Review Day 1 Pekan Sinema Jepang 2018: One Cut of the Dead!

Bowfinger dan Shaun of the Dead masuk blender? One Cut of The Dead
#OneCutOfTheDead #PSJ2018

Hari pertama Pekan Sinema Jepang 2018 sudah kita jabani, dan film-film di dalamnya yang keren-keren juga sudah kita saksikan dan nikmati! Dan tentu saja, salah satunya adalah One Cut of the Dead sebagai film pembuka festival ini!

Tentu saja, bagi kamu-kamu yang tidak sempat untuk menyaksikan film ini, kamu masih mendapat kesempatan kedua untuk menonton semuanya di dalam daftar tontonan Pekan Sinema Jepang 2018 yang diadakan di CGV Grand Indonesia Jakarta sepanjang minggu ini!

Tapi sebelum itu, jelas kamu harus membaca review-review eksklusif versi Duniaku yang wajib kamu baca dahulu sebelum menentukan apakah kamu wajib menonton film ini atau tidak. Apa saja film tersebut? Simak review-review-nya di bawah ini!

1

One Cut of The Dead!

Sinopsis:

Berkisah tentang seorang sutradara film yang terobsesi untuk merekam adegan-adegan nyata, ia pun tidak berhenti merekam ketika lokasi syuting mereka kedatangan serbuan para zombie yang muncul entah dari mana. Tapi eit, itu baru sepertiga dari filmnya!

Review:

One Cut of the Dead adalah 1/3 film zombie, 1/3 film keluarga, dan 1/3 film komedi inspiratif. Film yang satu ini paham betul bagaimana ekspektasi orang-orang terhadap film zombie, dan kemudian memutarbalikkan ekspektasi para penonton mentah-mentah sekaligus merangkulnya lewat eksekusi yang cakep dari arahan Shinichiro Ueda dan para aktor dan aktrisnya!

Ketika akting-akting yang aneh dan kocak sepanjang lebih dari 30 menit film itu berpindah ke dua segmen terbarunya, ia justru menjadi momen pencerahan yang bakal mengocok perutmu sampai habis! Sebagai film genre, seluruh isi film ini meneriakkan kata ‘KREATIF’!

Diawali dari penampakan yang persis seperti yang ingin disuguhkan oleh trailer film tersebut, kita tentu dipandu dengan bagaimana ternyata film tersebut adalah sebuah persiapan besar untuk rentetan humor yang akan melanda selama dua babak selanjutnya.

Akting Takayuki Hamatsu yang meyakinkan sebagai sutradara yang memendam stres menumpuk selama karirnya justru menambah efek komedi tersebut sekalinya ia meledak, dan begitu pula dengan Harumi Shuhama bersama Mao yang menjadi sorotan bagian kedua film ini.

Di bagian ketiga, justru kita diperkenalkan dengan tokoh utama baru yang mulanya bersembunyi sebagai tokoh pendukung di bagian kedua film tersebut. Sang asisten DOP, yang diperankan oleh Sakina Asamori langsung ikut masuk sorotan dan mencuri momen-momen konyol di bagian terakhir film tersebut!

Bingung rasanya melihat kekurangan dari film ini selain dari hal yang sangat-sangat harus memicingkan mata. Apalagi karena ketika semakin sering kita menonton film ini, semakin banyak pula hal konyol yang kita sadari kemudian!

Rating: 10/10

2

Honorable Mentions

Samurai Hustle

Sinopsis:

Komedi ini mengisahkan tentang seorang dari klan samurai miskin yang terpaksa menerima tuntutan aneh dari Shogun untuk datang ke Tokyo dalam lima hari. Apa yang aneh dari permintaan ini? Sang pemimpin klan, Masaatsu Naito, tinggal di Jepang bagian utara dan perjalanan ke Edo butuh waktu sekitar 12 hari.

Review:

Kisah komedi samurai yang unik ini sayangnya terhambat dengan eksekusi komedi yang tipikal, lengkap dengan kelemahan di bidang CG yang mengganggu pengalaman menonton seperti ‘serigala’ yang seolah tidak meyakinkan untuk menjadi ancaman yang seram.

Rating: 6.5/10                                                                       

Lu Over The Wall

Sinopsis:

Lu Over the Wall adalah satu lagi karya animasi dari sutradara Masaaki Yuasa yang masuk ke layar lebar. Kisah pertemuan Kai dengan seorang putri duyung bernama Lu, yang perlahan berujung entah berkah atau petaka ini juga memamerkan animasi dan nada kisah yang lebih meriah dari yang ditampilkan trailer-nya.


CONTINUE READING BELOW

Bingung Pilih Tontonan? Jangan Khawatir! Ini 8 Rekomendasi Film Pekan Sinema Jepang 2018!

Bingung cari film Jepang keren dan anime yang menarik? Baca kompilasi rekomendasi film di Pekan Sinema Jepang 2018 versi kita!


Review:

Lu Over The Wall memiliki pesan yang biasa muncul pada film-film keluarga, tapi dengan animasi yang lebih berani. Berani bagaimana? Komposisi visual anime yang mengagumkan dan mampu bersaing dengan anime sekelas Ponyo on the Cliff by the Sea, dengan sentuhan yang lebih liar.

Rating: 8/10

Apakah kamu punya rekomendasi tontonan lain di Pekan Sinema Jepang 2018? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

TENTANG PENULIS
A. Daniel

Kadang dipanggil Nyasu, makin jarang dipanggil Adhitya maupun Daniel. Sulit menggunakan medsos lain selain Facebook. Penulis fiksi yang belum siap lahir batin kalau wattpad-nya kedatangan pembaca baru.