Review Happy Death Day 2U, Mati Lagi, Lagi dan Lagi

Lah si Tree mati bolak-balik lagi?!!

Pada tahun 2017 kami dikejutkan dengan sebuah film komedi slasher low budget berjudul Happy Death Day yang sangat seru dan menghibur.

Film tersebut mendapatkan nilai biasa saja dari para kritikus film tapi ternyata meledak di pasaran, termasuk di Indonesia.

Pada tahun 2019 ini, Happy Death Day mendapatkan sekuel yang berjudul Happy Death Day 2U. Apakah film ini mampu menyaingi prekuelnya? Ayo kita simak reviewnya di bawah ini.

Mati Lagi!

Kisah Happy Death Day 2U masih berurusan dengan kematian berulang yang dialami oleh Theresa “Tree” Gelbman (Jessica Rothe). Lebih tepatnya kisah di film ini berjalan satu hari setelah Tree berhasil memecahkan kasus pembunuhan yang menimpa dirinya berulang kali di hari ulang tahunnya.

Setelah menjalani satu hari tanpa reset atau time loop, ternyata sang pembunuh masih berkeliaran, tapi kali ini yang diincar bukan lah Tree, melainkan Ryan (Phi Vu) yang merupakan teman baik dari Davis (Israel Broussard).

Dalam kasus time loop Ryan, ternyata Tree berhasil mengalahkan sang pembunuh hanya dalam satu kali time loop saja. Yang jadi masalah adalah, ternyata sang pembunuh tersebut bukanlah orang asing, dan dia memberikan peringatan tentang penemuan Ryan yang bakal mengacaukan segalanya.

Dari sini kisah berjalan liar. Ryan yang berusaha menjalankan mesin ciptaannya untuk membantah perkataan sosok misterius tersebut, ternyata malah mengirim Tree ke dimensi paralel yang memiliki pembunuh berbeda dengan korban berbeda pula. Hasilnya Tree harus kembali mengulangi harinya lagi dengan berbagai cara.

Puluhan Cara Mati Lainnya

Dalam sekuel ini Christopher Landon bermain-main dengan alur kisah Happy Death Day secara gila-gilaan. Kamu akan menemukan berbagai komedi dan adegan yang super lucu plus menghibur. Landon dengan berani menambahkan unsur sci-fi yang tidak terlalu detail tetapi tetap menjadi plot utama yang sangat menarik. Bisa dibilang Happy Death Day 2U merupakan sebuah sekuel yang sangat berhasil dan komplit.

Kerennya lagi Happy Death Day 2U bergulir di kisah utama Happy Death Day, jadi kamu akan menemukan berbagai penjelasan yang membentuk kisah di film utamanya, tetapi dengan aturan baru yang tidak hanya fokus pada kasus pembunuhan yang Tree alami. Bagi yang sempat lupa, di film ini diselipkan flashback film pertamanya.

Jessica Rothe kembali tampil bersinar sebagai Tree. Karena kini dia sudah menjadi gadis baik hati yang tidak menjengkelkan, dia akan berjuang dengan senang hati untuk teman-temannya dengan cara mati berkali-kali. Yah, walaupun dia akan semakin lemah setiap kali mengalami time loop.

Karena tidak berfokus pada kasus pembunuh Tree, film ini memiliki banyak space untuk menceritakan karakter sekunder lainnya. Seperti misalnya karakter Ryan yang diperankan oleh Phi Vu, ternyata menjadi kunci utama dari semua peristiwa di Happy Death Day.Di film ini dijelaskan kalau Ryan memiliki dua rekan lab yang sama konyolnya. Mereka adalah, Samar yang diperankan Suraj Sharma dan Dre diperankan Sarah Yarkin.

Selain Ryan, kamu juga bakal menemukan Danielle yang diperankan oleh Rachel Matthews. Danielle bakal memiliki peran yang jauh lebih penting dan bakal mengocok perutmu dengan cara yang sedikit berbeda dari yang lainnya.

Kesimpulan Akhir

Happy Death Day 2U adalah sebuah sekuel cerdas yang berhasil memberikan sudut pandang yang berbeda dari segala peristiwa yang terjadi di Happy Death Day. Bisa dibilang film ini memilih untuk melengkapi alur utama film pertamanya, ketimbang memaksakan diri untuk membuat time loop baru dan pembunuh baru yang tidak masuk akal.

Paling satu-satunya “kekurangan” film ini datang dari keharusan kamu untuk menyaksikan film pertamanya untuk mengerti keseluruhan plot yang terjadi di Happy Death Day 2U. Kalau kamu memaksakan diri menonton sekuelnya langsung, kamu pasti akan sedikit kehilangan arah di awal dan tengah-tengah film.

Oh iya, Jangan buru-buru bergegas usai menonton karena akan ada cuplikan di tengah kredit yang akan mengarah ke film selanjutnya dari franchise Happy Death Day.

Share this article

TENTANG PENULIS