Review Film Guru Ngaji: Kisah Sederhana yang Memberikan Pesan Penuh Makna

Pesan kehidupan beragama, kesabaran menghadapi cobaan, dan ajaran toleransi ada di sini, dibalut dengan kisah keluarga dan komedi yang pas. Simak review film Guru Ngaji berikut ini

Butuh film yang tidak hanya menampilkan gambar yang baik, namun juga cerita yang bermakna dan sarat dengan pesan? Maka lanjutkan membaca artikel ini, karena hari ini, kita akan memberikan review film Guru Ngaji.

Pada hari Rabu, tanggal 14 Maret 2018, Duniaku Network mendapatkan kesempatan untuk menghadiri screening film Guru Ngaji di Cinema XXI Epicentrum Kuningan.

Seperti apa review film Guru Ngaji yang akan tayang mulai 22 Maret 2018 di bioskop tanah air ini? Apakah bagus dan layak ditonton? Simak review film Guru Ngaji berikut ini.

Sinopsis

review film guru ngaji

Film Guru Ngaji menceritakan tentang Mukri (Donny Damara), seorang guru ngaji yang mengalami masalah ekonomi dalam hidup. Untuk menyiasatinya, dia bekerja menjadi seorang badut, namun merahasiakannya, bahkan dari istri dan anaknya.

Bayaran sebagai seorang badut tidak terlalu besar, ditambah imbalan untuk dirinya saat mengajar mengaji juga tidak seberapa, dan terkadang hanya diberikan sembako. Konflik muncul saat dia harus mengisi sebuah acara ulang tahun sebagai badut penghibur, sekaligus orang yang memimpin doa di acara tersebut, dan akhirya diketahaui bahwa Mukri si guru ngaji terkenal di desa tersebut, ternyata adalah badut yang ditertawai anak-anak.

Kehilangan respek dari orang satu desa, ditambah pekerjaannya sebagai badut mengalami kendala, hidupnya pun semakin sulit. Namun kesabaran dan tawakal yang selalu ia lakukan memberikan buah yang baik dalam hidupnya.

Kisah Sederhana

review film guru ngaji

Saat penulis menonton film ini, satu hal yang penulis pikirkan, yaitu keserhanaan. Kita dibawa ke dalam sebuah wilayah bermasyarakat, yang terasa dekat dengan kehidupan kita sendiri di dunia nyata. Bahkan, tujuan dari setiap karakter saja tidak muluk-muluk.

Mukri hanya ingin membahagiakan keluarganya dan mencukupi hidupnya saat menjadi badut, sedangkan Parmin (Ence Bagus), teman baik dari Mukri hanya ingin membeli motor untuk menarik hati perempuan idamannya, dengan cara menjadi badut. Bahkan, tujuan mereka di akhir film tercapai, namun dengan “cara” yang berbeda.

Pesan Moral

review film guru ngaji

Dalam film ini, ada beberapa pesan yang diberikan, dan cukup bisa ditangkap oleh sebagian besar penonton. Salah satu pesan yang paling menonjol adalah tentang keberagaman Agama. Di film ini, kita diajarkan untuk saling toleransi dengan kehidupan beragama, melalui Mukri yang seorang guru ngaji, dan Koh Alung (Verdi Solaiman).

Selain itu, pesan tentang pilihan dalam hidup, lalu kebahagiaan sederhana bersama keluarga tercinta, dan kesabaran serta tawakal menghadapi cobaan adalah menu utama dalam film ini.

Komedinya Pas, Sedihnya Pas

review film guru ngaji

Ada film yang adegan sedihnya sangat sedih, ada juga yang adegan komedinya sangat lucu, namun di film Guru Ngaji, porsi komedi dan sedihnya terkesan pas. Adegan sedih saat anak dari Mukri, yaitu Ismail yang pintar ingin melihat badut berhasil membuat satu studio hening, serta adegan komedi dari persaingan cinta Parmin dan Yanto (Dodit Mulyanto) sukses membuat gelak tawa penonton.


CONTINUE READING BELOW

Marvel Memperlihatkan 15 Gambar Resmi Avengers: Infinity War yang Keren Banget!

Filmnya sebentar lagi tayang, dan Marvel memperlihatkan 15 gambar Avengers: Infinity War yang keren banget! Seperti apa gambar promosi tersebut?


Sinematografi Manis Suasana Pedesaan

review film guru ngaji

Sebagian orang kota yang jarang ke pedesaan mungkin berpikir bahwa daerah tersebut kotor penuh lumpur dan binatang, di film Guru Ngaji, teknik pengambilan gambar yang ciamik menjadikan latar pedesaan menjadi indah dan artistik.

Konflik Selesai Terasa Cepat

review film guru ngaji

Bukan berarti film Guru Ngaji tidak ada kekurangan. Konflik yang terjadi dalam film ini terasa sangat cepat selesai. Kita memang melihat bagaimana Mukri mengatasi masalah dalam hidupnya dengan mengamen menjadi badut keliling, meskipun lahir masalah baru dari usahanya ini.

Perkembangan dari karakter Mukri tak terlalu terlihat mencolok bahkan sulit dirasa di sini. Justru yang berkembang dan terbilang menjadi penyelamat dan penyelesai konflik adalah Parmin dan putra Mukri, yaitu Ismail.

Kesimpulan

Review film Guru Ngaji sudah mencapai poin akhir. Film ini adalah film drama keluarga yang tentunya cocok ditonton bersama teman, kerabat atau keluarga kalian. Memberikan banyak pesan moral dalam kehidupan, namun tetap menghibur dan menyajikan gambar yang indah untuk ditonton sepanjang film berlangsung.

Nilai: 8/10


Suka bermain Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, dan Chess Rush? Baca GGWP.ID untuk meningkatkan skill kamu agar lebih jago!
TENTANG PENULIS
Dimas Slebor

Panggilannya Dim, bukan Mas. Penggemar cerita-cerita Slice of Life, tapi juga suka robot-robotan. Suka review mainan di YouTube-nya. Lagi asik mengumpulkan mainan dengan uang pinjaman.