Kok Beda? Ini 6 Game dengan Rating Bagus tapi Buruk di Mata Gamer

Belum tentu hasil review itu sependapat dengan gamer.

5

Street Fighter V

Metacritic Score: 77

User Score: 3,6

Setelah bertahun-tahun menunggu kelanjutan dari Street Fighter IV, pada akhirnya di tahun 2016 gamer kedatangan kelanjutan seri itu yakni Street Fighter V.

Tapi alih-alih mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, gamer justru dibuat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Capcom. Ya, mereka memberikan batas untuk game Street Fighter V.

Bila ingin menikmati game ini dengan pengalaman penuh, kalian harus membayar lagi harga yang cukup mahal. Inilah yang kemudian membuat gamer kesal bukan main!

Waktu delapan tahun untuk membuat game ini berakhir dengan hal mengecewakan, hasilnya gamer memberikan nilai kecil untuk game ini meskipun di review game tersebut mendapatkan skor yang lumayan yaitu 77.

Hasilnya game ini tidak begitu booming di pasaran dan mudah-mudahan sih ketika ada kelanjutan game ini Capcom benar-benar belajar dari kesalahan.

6

Call of Duty: Modern Warfare 3

Metacritic Score: 88

User Score: 3,4

Hantaman telak didapatkan oleh seri pamungkas dari Call of Duty: Modernwarfare. Ya, di seri ketiga, mereka mendapatkan penilaian buruk dari gamer!

Memang dari segi cerita game ini bisa disebut sebagai penutup yang cukup ciamik. Tapi kemudian penilaian buruk dari gamer datang karena game ini memiliki beberapa masalah teknis yang membuat kesal.

Masalah teknis yang hingga ini pernah saya rasakan sendiri kala memainkan seri ini.

Selanjutnya adalah fitur online yang mengecewakan. Semua senjata di dalam game ini merupakan senjata dari game sebelumnya. Artinya tidak ada senjata baru di dalam game ini.

Belum sampai di situ, map di mode multiplayer juga acak-acakan sehingga gamer kesulitan mencari musuh, padahal di mode online, map adalah hal yang luar biasa vital. Kalian bisa tewas berulang-ulang di game ini dengan intensitas yang banyak.

Alih-alih menikmati, justru kita akan mati terus menerus!


Nah, sepertinya itulah game dengan rating bagus tapi buruk di mata gamer. Hal ini membuktikan bahwa selera gamer bisa saja berbeda dengan selera para reviewer.

Intinya, review bagus belum tentu gamenya bagus juga, begitupun sebaliknya. Bila penasaran, tak ada salahnya untuk membeli game tersebut dan kemudian menilai sendiri apakah game itu layak main atau tidak.

Sumber: Whatculture

TENTANG PENULIS
adam

Seseorang yang menikmati dunia game dan menjadikannya salah satu aktivitas wajib di dalam hidup. Suka sekali dengan Dream Theater karena kerumitan musiknya!