Parah! Asisten Pembuat Manga Ini Tidak Mendapatkan Uang Lembur Selama 11 Tahun!

Seorang asisten pembuat manga menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan uang lembur setelah bekerja selama 11 tahun dan tujuh bulan. Kenapa ya?

Seorang asisten pembuat manga menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan uang lembur setelah bekerja selama 11 tahun dan tujuh bulan. Kenapa ya?

Bekerja di industri komik atau manga di Jepang merupakan impian para pecinta manga di seluruh dunia karena bisa merasakan langsung industri manga secara langsung dan bisa menumpahkan passion yang selama ini telah dipendam lama.

Tetapi bagaimana jika kamu sudah capek-capek bekerja dalam sebuah manga tetapi tidak dibayar atas jerih payahmu? Kejadian ini sama persis dengan seorang asisten manga di Jepang.

Pembuat manga dari Yawara no Michaelangelo bernama Shunsuke Kakusihi menyatakan di dalam sebuah blog di online bahwa uang lemburnya tidak dibayar oleh mangaka Norifusa Mita (Investor Z, Dragon Zakura) sewaktu ia menjadi asisten mangaka tersebut.

Ia berkata bahwa ia tidak mendapatkan uang lembur selama 11 tahun 7 bulan. Alasan terbesar ia mengungkapkan hal seperti itu di blog adalah untuk meningkatkan kesadaran bahwa industri manga sedang dalam masa bahaya dari segi pembayaran tenaga kerja.


CONTINUE READING BELOW

Inilah 6 Film Horor Jepang Terbaik di Era 2000an Awal! Adakah Favoritmu?

Akhir 90an hingga era 2000an awal adalah masa-masa keemasan film horor Jepang. Apakah kamu masih ingat apa saja film horor Jepang terbaik di sepanjang 2000-2009? Inilah daftarnya!


Mita mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Yahoo! News pada bulan Desember bahwa asistennya saat ini memiliki tiga hari libur per minggu dan melarangnya untuk lembuar agar mereka memiliki cukup waktu untuk beristirahat. Sebagai bentuk perubahan di tempat kerja manga, Mita mengatakan bahwa dia menggunakan jasa outsource dalam urusan menggambar.

Tetapi, Kakuishi langsung menyanggah ungkapan Mita dalam wawancara tersebut. Kakuishi telah bekerja untuk Mita sampai April 2017 dan mengatakan bahwa dia tidak menerima uang lembur sepeserpun meski bekerja lembur hampir setiap minggu.

Kakuishi mengklaim bahwa saat dia bekerja untuk Mita, dia bekerja delapan jam per hari Senin sampai Rabu, seperti kata Mita di artikel Yahoo! News. Namun, Kakuishi mengatakan bahwa segera sebelum waktu yang dijadwalkan untuk berangkat pada hari Kamis, dia dan asisten lainnya akan beristirahat sebentar dan kemudian terus bekerja.

Dia mengatakan bahwa mereka akan selalu bekerja sampai setidaknya pukul 22:00 atau 23:00, namun terkadang mereka terus sampai pukul 00:00 atau 01:00 pagi pada hari Jumat. Kakuishi mengatakan bahwa dia memiliki timecards yang memiliki catatan akurat tentang jam-jam dia bekerja untuk Mita.

Kakuishi mencatat bahwa ia tidak pernah bekerja sepanjang malam tanpa tidur seperti yang dilaporkan oleh beberapa asisten. Dia mengakui bahwa kondisi kerjanya di bawah Mita lebih baik daripada kondisi banyak asisten di industri manga Jepang.

“Meskipun jauh lebih baik daripada standar industri,” kata Kakuishi, “tidak dapat dikatakan bahwa hal itu benar-benar “putih”. Sedangkan jika itu adalah tempat kerja yang sesuai dengan Undang-Undang Standar Perburuhan, saya tidak dapat benar-benar mengatakannya.”

“Putih” yang dimaksud Kakuishi mengacu pada konsep “perusahaan hitam” dan “perusahaan putih” di Jepang. “Perusahaan hitam” dikenal membutuhkan waktu berjam-jam dari karyawan mereka sambil membayar murah mereka dan terkadang menyebabkan karoshi (meninggal karena kebanyakan bekerja). Sebaliknya, “perusahaan putih” menghargai karyawan mereka dan berusaha menjamin kesejahteraan mereka.


CONTINUE READING BELOW

Inilah Empat Korban Karoshi Yang Paling Tragis di Jepang

Empat kasus kematian akibat kebanyakan bekerja ini akan membuat kamu berpikir bagaimana sulitnya bekerja di bawah tekanan di Jepang


Selain itu, Kakuishi menjelaskan bahwa selain menuntut agar sistem pembayaran uang lembur menjadi lebih baik, tujuan dari posting blognya adalah untuk membantu memperbaiki lingkungan kerja bagi para asisten manga di industri manga.

Kakuishi berharap agar klaimnya atas upah lembur yang tidak diterima akan mendorong asisten lain untuk berbicara mengenai masalah dengan kondisi kerja mereka. Dia mengatakan bahwa dia berharap usaha tersebut akan berlanjut untuk mencegah hukuman bagi asisten yang berbicara dalam memperjuangkan haknya.

Dia yakin tuntutannya untuk pembayaran lembur adalah “satu jenis kontribusi terhadap masyarakat,” dan dia berharap akan melakukan inisiatif lebih lanjut untuk merombak industri ini.

Bagaimana apakah kamu masih tertarik untuk bekerja di industri manga Jepang?

Diedit oleh Fachrul Razi

Share this article

TENTANG PENULIS
Luthfi Suryanda

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara