Tahu Gak? Ini 7 Teknologi di Dragon Ball Ini Benar-Benar Canggih!

Dari scouter hingga mesin waktu, inilah 7 teknologi di Dragon Ball yang paling canggih!

Dragon Ball barangkali lebih mengedepankan aksi pertarungan yang seru, dan ini sudah jauh dari konteks awalnya sebagai pencarian tujuh buah Dragon Ball. Namun pada perkembangannya malah menjadi animanga shonen penuh aksi dan pertarungan menyelamatkan Bumi, bahkan hingga semesta. Padahal banyak hal menarik di Dragon Ball seperti berbagai ras di alam semesta, hingga teknologi di Dragon Ball yang canggih-canggih.

Beberapa teknologi di Dragon Ball bahkan saking canggihnya, membuat kita berharap akan beneran jadi kenyataan. Karena walaupun animanga aksi, Dragon Ball juga bertaburan teknologi canggih yang walaupun jarang digunakan Son Goku dan kawan-kawan, namun tetap terlihat keren dan mutakhir. Bahkan ada beberapa teknologi yang bahkan kita belum bisa mendekati kecanggihannya.

Apa saja sih teknologi di Dragon Ball yang canggih-canggih itu? Yuk kita lihat pembahasannya berikut ini:

Scouter

Salah satu teknologi di Dragon Ball yang canggih adalah scouter. Scouter adalah alat pengukut daya tempur seseorang maupun mahluk lainnya. Alat ini berupa gadget yang memiliki layar untuk sebelah mata yang tersambung pada tutupan telinga. Layar ini menampilkan informasi daya tempur dan lokasi dari seseorang. Sedangkan bagian telinganya bisa digunakan sebagai alat komunikasi antar pemakai scouter.

Alat ini pertama kali terlihat saat Saiyan saga, ketika Raditz mengenakan scouter untuk mencari Kakarot, adiknya (yang ternyata adalah Son Goku). Alat ini jadi hal keren karena kita bisa mengukur kekuatan tokoh-tokoh Dragon Ball sehingga terlihat mana yang kuat, atau mana yang lemah.

Konon Akira Toriyama membuat scouter ini agar fan bisa mengukur kekuatan karakter Dragon Ball. Namun lama kelamaan, alat ini membuat fan mudah menebak siapa yang akan menang dalam sebuah pertarungan (walaupun sebenarnya dalam Dragon Ball, menebak pemenang tidak sulit juga, sih).

Akira Toriyama pun membuat karakter bisa merasakan ki, sehingga acuan kuat atau lemah jadi tidak terlalu pasti, dan penggunaan scouter jadi semakin jarang digunakan.

fakta oozaru

Scouter sendiri adalah teknologi bangsa Tuffles, penghuni Planet Vegeta sebelumnya sebelum diserang Bangsa Saiya. Bangsa Saiya membawa teknologi ini kepada pasukan galaksi Frieza dan mulai digunakan sebagai alat perlengkapan militer. Namun ilmuwan dari pasukan galaksi Frieza, Gichamu, meningkatkan kemampuan scouter ini menjadi alat komunikasi.

Scouter jadi semakin jarang terlihat di Dragon Ball dan terakhir digunakan saat Ressurection F Saga oleh sisa pasukan antar galaksi Frieza.

Pesawat Luar Angkasa

Secanggih-canggihnya Bumi di masa Dragon Ball, manusia Bumi ternyata masih belum bisa menjelajah luar angkasa. Keberadaan alien pun baru diketahui saat Saiyan Saga. Namun bukan berarti Bumi tidak pernah didatangi alien, karena pada perkembangannya, diketahui ada alien luar angkasa yang mengunjungi Bumi sebelumnya.

Para alien ini ternyata adalah Son Goku, bangsa Saiyan yang diutus ke Bumi untuk menguasainya, dan Piccolo, yang datang ke Bumi karena planet asalnya Namek mengalami perubahan iklim. Mereka ke Bumi tentu membawa pesawat luar angkasa. Belakangan, pesawat mereka ditemukan dan dikembangkan teknologinya oleh Capsule Corps.

Krilin, Son Gohan, dan Bulma, ke luar angkasa mengendarai pesawat angkasa bangsa Namek. Pesawat ini adalah peninggalan Piccolo, atau dulu ketika ia belum menjadi Dewa, yang disangkanya sebagai rumah. Padahal “rumah” ini adalah pesawat angkasa agar Piccolo bisa mengungsi dari Planet Namek yang mengalami perubahan iklim.

Selanjutnya Son Goku pun menyusul mereka, menggunakan pesawat buatan Capsule Corps, yang konon menggunakan teknologi dari pesawat yang digunakan Son Goku pada masa kecil. Hal ini mengembangkan cerita di Dragon Ball dari aksi di Bumi menjadi penjelajahan di luar angkasa.

Apalagi teknologi di Dragon Ball yang canggih? Yuk kita lihat di halaman selanjutnya!

TENTANG PENULIS
totolee

Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.