Review Dissidia Final Fantasy NT: Rusuh, Ribet, dan Penuh Fanservice!

Dissidia Final Fantasy NT telah dirilis untuk konsol PlayStation 4! Seperti apakah game-nya? Simak review game Dissidia Final Fantasy NT ini!

Story

Dissidia Final Fantasy NT mengambil setting setelah dua judul sebelumnya di mana terjadi konflik antara Materia, dewi pelindung, dan Spiritus, dewa kehancuran. Keduanya memanggil para ksatria Cosmos dan Chaos untuk saling bertarung dan berperang di dimensi dunia B.

Penuh dengan Karakter-Karakter Favorit

Sesuai dengan premis dari ceritanya, Dissidia Final Fantasy NT mengumpulkan karakter-karakter dari berbagai serial Final Fantasy utama yang pernah rilis—termasuk karakter dari seri spin-off seperti Final Fantasy Tactics dan Type-0. Mulai dari ksatria tanpa nama “Warrior of Light” dari Final Fantasy, Cloud Strife dari Final Fantasy VII, hingga pendatang baru dalam game ini sekaligus serial Final Fantasy: Noctis dari Final Fantasy XV.

Tidak hanya karakter utama, antagonis-antagonis utama dari setiap seri juga muncul. Misalnya saja seperti ExDeath dari Final Fantasy V, Kefka Palazzo dari Final Fantasy VI, hingga Sephiroth dari Final Fantasy VII. Hanya game Final Fantasy mulai dari seri XI hingga XV serta Tactics dan Type-0 yang tidak menyumbangkan antagonis dari masing-masing serial.

Total, ada 28 karakter yang bisa kamu mainkan (termasuk 3 karakter original dari seri Dissidia sendiri) yang bisa kamu mainkan dalam Dissidia Final Fantasy NT. Kemunculan karakter-karakter ikonik dari setiap seri merupakan nilai plus bagi game ini, apalagi ditambah dengan grafis terbaru yang membuat mereka semua tampak lebih keren dan indah daripada aslinya (terutama karakter-karakter dari serial-serial lama).

Selain itu, interaksi antar karakter-karakter dari setiap seri ketika bertemu satu sama lain juga cukup menarik untuk diikuti. Seperti Noctis, sang pangeran pendatang baru, yang tiba-tiba terlempar ke dimensi dunia B dan bertemu dengan Lightning dari Final Fantasy XIII dan Warrior of Light. Pertemuan mereka semua bertiga bagaikan bertemunya antara sesepuh berpengalaman dengan pendatang baru. Benar-benar unik.

Meskipun unik, tetapi layaknya game crossover fighting lainnya, cerita yang ditawarkan tidak cukup baik apalagi jika dibandingkan dengan standar Final Fantasy itu sendiri. Dialog-dialog yang ditawarkan juga terkesan cheesy.

Gameplay yang Fun, Tetapi Rusuh

Berbeda dengan seri Final Fantasy lain, Dissidia Final Fantasy NT lebih fokus ke fighting daripada RPG meskipun masih tetap ada beberapa elemen RPG dalam game ini. Elemen RPG yang dimaksud adalah karakter-karakter yang ada dibagi menjadi 4 class: Vanguard, Assassin, Marksman, dan Specialist. Setiap class yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing:

  1. Vanguard adalah class yang bisa memberikan damage besar serta berperan sebagai Tanker. Class ini kuat melawan Assassin, tetapi lemah terhadap Marksman.
  2. Assassin adalah class yang memiliki mobilitas dan attack speed yang tinggi. Class ini kuat melawan Marksman, tetapi lemah terhadap Vanguard.
  3. Marksman adalah class yang memiliki serangan jarak jauh. Class ini kuat melawan Vanguard yang cenderung lambat, tetapi lemah terhadap Assassin.
  4. Specialist sendiri adalah class unik yang tidak memiliki keuntungan ataupun kelemahan terhadap class lain.

Setiap class ini menarik untuk kamu telurusi, misalnya saja seperti Noctis yang memiliki class Assassin. Kamu bisa menggunakan jurus khas-nya “Warp Strike” untuk berteleportasi mendekati dan menyerang musuh. Lalu ada Sephiroth yang meskipun lambat, tetapi dapat menimbulkan damage yang cukup besar.

[dn_adsense]

Sebelum bertarung, kamu akan diberi beberapa set skill yang bisa kamu gunakan selama bertarung. Skill yang ada di sini adalah skill yang sering muncul di seri Final Fantasy, misalnya seperti Poisonga yang bisa memberikan damage dan status poison pada musuh, lalu ada Bravery yang meningkatkan kekuatan serang teman.

Setiap skill ini nantinya bisa kamu dapatkan setelah kamu bertarung melawan musuh. Meskipun skill ini menarik, tetapi setiap karakter tidak memiliki batasan untuk menggunakan skill apa saja yang bisa mereka gunakan sesuai dengan class mereka. Di satu sisi, ini merupakan nilai plus karena kamu bisa membuat karakter yang fleksibel, tetapi di satu sisi kurang menantang dan membuat keunikan tiap karakter berkurang.

Semua fitur ini, ditambah dengan pertarungan 3v3 membuat Dissidia Final Fantasy NT menjadi sebuah game yang unik dan. Meskipun begitu, kontrol dan interface yang ditampilkan sangatlah banyak sehingga membuat kita bingung. Angka-angka damage yang muncul, efek-efek dari serangan yang berseliweran di dalam arena membuat game ini begitu rusuh—apalagi dilakukan 3v3.

Mempelajari dasar-dasar kontrol saat bermain hampir mustahil rasanya. Bagaimana cara bergerak, mengatur kamera, menarget musuh, dan melancarkan serangan, semuanya juga memiliki tombol yang cukup membingungkan. Butuh waktu cukup lama sampai kamu menguasai semua dasar-dasar pertarungan yang ada. Tidak adanya fitur tutorial atau bantuan di dalam pertarungan membuat game ini menjadi sulit untuk dikuasai.

Memang, mode tutorial sendiri disediakan di luar pertarungan. Tetapi waktu yang dibutuhkan untuk menguasai semua tutorial dasar yang ada cukup lama.

Hal ini mungkin ada hubungannya dengan minimnya informasi yang tersedia di dalam Dissidia Final Fantasy NT ini. Yang tentunya, akan saya bahas di halaman ke-2!

TENTANG PENULIS
Snow

Veteran game survival-horror terutama Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis light novel. Light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.