PlayStation Experience SEA 2018 Siap Digelar, Saatnya Cicipi Game-game Baru PS4!

Di sini kamu bisa cicipi Spider-Man, Jump Force, hingga Resident Evil 2 Remake. Ssst, ada dua game buatan developer Indonesia yang ikutan unjuk gigi di acara ini lho!

Selain hadir di event-event game berskala dunia, Sony selalu menggelar acara khusus bertajuk PlayStation Experience di berbagai belahan dunia untuk memperkenalkan game-game baru mereka ke publik. Setelah hanya hadir di Eropa dan Amerika Serikat, sejak tahun 2017 lalu PlayStation Experience akhirnya mampir ke Asia Tenggara, tepatnya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Nah di tahun 2018 ini Sony siap menggelar PlayStation Experience SEA yang kedua. Kali ini acaranya tidak lagi digelar di Kuala Lumpur, melainkan di Thailand!

PlayStation Experience SEA 2018 menurut rencana akan digelar di GMM Live House, Bangkok, Thailand selama dua hari, tanggal 18 dan 19 Agustus 2018 mendatang. Sama seperti gelaran PlayStation Experience di belahan dunia lainnya, di acara ini kamu bisa mencicipi game-game terbaru untuk PlayStation, lengkap dengan game-game yang memanfaatkan teknologi PS VR.

Jika kamu memantau fanpage PlayStation Asia, maka kamu bisa melihat ada banyak game-game yang disiapkan untuk dimainkan publik selama dua hari. Mulai dari beberapa judul yang ditunggu-tunggu seperti Spider-Man, Jump Force, dan Resident Evil 2 Remake; hingga game-game indie termasuk dua game indie dari developer Indonesia!

Yap, kamu tidak salah baca. Untuk pertama kalinya, dua game buatan developer Indonesia akan unjuk gigi di PlayStation Experience SEA 2018 ini. Mereka adalah Ultra Space Battle Brawl buatan Mojiken Studio, Surabaya yang sebelumnya dirilis di Nintendo Switch; dan Valthirian Arc: Hero School Story yang dikembangkan oleh Agate. Berikut adalah sedikit preview dari dua game tersebut.

1

Ultra Space Battle Brawl (Mojiken Studio)

Ultra Space Battle Brawl adalah sebuah game yang terinspirasi dari Pong dan merupakan salah satu hasil dari sesi upgrading internal di Mojiken, MojikenCamp tahun 2015 lalu. Dalam game ini, tugasmu adalah menghancurkan kristal milik musuh untuk memenangkan pertandingan. Game ini berhasil menyabet gelar sebagai Game of The Year 2018 pada gelaran Game Prime Awards 2018 lalu.

2

Valthirian Arc: Hero School Story (Agate)

Pertama kali sukses dalam kampanye Kickstarter-nya (dengan judul Red Covenant), Valthirian Arc: Hero School Story merupakan kelanjutan dari serial Valthirian Arc yang sebelumnya sukses di platform Flash. Game ini merupakan kombinasi dari elemen RPG dan simulasi membangun akademi dimana kamu bisa mengatur sekolah, melatih pasukan, dan akhirnya keluar untuk menjalani misi. Valthirian Arc: Hero School Story juga merupakan debut Agate di konsol.

Daftar ini pun bisa bertambah banyak seiring dengan semakin dekatnya penyelenggaraan acara. Selain mencicipi game-game baru, pengunjung juga bisa mengumpulkan berbagai macam gimmick spesial dari Sony, seperti collectible card yang bisa didapatkan dengan mengunjungi setiap booth.

PlayStation Experience SEA 2018

Oiya, untuk menikmati acara ini kamu harus merogoh kocek 600 Baht atau sekitar Rp260.000 untuk mendapatkan tiket VIP lengkap dengan 100 Baht diskon untuk pembelian game plus satu kaos eksklusif. Ada juga tiket harian yang lebih murah seharga 200 Baht (masuk venue mulai jam 2 siang) dan 100 Baht (masuk mulai jam 6 malam).

Tentu saja, siapkan juga uang untuk transportasi ke Thailand dan akomodasi selama di sana ya. Hehe.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang PlayStation Experience SEA 2018, kamu bisa mengunjungi website resminya atau fanpage PlayStation Asia.

UPDATE 14/08/2018

Game buatan developer Indonesia yang akan ditampilkan di PlayStation Experience SEA 2018 bertambah satu lagi! Dilansir dari PlayStation Asia, Legrand Legacy yang awal tahun ini dirilis untuk PC akhirnya bergabung dengan Valthirian Arc: Hero School Story dan Ultra Space Battle Brawl untuk didemokan di event ini.

Legrand Legacy adalah RPG yang dikembangkan oleh Semisoft asal Bandung. Legrand Legacy mengusung nuansa JRPG klasik ala JRPG era 90-an seperti The Legend of Dragoon, Final Fantasy dan Suikoden. Game ini menggunakan gaya grafis kombinasi antara 3D dan 2,5D yang terlihat di seluruh aspek gameplay dan juga eksplorasi dunianya.

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.