8 Film Bertema Kemerdekaan untuk Meramaikan Suasana Kemerdekaan!

Banyak cara merayakan kemerdekaan, tapi jika kamu lebih suka malas-malasan di rumah dan tetap ingin mengungkapkan rasa nasionalismemu yang menggebu-gebu itu, boleh tonton film-film rekomendasi Duniaku.net berikut ini.

Banyak cara merayakan kemerdekaan, dari mulai ikut perlombaan, parade, hingga mengibarkan bendera merah putih di depan rumah.

Tapi, jika kamu sedang ingin malas-malasan di rumah dan tetap ingin mengungkapkan rasa kebangsaanmu yang menggebu-gebut itu, boleh nonton film bertema kemerdekaan berikut ini.

Perlu diingat, film bertema kemerdekaan tak harus film biografi (fibio) tokoh-tokoh seperti Soekarno, Jenderal Sudirman, dan lain sebagainya, tapi juga film yang mengangkat tema dan mengungkap arti dari kemerdekaan itu sendiri.

1

Nagabonar (1987)

film bertema kemerdekaan

Siapa yang tidak tahu Nagabonar? Tidak afdol rasanya membicarakan film kemerdekaan tanpa ada Nagabonar di dalamnya. Tidak heran juga mengingat film ini berulang kali ditayangkan di televisi nasional.

Nagabonar ialah film komedi situasi yang mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia di Sumatera Utara. Ia bercerita tentang Naga Bonar (Deddy Mizwar), seorang pencopet yang sering keluar-masuk penjara, melawan Belanda.

Nagabonar segar dan menghibur. Meski sudah berumur lebih dari 30 tahun, pengaruhnya masih terasa hingga kini lewat ucapan Naga Bonar, “Apa kata dunia?”.

2

Battle of Surabaya (2015)

Film bertema kemerdekaan selanjutnya ialah film animasi dalam negeri Battle of Surabaya. Film garapan Aryanto Yuniawan ini mengambil latar cerita Peristiwa 10 November di mana tentara Indonesia berhadapan dengan Belanda yang membonceng sekutu memperebutkan Kota Surabaya.

Meski memiliki keterbatasan dari segi animasi dan sulih suara, Battle of Surabaya adalah film animasi yang penting untuk ditonton. Selain sebagai sarana belajar sejarah lewat animasi, film ini juga membawa pelajaran yang tak kalah penting, yakni bahwa perang tak membawa keuntungan apapun selain penderitaan bagi rakyat kecil.

Itu sesuai dengan tagline Battle of Surabaya, there is no glory in war. Perang hanya membawa penderitaan.

3

Tjoet Nja’ Dhien (1988)

Jika tidak membicarakan Nagabonar dalam narasi sejarah kemerdekaan tadi kurang afdol, maka tidak membicarakan Tjoet Nja’ Dhien adalah haram hukumnya.

Film biografi (fibio) pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien ini mengambil kisah Cut Nyak ketika perang gerilya melawan pasukan elite Belanda. Aceh terbukti menjadi daerah di Indonesia yang paling sulit ditaklukkan penjajah dan Cut Nyak adalah bagian terpentingnya.

Tahun 1988 dan sineas Indonesia sudah membuat film dengan skala produksi mewah dan kualitas teknik jempolan seperti garapan Eros Djarot ini. Ratusan orang ambil bagian dalam peperangan menggunakan rencong dan Tjoet Nja’ Dhien memanfaatkannya dengan baik sehingga menjadi sangat epik.

Untuk standar film Indonesia masa kini saja, kedigdayaannya masih belum tergoyahkan. Tonton!

4

Surat dari Praha (2016)

Seperti yang sudah saya bilang di pembukaan artikel, film bertema kemerdekaan tak harus berbicara tentang peristiwa kemerdekaan. Surat dari Praha ini berbicara tentang Peristiwa 1965 saat banyak mahasiswa yang dikirim Soekarno kuliah di luar negeri tidak bisa kembali ke Indonesia.

Lewat Surat dari Praha, kita dibawa kembali ke sebuah pertanyaan abadi setiap 17 Agustus, apa makna kemerdekaan itu? Apalagi lewat karakter Jaya (Tio Pakusadewo), pertanyaan itu ditambah bebannya karena sebagai bagian dari bangsa Indonesia, ia terusir dari tanah airnya sendiri karena persoalan politik saat perpindahan kekuasaan dari Soekarno ke Suharto.

Surat dari Praha dapat menjadi refleksi kita sebagai bangsa Indonesia tentang memaknai arti kemerdekaan.

Film bertema kemerdekaan tak hanya soal perang dan perang, tapi juga ada pesan penting lain yang seringkali lupa kita pikirkan. Simak selanjutnya di halaman sebelah!

TENTANG PENULIS
Lazuardi Pratama

Merayakan film dan mengolok Liverpool.