Pendapatan Film Solo Mengecewakan, Apakah Proyek Film Boba Fett Terus Lanjut?

Padahal secara kualitas, film Solo oke kok. Apakah ini salah strategi Disney saat mempromosikan dan merilisnya ya?

Sudah satu minggu sejak film Solo: A Star Wars Story ditayangkan di layar lebar. Seharusnya perilisan film Solo ini bisa disambut antusias oleh para fans Star Wars. Apalagi dengan beberapa cast papan atas yang ikut serta di dalamnya seperti Emilia Clarke (Game of Thrones) dan penyanyi hits Amerika Serikat Donald Glover yang ciamik dalam memerankan Lando.

Namun sayang, entah karena minim promosi ataukah memang fans Star Wars sudah mulai jenuh, pendapatan film Solo sangat mengecewakan.

Di minggu pertama penayangannya di Amerika Serikat, film ini hanya meraup US $84 juta atau separuh dari pendapatan Rogue One dua tahun lalu dalam waktu yang sama. Bahkan jika ditotal dengan pendapatan dari seluruh dunia, film Solo baru  meraup total US$179 juta atau bahkan lebih kecil dari pendapatan total weekend pertama The Force Awakens.

pendapatan film solo

Sebenarnya kualitas film Solo cukup bagus. Film ini menghadirkan masa muda dari Han Solo dengan aksi-aksi seru yang menghibur. Film ini juga menampilkan beberapa referensi ke film-film Star Wars lainnya.

Namun seperti yang penulis sebutkan sebelumnya, ada kemungkinan fans sudah mulai jenuh karena film ini dirilis hanya lima bulan setelah The Last Jedi tayang Desember lalu.

Dan lagi, Disney pun tidak punya waktu banyak untuk mempromosikannya. Trailer pertama film ini baru muncul sekitar bulan Februari atau kurang tiga bulan sebelum penayangannya. Lalu tidak banyak juga lini mainan yang dirilis -setidaknya untuk menemani perilisan film ini.

Empat film sejak 2015, mungkin terlalu padat untuk fans Star Wars yang “terbiasa” menunggu bertahun-tahun dengan antusias untuk mendapatkan film baru.

pendapatan film Solo

Apakah fans masih antusias menyambut film Boba Fett?

Disney pun sepertinya belum akan berhenti untuk merilis spin off Star Wars yang mengisahkan origin karakternya. Baru satu minggu lalu kita mendapatkan kabar bahwa pengembangan film Boba Fett yang sempat terhenti akhirnya kembali dilanjutkan. Disney pun tidak main-main dengan menggandeng sutradara Logan, James Mangold untuk membesut film ini.

Meskipun detail storyline-nya masih dirahasiakan, namun ada kemungkinan film Boba Fett ini juga akan mengambil setting diantara Revenge of the Sith dan A New Hope. Apalagi di trilogi prekuel, kita sempat diperkenalkan dengan Boba Fett muda yang masih belum mengenakan armor Mandaloriannya.

Untuk menggarap film ini, James Mangold kabarnya akan dibantu oleh Simon Kinberg, penulis dan produser yang berada di balik kesuksesan film X-Men.

Apakah proyek film-film spin off ini bakal berlanjut?

pendapatan film Solo

Kembali lagi ke pertanyaan awal. Setelah performa Solo yang mengecewakan di pasaran, apakah Disney akan tetap menggarap proyek Boba Fett dan juga film-film spin off lainnya? Kemungkinan besar proyek tersebut akan terus berlanjut. Toh mereka juga sudah mengumumkan sutradara baru untuk melanjutkan proyek Boba Fett yang sempat terhenti sejak 2015 ini.

Sebenarnya yang menjadi masalah bukan tentang kualitas film, melainkan bagaimana strategi Disney dalam merilis film-film tersebut. Satu film dalam satu tahun sebenarnya sudah cukup (atau bahkan lebih). Jangan sampai ada dua film atau lebih yang dirilis dalam kurun waktu satu tahun seperti saat ini, karena hal itu membuat Disney terkesan “tergesa-gesa” dalam merilis film, sehingga hasilnya tidak maksimal seperti yang terjadi dalam Solo ini.

Dan lagi, fans Star Wars pasti jenuh dengan dua film dalam kurun waktu lima bulan ini. Mereka masih asyik mendiskusikan The Last Jedi, eh sudah muncul film Star Wars baru…

Belum lagi faktor persaingan dengan film-film musim panas lain seperti Avengers: Infinity War dan Deadpool 2 yang semakin membuat promosi film Solo tenggelam.


CONTINUE READING BELOW

Review Solo: A Star Wars Story: Kurang Hype Namun Tetap Menghibur!

Dengan promosi dan hype yang tidak terlalu besar, apakah film ini berhasil memuaskan fans Star Wars yang ingin mengetahui kisah origin dari karakter yang sudah identik dengan Harrison Ford ini? Berikut review Solo dari Duniaku.net.


Semoga Disney mengevaluasi strategi mereka kembali, sehingga film-film Star Wars ke depannya (terutama Episode IX) bisa meledak seperti tiga film sebelum Solo, yaitu The Force Awakens, The Last Jedi dan Rogue One.

Diedit oleh Doni Jaelani

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.