Review Creed II: Penuntasan Dendam Lama Creed Melawan Drago

Perpaduan tinju dan drama di atas ring yang sempurna nih gaes! Yang suka baku hantam, cobain deh!

Kamu pernah menonton Rocky IV? Kalau sudah, kamu pasti familier dengan sosok Captain Ivan Drago (Dolph Lundgren) yang menewaskan Apollo Creed (Carl Weathers) di atas ring. Pada Creed II, giliran Adonis Creed (Michael B. Jordan) yang berhadapan dengan Viktor Drago (Florian Munteanu). Keduanya harus sekali lagi menari di atas canvas, dengan dagu terangkat dan tangan terkepal.

Creed dan Dendamnya

Kisah Creed II dibuka dengan kemenangan berturut-turut Adonis Creed di perebutan gelar tinju kelas berat WBC. Kemenangan tersebut membuat dirinya selalu dielu-elukan di pertandingan manapun. Bagi rakyat Amerika, Creed adalah juara baru yang namanya bisa disandingkan dengan Rocky maupun Apollo.

Pada sisi lainnya, kehidupan Creed mulai berjalan mulus. Dia melamar Bianca Taylor (Tessa Thompson) dan pindah ke Los Angeles agar tinggal dekat dengan ibunya. Tidak lama setelah mereka menikah, ternyata Bianca dinyatakan hamil sehingga lengkap sudah kehidupan Creed sebagai seorang pria.

Kebahagiaan Creed dan Bianca ternyata tidak berlangsung lama. Viktor Drago, anak dari Ivan Dragon, menantang Creed untuk perebutan gelar WBC. Mengetahui tantangan tersebut, Rocky (Sylvester Stallone) malah menolak permintaan Creed untuk kembali berlatih demi menghadapi Viktor.

Melihat Rocky tidak mau melatih dirinya, Creed akhirnya kembali ke Tony “Little Duke” Evers (Wood Harris), yang merupakan anak dari pelatih Apollo Creed. Keduanya lalu berlatih untuk naik ke atas canvas sekali lagi, menghadapi anak dari musuh besar orang tua mereka.

Drama di Atas Ring Tinju

Creed II tidak berbicara melulu tentang perkelahian di atas canvas, di dalamnya kamu akan menemukan akting yang meyakinkan dari Michael B. Jordan dan berbagai interaksi yang terjadi antara Creed, Bianca, dan Rocky.

Kamu akan mendapati kalau kisah Creed II sangat menguras emosi. Berkali-kali hati kami dibuat bergemuruh karena dialog yang diucapkan oleh Rocky dan Creed. Bagi kami chemistry keduanya menggambarkan hubungan yang lebih dari sekedar guru dan murid, bahkan mungkin melebihi pertalian darah.

Berbagai momen digambarkan dengan sangat apik oleh sang sutradara, Steven Caple, sehingga kamu akan merasa terhanyut ke dalam bagian-bagian kisah hidup Creed. Kehamilan Bianca yang menjadi salah satu elemen cerita, ikut menjadi penanda waktu berapa lama kisah Creed II bergulir.

Segala kelebihan di atas masih diimbuhi lagi dengan musik dan suara top notch yang ikut membangun emosi dan feel di atas ring tinju yang tidak mudah digambarkan begitu saja. Bisa dibilang semua suara jab, hook, dan uppercut terdengar menggema hingga ke tulang rusuk, menjadikan momen-momen tersebut sangat sulit untuk dilupakan.

Kesimpulan Akhir

Creed II adalah sebuah sekuel apik yang wajib kamu tonton. Letupan emosi di dalamnya tidak main-main dan menjadi sedikit candu bagi siapapun yang mengikuti kisah Rocky hingga Creed. Kalau kamu ternyata adalah penonton baru seri ini, Creed II tetap bisa kamu nikmati dengan mudah walaupun mungkin akan ada sedikit pertanyaan di sana-sini.

Dengan kualitas yang ditawarkan Creed II kami ganjar dengan nilai 4 bintang dari total 5 bintang. It may not seem like it now, but this is more than just a fight!

Jangan lupa like fan page Duniaku.net untuk terus memantau perkembangan dunia film!

Share this article

TENTANG PENULIS