Review Venom: Tidak Sejelek yang Dinilai Kritikus Barat?

Film Venom dibantai oleh kritikus-kritikus Amerika. Namun apakah filmnya memang jelek? Begini pendapat kami!

Waktu yang ditunggu-tunggu para Marvel fans akhirnya datang juga! Film anti hero dari Spider-Man universe, Venom sudah bisa dinikmati penonton layar lebar di Indonesia mulai Rabu (3/10/18)!


CONTINUE READING BELOW

Venom Berikan Dua Post Credits, Ini Penjelasannya!

Film karakter Marvel memang selalu identik dengan post credits kan? Nah kali ini Venom memiliki 2 post credits nih!


Mengisahkan sebuah Symbiote berasal dari luar angkasa, film garapan Sony Pictures Entertainment ini sempat mendapatkan kabar simpang siur terkait rating-nya yang rendah.

Hal itu membuat para Marvel fans semakin curiga dengan penayangan film spin-off pembenci Spider-Man.

Ingin tahu bagaimana film ini? Berikut ulasan film Venom versi Duniaku.net!

SPOILER ALERT!!!

Sinopsis

Di awal film penonton langsung diperlihatkan adegan jatuhnya pesawat luar angkasa berisi symbiote di salah satu negara tetangga, Malaysia.

Saat petugas berhasil menemukan penumpang yang masih hidup ternyata makhluk luar angkasa ada dalam tubuh seseorang.

Alur film dilanjuti dengan keseharian seorang jurnalis investigatif Eddie Brock (diperankan Tom Hardy) di stasiun televisi MSNBC. Kesuksesan Eddie membuat dirinya memiliki show khusus The Eddie Brock Report berisi cerita-cerita ekslusif.

Kemudian ia diperintahkan untuk mewawancarai Dr. Carlton Drake (diperankan Riz Ahmed) terkait proyek roket terbaru miliknya.

Eddie yang tidak menyukai sosok Carlton berberat hati harus menjalankan tugas itu.

Sumber: imdb

Malam sebelumnya Eddie secara diam-diam mengakses informasi tentang rahasia gelap perusahaan Life Foundation milik Carlton. Kekasihnya Anne Weying (diperankan Michelle Williams) yang juga bekerja di sana dimanfaatkan sebagai sumber rahasia dari pertanyaan sensitif dan menuduh.

Eddie pun langsung diberhentikan dari pekerjaan, tak terkecuali kekasihnya.

Singkat cerita salah satu ilmuwan bernama Dr. Dora Skirth (diperankan Jenny Slate) mengiyakan tindakan Eddie. Ia pun mengundang Eddie masuk ke dalam laboratorium uji coba symbiote dengan manusia.

Melihat salah seorang relawan uji coba yang dikenal ada di ruangan terisolasi, Eddie bergegas menyelamatkan temannya. Tanpa disadari symbiote berada dalam tubuh temannya.

Benda hitam bernama Venom itu kemudian masuk ke tubuh Eddie dan mengubah dirinya.


CONTINUE READING BELOW

Mengupas Trailer Kedua Spider-Man: Into The Spider-Verse: Ada Siapa Saja?

Siapa Spider-Man itu? Siapa Spider-Man ini? Kok ada yang pakai robot? Dari pada bingung, simak nih ulasan trailer Spider-Man: Into The Spider-Verse dari Duniaku.net!


Alur Cerita Lambat

Mungkin setengah jam awal dari jalannya film ini akan terasa panjang bagi para penonton. Pasalnya latar belakang untuk Venom diceritakan begitu panjang sebelum pada akhirnya Eddie bertemu dengan symbiote hitam itu.

Jika background tersebut dipersingkat mungkin bisa menghilangkan rasa bosan di bagian awal film.

Tetapi untungnya semua scene itu memang berguna untuk menceritakan kisah Venom lebih lanjut, jadi tidak sia-sia lah istilahnya.

Menghibur Kamu!

Walau film ini terlihat memuat adegan tajam seperti menusuk dan memakan kepala orang (untuk makanan para symbiote) tanpa terduga-duga ada sisi humoris dari Venom sendiri!

Sering kali percakapan antara Eddie dengan Venom yang ada di dalam tubuhnya menghibur para penonton.

sumber: imdb

Celoteh random Venom kepada Eddie saat mereka datang ke kantor MSNBC untuk memberikan bukti misalnya.

Saat itu memang malam hari dan mereka datang secara diam-diam. Venom yang memiliki super power menyarankan Eddie loncat dari lantai atas agar segera sampai ke bawah dalam waktu singkat.

Hal itu tentu ditolak oleh Eddie yang takut ketinggian. Spontan, Venom pun mengejek dirinya sebagai pecundang.

Tak jarang juga rasa lapar symbiote hitam ini membuat Eddie melakukan hal-hal aneh di kehidupan nyata. Venom yang memiliki kontrol penuh sesekali membuat Eddie menggerecok restoran dengan duduk di kolam berisi lobster hidup.

Kesimpulan

Menurut pandangan Duniaku.net film karya Ruben Fleischer ini tidak seburuk website rating yang beredar di internet.

Tentu jika dibandingkan dengan film ciptaan Disney, beberapa aspek seperti CGI dan teknik pengambilan gambar memang dinilai agak kurang.

Beberapa adegan berkelahi dan kejar-mengejar di hutan terlihat sedikit cringe di film ini. Adegan slow motion yang disajikan pun tidak menimbulkan kesan greget bagi penontonnya.

Sumber: imdb

Mungkin karena ingin menyelamatkan rating PG-13, beberapa adegan bagus dari Venom terpaksa harus dipotong selama 40 menit.

Tom Hardy sendiri mengatakan adegan favoritnya tidak dimuat di hasil akhir film ini. Namun dirinya terlihat sangat mendalami perannya sebagai Eddie.

Overall Sony Pictures Entertainment melakukan tugasnya dengan baik walaupun sebenarnya mereka bisa lebih dari itu.

Atas dasar demikian Duniaku.net memberikan nilai 7 dari 10 untuk film spin off Spider-Man ini.

Jangan lupa untuk stay sampai film benar-benar berakhir ya! Karena nantinya akan ada 2 post credits yang bisa mengesankan kamu deh!

 


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!
TENTANG PENULIS
Natassha

Hobby nonton film Marvel dan Korea-Koreaan. Paling demen pilih role support di game! ps. Masih belajar dan sangat terbuka untuk kritik dan saran (natasshasung@gmail.com)