa mereka perlu membayar pajak tambahan.

Dalam kasus terpisah namun serupa yang melibatkan perusahaan lain yang berutang pajak tambahan, kasus tersebut diajukan ke Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tahun 2015. Beberapa investor perusahaan berusaha untuk membalikkan keputusan bahwa investor harus membayar pajak terhutang, namun investor tersebut kalah di pengadilan.

Kyodo dan Asahi Shimbun mencoba menghubungi Toriyama atas komentarnya terkait kasus penghindaran pajak, tetapi ia tidak bisa memberikan tanggapan karena sedang sibuk dan sedang mempunyai jadwal yang padat.

CEO dari perusahaan kosmetik Ci:Z Holdings, Yoshinori Shirono juga menjadi salah satu investor dari investasi tersebut. Asahi Shimbun sudah mengontak pihak Ci:Z Holdings namun perusahaan tersebut enggan untuk berkomentar.

Diedit oleh Doni Jaelani

TENTANG PENULIS
Luthfi Suryanda

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara