Pembahasan Tokyo Ghoul: Re Chapter 150: Manusia dan Ghoul Bekerja Sama!

Keinginan Kaneki akhirnya terwujud, manusia dan Ghoul bekerja sama, sayangnya untuk mengalahkan dia sendiri. Simak pembahasan Tokyo Ghoul: Re Chapter 150 berikut ini

aplikasi terkait
Ingin merasakan pertarungan bela diri yang seru dan mendebarkan? Kamu bisa mencobanya di game DarkStory! Download sekarang!

Tokyo Ghoul: Re chapter 150

Apakah manusia dan Ghoul bisa bekerja sama dengan baik untuk mengalahkan Kaneki? Simak pembahasan Tokyo Ghoul: Re chapter 150 berikut ini.

Kelanjutan cerita manga Tokyo Ghoul: Re karangan Sui Ishida masih berputar pada hal yang sama, yaitu tentang Kaneki Ken, pemimpin organisasi Goat yang berubah menjadi Dragon, Ghoul Raksasa yang akhirnya mengacau di kota Tokyo.

Di chapter sebelumnya, kita diperlihatkan sudut pandang dari para Ghoul di organisasi Goat yang dipimpin Kaneki. Mereka juga masih bingung memikirkan cara menyelamatkan Kaneki di chapter itu. Hingga akhirnya muncul ide gila untuk menggali tubuh monster itu hingga menemukan posisi Kaneki berada.


CONTINUE READING BELOW

Inilah Calon Istri Gaara yang Sayangnya Tidak Berakhir Bahagia

Taukah kamu bahwa Gaara sebenernya hampir menikah, namun sayang tidak berakhir bahagia. Inilah calon istri Gaara yang sukses membuatnya jatuh cinta!


Tokyo Ghoul: Re chapter 150 masih berhubungan chapter sebelumnya, namun kali ini sudut pandang awalnya beralih ke petingg-petinggi CCG yang sudah mulai menemukan titik cerah dalam kasus ini.

Menurut asisten dari Akihiro Kanou, ada satu cara yang bisa mereka lakukan untuk mengalahkan monster tersebut. Sederhananya, mereka harus mencari tubuh asli dari Kaneki, yang mana tubuh itu pasti tersembunyi diantara Kagune raksasa.

Karena terlalu berbahaya, seperti mencari seekor semut di gurun pasir, asisten Kanou juga memberikan pilihan lain. Tidak harus membunuhnya, cukup menunggunya sampai mati. Namun, butuh 200 tahun sampai monster Kaneki mati secara alami. Tentu saja tidak ada waktu sampai 200 tahun, mau tak mau, Marude harus mencari semut di gurun pasir.

Secara langsung, CCG memiliki ide yang sama seperti Goat, yaitu “menggali” dan mencari tubuh Kaneki. Bedanya, Goat ingin menyelamatkan, sedangkan CCG jelas ingin membunuh Kaneki yang telah merusak kota Tokyo.

Tiba-tiba, Marude diberitahukan tentang sebuah masalah. Marude langsung menghampiri sumber masalah, yaitu gerbang masuk ke markas CCG. Ternyata di depan pintu masuk, sudah berdiri banyak Ghoul.

Tokyo Ghoul: Re chapter 150

Semua menjadi kacau, Marude juga tidak habis pikir dengan apa yang Ghoul ini lakukan, masuk ke markas musuh melalui pintu depan. Sebelum Marude memerintahkan semuanya untuk menghadapi Ghoul ini, ternyata Ghoul-Ghoul ini tidak datang sendiri, melainkan bersama dengan Hide, Amon, dan Akira.

Tentu Marude semakin bingung, apa maksud Hide membawa para Ghoul. Ternyata, Goat juga memiliki tujuan yang sama, dan Hide, Amon, serta Akira berencana menjadi penengah antara dua kubu ini. Itulah alasan kenapa Hide menghampiri markas Goat di chapter sebelumnya.

Melihat musuhnya ada di depan wajah, tentu pihak CCG tak akan semudah itu menerima kehadiran Ghoul, sekalipun tujuan mereka sama. Hide menjelaskan bahwa manusia (CCG) memiliki batasan, sedangkan Ghoul bisa bergerak lebih cepat, dan pastinya sangat menguntungkan bagi misi ini.

Tokyo Ghoul: Re chapter 150

Hide juga menjelaskan bahwa Ghoul di dalam monster tersebut adalah Kaneki, dan semua CCG yang ada di sana terkejut. Karena itu adalah Kaneki, maka para Ghoul ini siap membantu. Tetap saja mereka sulit menerima. Akhirnya, para Ghoul melepas topeng mereka masing-masing, dan memperlihatkan wajah mereka. Para CCG kembali terkejut.

Tokyo Ghoul: Re chapter 150

Ditekan oleh kondisi, dan diingatkan kembali oleh Amon, maka satu persatu pihak CCG mulai mengerti dan setuju dengan aliansi ini, bahkan Suzuya. Akhirnya, manusia dan Ghoul akan bekerja sama. Keinginan Kaneki terwujud.

Bagaimana menurutmu dengan Tokyo Ghoul: Re chapter 150? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya.

Share this article

TENTANG PENULIS
Dimas Slebor

Panggilannya Dim, bukan Mas. Penggemar cerita-cerita Slice of Life, tapi juga suka robot-robotan. Suka review mainan di YouTube-nya. Lagi asik mengumpulkan mainan dengan uang pinjaman.