Bukan Lagi Primadona! Ini Beberapa Alasan Punahnya Rental PS

Rental PS menuju kepunahan!

Dulu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, rental PS merupakan sebuah tempat yang sangat ramai ketika hari libur datang. Bahkan tidak hanya hari libur, rental PS kerap didatangi pengunjung meskipun hari biasa.

Saking penuhnya, kita yang ingin bermain game di rental PS harus menyiapkan opsi tempat bila rental PS yang ingin kita datangi sedang full. Kehadiran rental PS kala itu begitu banyak, terkadang jarak antara rental PS yang satu dengan yang lainnya tidak sampai satu kilometer.


CONTINUE READING BELOW

CORSAIR Luncurkan Pendingin CPU Berbasis Cairan! Hydro Series H60

Corsair, pemimpin pasar gaming periferal PC dan komponen enthusiast, meluncurkan anggota baru pendingin CPU berbasis cairan (liquid cooling), Hydro Series H60. 


Tapi sayangnya, tahun demi tahun rental PS semakin menghilang dari sudut-sudut kota. Keberadaannya menjadi seperti barang langka dan keberadaan rental PS sekarang dianggap hal yang sangat tabu. Saya berbicara mengenai hal ini berdasarkan realita karena di dekat rumah saya ada sebuah rental PS, tapi usianya tidak lebih dari empat bulan. Ya, belum empat bulan, rental PS tersebut sudah gulung tikar.

Dengan semakin jarangnya rental PS, Duniaku.net tertarik untuk membahas soal sebab punahnya rental PS. Memang faktor dan sebab punahnya rental PS ada banyak sehingga kita akan membahasnya satu per satu. Yuk, tanpa basa-basi lagi, langsung sajha kita bahas mengenai sebab punahnya rental PS, cekidot!

1

Harga Sewa yang Mahal

PlayStation 4 bisa dibajak

Sebab punahnya rental PS yang pertama mungkin karena harga sewanya yang mahal. Seperti yang kita ketahui, khususnya bagi yang pernah merasakan bermain di rental PS1 atau PS2, harga sewanya tergolong murah. Dulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, sekitar tahun 2001, harga sewa PlayStation 1 sekitar 3000 hingga 4000 rupiah per jam. Baru ketika PlayStation 2 datang, harga sewa PS1 bisa sekitar 2500 rupiah per jam dan untuk PS2 bisa sekitar 3500 rupiah per jam.

Untuk sebagian anak, harga sewa segitu bisa dibilang cukup terjangkau. Mereka bisa menabung dari uang jajan sekolah dan bermain di rental PS ketika hari libur datang. Tidak heran di tahun 2000 hingga tahun 2007, rental PS masih sangat banyak menghiasi sudut-sudut ibu kota. Sederet ruko maupun warung sederhana kerap dijadikan rental PS. Pamor rental PS mulai menurun ketika PlayStation 3 hadir.


CONTINUE READING BELOW

Suksesor Kratos! Inilah Fakta Athena di God of War

Athena merupakan suksesor Kratos untuk menundukkan Olympus. Bahkan bisa dibilang, Athena adalah karakter konsisten yang terus berpihak pada Kratos di semua seri. Menariknya, ada beberapa fakta AThena yang sangat wajib untuk diketahui para fans.


Para pengusaha rental seakan bingung menentukan tarif ketika PlayStation 3 mereka disewa. Maklum, kala baru pertama kali diluncurkan, PlayStation 3 memiliki harga jual yang cukup tinggi yakni di atas 2,5 juta rupiah. Selain itu mesin PS3 juga rumit sehingga bila rusak maka akan keluar biaya yang cukup besar. Saat PlayStation 3 baru meluncur, harga sekali sewa per jam bisa sampai 7000 rupiah! Tentu ini merupakan hal yang memberatkan, terutama bagi kalangan pelajar.

Rental PS yang sejatinya diisi oleh kalangan pelajar pada akhirnya ditinggalkan begitu saja karena biaya sewa yang mahal. Bahkan di era PlayStation 4, harga sewa melonjak lebih tinggi yakni 10.000 rupiah per jam. Tarif yang tidak lagi bisa ditoleransi pada akhirnya membuat satu per satu usaha rental PS tumbang.

2

Kesadaran Masyarakat untuk Memiliki Lebih Tinggi

playstation 5

Sumber: ValueWalk

Saat ini masyarakat bisa dibilang memiliki perilaku yang berbeda. Dulu, masyarakat lebih memilih untuk menyewa dibandingkan memiliki. Khususnya para orang tua, mereka memperbolehkan anak-anaknya untuk bermain di rental PS dalam waktu yang lama (kecuali orang tua saya, hahaha). Tapi sekarang, disaat pendidikan sudah semakin tinggi dan rasa untuk melakukan privatisasi juga meninggi, para orang tua lebih memilih untuk membelikan anaknya konsol daripada bermain di rental.

Selain cost yang dikeluarkan akan lebih besar, para orang tua sekarang juga lebih protektif kepada anaknya. Mereka takut bila anaknya bermain di rental akan menimbulkan hal-hal negatif karena mereka sulit untuk mengontrolnya. Hal inilah yang kemudian membuat para pelajar atau anak-anak tidak lagi bermain di rental dan akhirnya rental menjadi sepi. Dinamika sosial dan pola pikir yang berubah itulah yang akhirnya membuat rental PS tumbang satu per satu.


CONTINUE READING BELOW

5 Tipe-Tipe Gamer yang ada di Dunia ini, Kalian yang Mana?

Bermain game mungkin memiliki sensasi yang berbeda bagi banyak orang. Ada yang akan senang, sedih, bahkan kesal. Itulah sebabnya saat ini banyak sekali tipe gamer dan kita akan membahasnya soal ini.


Untuk orang yang sudah dewasa, pilihan untuk membeli konsol juga dianggap tepat. Mereka bisa bermain bebas tanpa hambatan dan juga tentunya memiliki sebuah barang lebih baik dibandingkan menyewa. Dibangingkan mengeluarkan uang 10.000 rupiah per jam, orang yang sudah berpenghasilan lebih memilih mengeluarkan uang 3,8 juta rupiah tapi mereka bisa memiliki konsol tersebut. Itulah faktor kedua mengapa sebab punahnya rental PS.

Oiya jangan lupa, saat ini ekonomi dari masyarakat juga sudah semakin maju sehingga kesadaran akan memiliki konsol menjadi lebih tinggi dibandingkan dulu. Saya masih ingat betul bagaimana hebohnya para tetangga saya ketika saya punya konsol PS1. Tapi sekarang, siapa yang peduli saya punya konsol PS4? Mereka semua bisa membelinya.

Ada apalagi ya sebab punahnya rental PS? Yuk langsung pindah ke halaman selanjutnya!

Share this article

TENTANG PENULIS
adam

Seseorang yang menikmati dunia game dan menjadikannya salah satu aktivitas wajib di dalam hidup. Suka sekali dengan Dream Theater karena kerumitan musiknya!