Agate Academy: IGRS adalah Langkah Pemerintah Mendukung Developer Lokal

Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah mulai mengawasi peredaran game di Indonesia dengan memunculkan peraturan IGRS. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap developer lokal oleh Agate Academy.

Bersamaan dengan Duniaku Campus Checkpoint, salah seorang mahasiswa Game App and Tech Binus University yang mengikuti acara tersebut, Jefrey Chuadiputra melontarkan pertanyaan langsung kepada Jammy Lesmana, Vice President Agate Academy. Pertanyaan yang dilontarkannya pun terkait IGRS.

Baca Juga

“Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan mengawasi peredaran game di sini dengan IGRS, yakni Indonesia Game Rating System, sehingga game-game nantinya akan disesuaikan dengan peraturan tersebut. Apa tanggapan bapak sebagai pelaku di industri game Indonesia?” tanya Jefrey kepada Jammy.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jammy mengaku mendukung langkah pemerintah tersebut. Dengan adanya IGRS, maka developer lokal secara tidak langsung di dukung oleh pemerintah.

“Sebagai developer lokal, tentu langkah tersebut kami dukung sepenunya. Dengan adanya IGRS, maka akan banyak game dari luar yang diblokir, dan secara tidak langsung memberikan dukungan kepada pengembang lokal,” jawab Jammy.

IGRS
Jefrey Chuadiputra, mahasiswa Game App and Tech Binus University

Jammy menjelaskan, saat ini pengembang lokal tertinggal cukup jauh dari pengembang game luar negeri. Hal ini tentu membuat pengembang lokal cukup sulit untuk bersaing.

“Walau game lokal pernah menduduki bangku pertama, namun harus diakui jika pengembang lokal tertinggal jauh dari pengembang luar negeri,” jelasnya. Maka dari itu, dengan adanya IGRS, maka pengembang lokal seakan diberikan  waktu untuk mengejar ketertinggalan mereka di persaingan.

“IGRS seakan waktu bagi pengembang lokal untuk mengejar ketertinggalan. Seharusnya IGRS bisa dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” lanjut Jammy.

Berawal dari Asisten Lab, Pria ini Sekarang Sukses Jadi Produser Game!

Industri game diisi banyak orang dengan kisah unik. Salah satunya seorang pria yang mengawali karir sebagai asisten lab, kini Sukses jadi produser game
Baca Juga

IGRS merupakan langkah pemerintah yang juga turut dilakukan oleh pemerintah Cina. Dengan adanya peraturan tersebut, maka pengembang lokal seakan diberi ruang lebih dan terbukti sudah banyak pengembang game Cina yang sukses.

IGRS
Jammy Lesmana, Vice President Agate Academy

“Ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Cina. Bisa dilihat bahwa perkembangan developer Cina berkembang pesat dengan adanya peraturan yang mengawasi peredaran game. Semoga dengan adanya peraturan ini maka para pengembang lokal bisa berkembang dengan pesatnya,” tutup Jammy menanggapi jawaban dari mahasiswa Binus University yang selalu terlihat antusias selama seminar berlangsung.

Diedit oleh Snow