Pendapatan Justice League Lebih Rendah dari BvS, Apa yang Perlu Dilakukan Warner Bros?

Dibandingkan Batman v Superman, pendapatan pekan pertama Justice League jauh lebih rendah. Bagaimana Warner Bros harus menyikap ini? Haruskah mereka melakukan reboot? Tentu tidak. Ini pembahasannya!

Dibandingkan Batman v Superman, pendapatan Justice League rendah. Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Ini pembahasannya!

Sebelumnya kamu mungkin sudah membaca di Duniaku.net soal pendapatan Justice League rendah untuk pekan pertamanya. Jumlahnya pertama diumumkan 96 juta dolar, namun setelah koreksi ternyata angkanya justru sedikit lebih kecil, yakni di kisaran 94 juta dolar. Untuk angka koreksi itu sudah disebutkan di beberapa media seperti Forbes.

Jangan salah, 94 juta dolar masih angka yang besar. Masalahnya film ini diisi oleh Wonder Woman, Batman, Flash, Cyborg, Aquaman, dan bahkan diperkuat gosip soal akan kembalinya Superman. Ekspektasi Warner Bros pasti bukan “hanya” di bawah seratus juta untuk pekan pertama.

Sebagai pembanding, Batman v Superman memperoleh 166 juta dolar.

Jadi, apa yang seharusnya dilakukan oleh Warner Bros menanggapi pendapatan Justice League rendah?

Jauhi dulu Pemikiran Reboot

Film solo Flash akan berjudul FlashpointFans DC Comics mungkin akan langsung teringat judul kontroversial, yang menampilkan Barry Allen menyelamatkan ibunya.

Aksi baik ini berujung kepada terciptanya masa depan yang luar biasa kelam. Bahkan setelah Barry memperbaikinya pun semesta DC tetap permanen berubah di semesta New 52. (Walau harus diingat kalau Barry tidak sepenuhnya bersalah atas kejadian itu. Doctor Manhattan dari Watchmen terungkap telah mengutak-atik realita yang hendak Barry pulihkan).

Nah, judul film Flashpoint ini membuat banyak orang sudah mengira kalau Warner Bros merencanakan reboot untuk DC Extended Universe. Penulis tidak setuju dengan langkah itu.


CONTINUE READING BELOW

Pendapatan Justice League Mengecewakan Meskipun Mendapatkan Satu Triliun Rupiah. Kenapa Ya?

Meskipun menghasilkan pendapatan sebesar satu trilyun di minggu pertamanya tetapi pendapatan Justice League di minggu pertamanya dianggap mengecewakan


Untuk sekarang, DC Extended Universe terkesan kacau. Suicide Squad terasa sekali telah diutak-atik untuk menjadi lebih fun setelah respons negatif ke Batman v SupermanJustice League dipotong jadi dua jam karena mandat dari Kevin Tsujihara-nya Warner Bros. The Flash dan The Batman sudah bolak-balik ganti sutradara.

Satu-satunya film yang lumayan bersih dari masalah hanya Wonder Woman. Itu pun Warner Bros dikabarkan sempat meminta adegan No Man’s Land (adegan tereepik di film itu) untuk dihapus. Untung Patty Jenkins menolaknya mentah-mentah.

Reboot hanya akan membuat persepsi penonton terhadap semesta ini menjadi lebih buruk.


Terus apa yang harus dilakukan? Lanjutan pembahasan soal langkah yang harusnya Warner Bros ambil, setelah pendapatan Justice League rendah, bisa kamu baca di halaman kedua!

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.