Lebih Kuat dari Iblis?! 7 Bukti Kehebatan Escanor Nanatsu no Taizai!

Escanor selalu membuktikan kalau dirinya terlalu kuat! Bahkan di puncak kekuatannya, kaum iblis pun bisa dilewatinya!

Tujuh protagonis utama Nanatsu no Taizai semuanya perkasa.

Namun di antara mereka semua, Escanor selalu mencuri perhatian.

Saat malam, Escanor ini hanya pria kurus kecil yang sangat lemah. Namun di saat siang, terutama di tengah hari? Dia adalah manusia terkuat di dunia Nanatsu no Taizai.

Bahkan mungkin bukan hanya manusia. Begitu tepat tengah hari, kekuatan Escanor Nanatsu no Taizai mampu sekalian melewati malaikat dan dewa.

Tidak percaya? Inilah bukti kekuatan Escanor Nanatsu no Taizai!

1

Mempermalukan Izraf

Secara kronologis, kehebatan Escanor Nanatsu no Taizai yang satu ini mendahului nomor-nomor berikutnya.

Escanor berhadapan dengan Izraf, sang Raja Vampir.

Begitu kekuatan Escanor bangkit, Izraf sama sekali tidak ada artinya di hadapan Escanor. Semua trik Izraf bahkan tak mampu membuat Escanor serius.

Patut diingat kalau kebangkitan kekuatan Escanor ini sebenarnya unik, karena saat itu tempatnya berada dikelilingi kegelapan. Namun kegelapan itu gagal untuk menghentikan kekuatan Escanor.

Pada akhirnya, Izraf pun musnah dengan memalukan.

2

Mempermalukan Garan

Sebelum bertemu Escanor, Garan disajikan sebagai ancaman yang berbahaya. Saat Ten Commandments ini mengejar Ban, Jericho, dan Elaine, kekuatannya sudah kembali meledak-ledak.

Sudah begitu, Garan juga didukung oleh Merascula.

Bagi Garan, mudah saja dia menangani Ban. Pengejaran itu berlangsung lama hanya karena Garan ingin bersenang-senang.

Lalu Jericho menemukan bar milik Escanor. Garan dan Melascula dapat menyusul mereka ke sana. Pada akhirnya, Escanor jadi terpaksa harus main dengan Garan.

Kesalahan Garan adalah memberi waktu bagi Escanor sebelum bermain. Saat Escanor terjaga (setelah tak sadarkan diri), matahari sudah muncul.

Aturan duel ini adalah masing-masing petarung menghajar satu sama lain hingga mati. Tidak boleh ada yang lari atau menghindar. Ini adalah kontes yang seharusnya dimenangkan oleh Garan si iblis perkasa.

Namun di hadapan Escanor, kekuatan Garan tidak ada gunanya. Garan yang takut pun mencoba lari, membuat dia terkena efek kekuatannya sendiri dan menjadi batu.

3

Mengalahkan Merascula (Tanpa Melakukan Apapun)

Begitu Garan kalah, Merascula mencoba menangani Escanor.

Untuk yang ini, Escanor benar-benar tidak melakukan apa-apa. Merascula sudah memangsa jiwa Escanor, namun jiwa pahlawan ini begitu panas hingga Merasculla malah terbakar.


CONTINUE READING BELOW

Spekulasi: Sebetulnya Sekuat Apakah Kozuki Oden di One Piece?

Sekuat apakah Kozuki Oden, ayah Momonosuke di One Piece? Dia sepertinya minimal selevel Tiga Bencana Kaido lho! Ini spekulasinya!


4

Melukai Drole dan Gloxinia (di Malam Hari)

Oke, jadi Escanor hampir mustahil dikalahkan di siang hari.

Namun gimana kalau dia dipaksa bertarung di malam hari?

Ini terjadi saat Escanor (dibantu Hawk) dipaksa melawan Gowther dan Jericho.

Ini pertarungan berat sebelah. Di satu sisi, Gowther dan Jericho itu tangguh. Di sisi lain, Escanor harus melawan mereka dalam wujud lemahnya dan ia “hanya” dibantu Hawk.

Gowther sendiri lalu “menyederhanakan” pertarungan dengan melumpuhkan Jericho dan Hawk, membuat duel jadi satu lawan satu.

Gowther ingin mengakhiri pertarungan secepatnya, namun teknik Gowther untuk mengurung Escanor dalam ilusi justru berbalik memberi kekuatan.

Meski malam hari, kenangan Escanor terhadap Merlin membuat dia memperoleh wujud kekarnya!

Meski begitu, Escanor tidak menggunakannya untuk menyerang Gowther. Dia justru menyerang Drole dan Gloxinia dan melukai parah keduanya.

Kalau saja acara ini terjadi di siang hari, kedua Ten Commandments itu tidak akan mampu melawan Escanor.

5

Mengalahkan Estarossa

Pertarungan ini terjadi di masa-masa kelam Nanatsu no Taizai.

Meliodas mati. Negeri manusia sudah diserang oleh iblis. Di saat inilah Escanor melawan Estarossa, salah satu yang bertanggung jawab atas tewas sementaranya Meliodas.

Dengan kekuatan Full Counter, Estarossa mampu memberi perlawanan menarik melawan Escanor. Escanor bahkan sempat terlihat terdesak.

Lalu hari menjadi siang, dan Estarossa yang perkasa ternyata juga tak berarti di hadapan Manusia Terkuat di Dunia.

Setelah kalah dari Escanor, Estarossa harus menjalani pemulihan panjang.

6

Mengalahkan Meliodas

Pertarungan antara Meliodas yang menjadi jahat dan melawan Escanor ini terasa seperti duel antara ego. Dua sosok yang sama-sama menganggap diri mereka sebagai yang terkuat.

Meliodas berhasil mendesak Escanor. Escanor tampaknya akan kalah.

Namun sekali lagi, saat duel dimulai hari belum siang.

Semakin siang, semakin kuat pula Escanor. Lalu di duel ini, pertarungan berlangsung hingga tengah hari, momen di mana kekuatan Escanor di puncak.

Begitu Escanor mencapai wujud The One di tengah hari, Melidoas pun ditumbangkannya dengan tebasan tangan.

7

Menghajar Zeldoris

Ini masih fresh dari bab 289.

Zeldoris menunjukkan kekuatannya dengan menangani Ludociel dan musuh-musuh yang mencoba melawannya.

Lalu Escanor mencapai wujud The One.

Zeldoris dan Escanor pun beradu kekuatan dalam jarak dekat (meski seharusnya setelah Zeldoris melepas kekuatan penuhnya, tidak ada makhluk yang bisa masuk ke jangkauannya).

Pada akhirnya, Escanor mampu mengungguli kekuatan Zeldoris dan membuat saudara Meliodas itu tak sadarkan diri sejenak.

Escanor tidak mampu mengalahkan Zeldoris. Ia kehilangan kekuatannya mendadak di tengah pertarungan.

Namun upaya Escanoir ini memberi kesempatan bagi Ludociel untuk mengatasi Zeldoris.


Itulah tujuh bukti kekuatan Escanor Nanatsu no Taizai.

Super sekali ya pria yang satu ini.

Gimana pendapat kamu? Sampaikan di kolom komentar!

Jangan lupa like fan page Duniaku.net supaya kamu tak ketinggalan berita anime terbaru!

Share this article

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.