Review Day 3 Pekan Sinema Jepang 2018: The Tale of Princess Kaguya!

Tidak ketinggalan juga, kita menonton salah satu dari anime terkeren Studio Ghibli di acara ini!
#PSJ18 #PekanSinemaJepang2018

Pekan Sinema Jepang 2018 sebentar lagi akan memasuki acara penutupannya, dan tentunya kamu tidak mau ketinggalan karena akan ada pemutaran film kolaborasi Jepang-Indonesia, Laut alias The Man From The Sea! Tapi tunggu dulu, karena kamu wajib baca dulu review The Tale of Princess Kaguya dan dua film lainnya berikut ini!

Rangkaian film Jepang Ghibli bukan pendatang baru tentunya di dalam bioskop Indonesia. Tapi jelas daya tarik besar dari karya-karya studio tersebut yang membuatnya selalu menjadi panutan di dalam tontonan kartun Jepang, yang tentunya salah satunya adalah The Tale of Princess Kaguya!

Maka dari itu, bagaimanakah pendapat kita tentang anime karya Isao Takahata tersebut? Simak ulasan The Tale of Princess Kaguya selengkapnya di bawah ini!

The Tale of Princess Kaguya

Sinopsis:

Anime terakhir yang dikaryakan oleh mendiang Isao Takahata ini juga menjadi bagian dari rangkaian penayangan film Jepang di Pekan sinema Jepang 2018. Kisah tentang legenda Putri Bulan dari Jepang ini mencoba untuk menceritakan ulang dongeng tersebut, tapi sepenuhnya dari sang putri.

Film yang menangkap kegundahan dan dilema yang dihadapi oleh Putri Kaguya antara hidup bersama orang tua tirinya atau pulang kembali ke negeri asalnya ini pun dianimasikan dengan gaya yang tidak biasa dan lebih ekspresif, sehingga ia memberikan pengalaman baru ketika menontonnya.

Review:

Kisah terakhir yang disutradarai oleh Isao Takahata ini juga adalah kisah paling menyentuh kedua yang diciptakannya setelah Grave of the Fireflies. Dalam karya yang melankolis ini, sudut pandang Legenda Putri Kaguya tersebut berpindah dari kedua orang tua penebang bambu menjadi sang putri Kaguya sendiri!

Dianimasikan dengan gaya bak lukisan tinta cair, garis-garis lugas yang menggambarkan kegundahan emosi sang Putri Kaguya juga begitu mengena secara visual, tanpa mengorbankan penonton yang awam!

Akting suara yang diberikan kepada setiap karakter pun sangat mengesankan, bila bukan karena lagu penutup yang terasa sangat tidak cocok dengan seisi film. Hati-hati jangan sampai terharu!

Skor: 9/10

Honorable Mentions!

Yojimbo

Sinopsis:

Yojimbo adalah prototipe dari banyak sekali film kriminal maupun aksi di dalam Hollywood di masa depan. Bahkan, kisahnya saja dikopi mentah-mentah oleh Sergio Leone ke dalam trilogi Spaghetti Western buatannya! Sudah pasti, Yojimbo adalah film jadul yang wajib kamu tonton luar dalamnya!

Berkisah tentang seorang samurai tak bertuan yang mencoba untuk mengadu kedua kekuatan besar di suatu tempat, setting ini mengawali kisah-kisah yang secara langsung maupun tidak langsung juga memanfaatkan gaya bercerita ini di dalam adaptasi-adaptasi filmnya!

Review:

Sebagai film samurai yang menginspirasi genre Spaghetti Western, Yojimbo sendirinya memiliki struktur cerita yang solid dan sinematografi terdepan jauh setelah eranya berlalu. Jelas film ini layak disebut sebagai salah satu film klasik yang wajib ditonton oleh para penggemar film aksi apapun!

Skor: 8/10


CONTINUE READING BELOW

Skandal Skinnyfabs Viral, Apa yang Terjadi?

Tidak lama ini, sebuah skandal menimpa salah seorang selebriti internet yang sempat viral beberapa waktu lalu, yakni Skinnyfabs. Apa yang terjadi di tengah skandal tersebut?


PONOC Short Films Theatre Vol. 1 – Modest Heroes

Sinopsis:

Kumpulan anime pendek karya sutradara-sutradara Ponoc ini mengisahkan ketiga pahlawan di dalam tiga skenario yang berbeda, menyimbolkan pahlawan-pahlawan sederhana di masa kita.

Review:

Tiga film pendek berdurasi kurang dari setengah jam ini memiliki kekuatan utamanya  dalam menyampaikan pesan tentang para pahlawan cilik dengan cara-cara yang unik! Bagian favorit penulis tentu saja Samurai Egg, yang menceritakan tentang seorang anak yang berjuang menghadapi alergi telurnya di tengah bahaya dunia luar!

Skor: 8/10

Apakah kalian punya film Jepang favorit dari Pekan Sinema Jepang 2018? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

TENTANG PENULIS
A. Daniel

Kadang dipanggil Nyasu, makin jarang dipanggil Adhitya maupun Daniel. Sulit menggunakan medsos lain selain Facebook. Penulis fiksi yang sekarang pindah ke Webnovel.