Review Dragon Quest XI: Nuansa JRPG Klasik Ada di Game Ini!

Grafisnya sudah memukau, namun game ini masih membawa unsur JRPG klasik! Seperti apa game ini? Simak dalam review Dragon Quest XI berikut ini!

Game yang memiliki judul lengkap Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age ini menjadi judul terbaru dari jajaran game Dragon Quest, seperti apa review Dragon Quest XI? Simak di sini!

Rasa JRPG Klasik

Kamu tahu JRPG, kan? Alias Japanese Role Playing Game. Simpelnya sih game bertema RPG yang berasal dari Jepang memang akan disebut sebagai JRPG.

Meskipun begitu, ada beberapa game JRPG yang kehilangan rasa JRPG klasiknya seperti jaman dahulu ada beberapa judul seperti Final Fantasy dan juga serial Dragon Quest yang masih membawa nuansa klasik ini.

Mengusung grafis yang sangat indah terutama di PS4 Pro, namun tetap membangun Party dan juga melawan monster yang muncul.

Grafis Dunia Fantasy Ala Akira Toriyama

Membahas review Dragon Quest XI, pasti tak bisa luput dari desain karakter dan dunianya. Karakternya sendiri masih kental dengan gaya Akira Toriyama, pelaku dari lahirnya salah satu manga terpopuler; Dragon Ball.

Ada beberapa orang pastinya selain penulis yang suka pilih-pilih dengan grafis dan latar dunia yang ditunjukan dalam sebuah game. Sebagai contoh, ada yang suka dengan gaya game barat seperti Skyrim, atau mungkin suka dengan latar dunia dan karakter yang menyerupai anime seperti serial Dragon Quest misalkan.

Jika kamu berada di tim poin kedua, maka grafis game ini sangat memanjakan mata. Bermain di ruangan terbuka dengan gunung dan rumput yang menghampar serta karakter bergaya anime ala Akira Toriyama, dijamin ga bosen!


CONTINUE READING BELOW

Inilah Pentolan Crows Zero yang di Film Lain Malah Jadi Pelawak!

Pernah bayangin aktor Crows Zero menjadi pelawak, terutama Genji, Serizawa, dan bahkan Rindaman?! Simak di sini ketika pentolan Crows Zero bukannya sangar malah lucu!


Strategi

Seperti di poin pertama, yaitu JRPG klasik, Dragon Quest menyuguhkan gaya bertarung (ketika bertemu monster) dengan serangan bergantian, dan tidak menghilangkan unsur lamanya.

Tentu saja karena ini, kamu bisa membuat strategi serangan, dan bukan hack and slash (meskipun grafisnya seperti menunjukan hal tersebut).

Menariknya lagi, ada animasi dari serangan setiap karakter di sini, membuatmu betah dan tidak bosan meskipun serangannya bergantian!

Cerita Utama Tak Terlalu Menarik

Ceritanya sebenarnya cukup klise, tentang seorang remaja biasa yang ternyata reinkarnasi dari pahlawan masa lalu yang pernah menyelamatkan dunia, lalu kini dia harus menyelamatkan dunia lagi.

Akhirnya dia berkelana keliling dunia Erdrea, dan bertemu dengan teman seperjuangan (yang akan menjadi Party tentu sebagian besar), dan juga berbagai macam musuh.

Terdengar klise dan simpel? Memang. Bagi penulis sendiri ini adalah kekurangan, karena tidak ada sesuatu yang “wah” saat kita mengikuti plot utamanya.

Kesimpulan

Cerita mungkin terkesan klise, namun dengan nuansa JRPG klasik khas Dragon Quest, serta ditingkatkan dengan grafis yang memukau, menjadi dua kombinasi yang unik, dan terkadang di tengah permainan, kamu bisa melupakan ceritanya dan fokus ke bermain saja. Dalam review Dragon Quest XI ini, penulis berani memberikan nilai tinggi, yaitu:

Penilaian: 8/10

TENTANG PENULIS
Dimas Slebor

Panggilannya Dim, bukan Mas. Penggemar cerita-cerita Slice of Life, tapi juga suka robot-robotan. Suka review mainan di YouTube-nya. Lagi asik mengumpulkan mainan dengan uang pinjaman.