Jumlah Peserta Meningkat, Global Game Jam 2018 Makin Seru dan Menantang!

Global Game Jam kembali digelar! Pada tahun ini, jumlah pesertanya meningkat!

Rasa penasaran kami pun meningkat. Sebagai pemain senior industri game Indonesia, kami penasaran, apakah Arief memiliki langkah-langkah tepat agar masalah yang disebutkan sebelumnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Jika ditanya caranya, mungkin cara yang tepat adalah dengan memperbanyak investasi di industri ini. Langkah lain yang bisa lakukan adalah memperbanyak talent agar industri dapat tumbuh secara signifikan. Selain itu, cara lainnya adalah dengan memperbanyak company untuk datang ke Indonesia,” ucapnya.

Menurut Arief, ketika seluruh cara tersebut dilakukan secara bersamaan, seharusnya industri game di Indonesia, terutama dari sisi produsen dapat tumbuh dengan pesatnya. “Kalau seluruh cara tersebut kita lakukan, maka sudah dapat dipastikan Industri kita akan tumbuh dengan pesatnya,” jelasnya.

Global Game Jam 2018

Perjalanan Agate Studio dari Awal Penuh Kegagalan (sumber: DAMASN)

Melihat adanya Global Game Jam 2018, Arief menilai developer lokal dapat memperkuat hubungan mereka. Pasalnya, developer yang ada di Indonesia tidak boleh merasa jadi pesaing atau memiliki pesaing saat mendengar developer lain.

“Sebenarnya, di kondisi yang seperti saat ini atau bahkan nanti saat kondisi sudah meningkat jauh, developer game lokal tidak boleh merasa bersaing. Kami, Agate bahkan merasa developer lain adalah teman yang sama-sama memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas industri game yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, market yang ada saat ini jauh lebih besar dibandingkan apa yang bisa dinikmati secara bersama. “Market yang ada saat ini jauh lebih besar dari pada apa yang bisa dilahap bareng, justru saat ini kita harus atau tengah bahu-membahu untuk memperbesar industri lokal. Bahkan, sedari awal kami telah melakukan hal ini di Agate dan bersama developer lain,” tegasnya.


CONTINUE READING BELOW

Ingin Industri Kreatif Berkembang? Belajar Jualan Karya, Yuk!

Jualan mungkin bukan sebuah istilah yang menarik bagi sebagian orang. Akan tetapi, bagaimana jika kita bicara soal omzet ratusan juta perbulan? Ngiler, deh!


Kembali ke pembahasan awal, Global Game Jam sendiri merupakan ajang yang mewajibkan para peserta untuk dapat menghadirkan game hanya dalam waktu 48 jam. Hanya dalam kurun waktu tersebut, peserta wajib untuk menghadirkan game yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Berdasarkan hal tersebut, Arief percaya jika para peserta dapat menghadirkan game yang mengaggumkan. Waktu sempit bukan menjadi penghalang mereka untuk menghadirkan game dengan kualitas yang baik.

“Waktu 48 jam bukanlah halangan bagi para peserta untuk menghadirkan game berkualitas. Biasanya, pada Global Game Jam para peserta dapat menghadirkan prototype game, salah satu contohnya adalah game yang mengajak 2 orang untuk bermain, dimana yang satu harus menjadi penjinak bom dan satunya lagi menjadi pengarah untuk dapat menjinakan bom, game seperti itulah yang bisa lahir dari acara ini,” jelasnya.

Global Game Jam 2018

Para peserta tengah mendengarkan arahan dari panitia

Setiap tahunnya, Global Game Jam menetapkan tema yang berbeda-beda. Dan, pada tahun 2018 ini, keenam puluh peserta Global Game Jam 2018 yang digelar di Jakarta wajib menghadirkan game dengan tema Transmisi.

Rupanya, Global Game Jam 2018 Indonesia tidak hanya berlangsung di Jakarta. Setidaknya terdapat 12 kota lainnya yang turut menggelar acara tersebut. Adapun kota-kota lain yang menggelarnya adalah Depok, Bekasi, Bandung, Semarang, Solo, Kediri, Yogyakarta, Malang, Salatiga, Surabaya, dan Bali.

Game seperti apa yang akan tercipta dari para developer Indonesia pada ajang Global Game Jam 2018 ini? Mari kita nantikan bersama.

Diedit oleh Fachrul Razi

TENTANG PENULIS
Andre Erlangga

Pemuda yang sedang menuju usia dewasa. Memiliki keinginan untuk menjadi sukses, namun baru sadar kalau sukses itu tidak mudah. Merangkai kata dengan cinta, tapi cinta bukan sekedar kata. Benci "drama", tapi senang mengolahnya. Aku adalah kamu, kamu adalah aku, kalau dia disuruh ke warung aja.