Tidak Sefenomenal Front Mission, Begini Review Left Alive

Dibandingkan gim aksi espionase lain, Left Alive serba tanggung.

Square Enix bersama judul terbarunya, Left Alive mengambil langkah berani ketika ia banting pakem dari gim RPG strategi menjadi gim bergenre aksi Third Person Shooter. Bagaimana tidak? gim PS4 dan PC ini lantas mencoba untuk menjadi sebuah spin-off dari seri populer Front Mission. Bagaimana dengan review Left Alive versi kita?

1

Gameplay yang Kaku

Square Enix menawarkan pengalaman ganda untuk bermain secara barbar, atau bermain dengan sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, implementasinya dalam gim ini justru membingungkan karena tidak terasanya insentif untuk bermain lebih aktif nan cepat.

Masalah selanjutnya, untuk bagian stealth justru deteksi musuh terasa sekali keanehannya. AI musuh yang mampu mendeteksi pemain bahkan ketika jauh tersembunyi di balik obyek kendaraan pun membuat kita tidak bisa sepenuhnya menganggap ini sebagai gim yang intuitif tapi taktis.

2

Kualitas Grafis Tanggung

Ilustrasi indah Yoji Shinkawa tidak menggambarkan hasil akhir yang terjadi di dalam gimnya itu sendiri. Tidak sedikit di antara obyek-obyek dalam gim tersebut yang masih berbalok semata dan tidak begitu mendetil di PS4-nya. Untuk model tokoh sendiri hal tersebut semakin terasa dengan janggalnya tekstur sang tokoh untuk ukuran gim PS4.

3

Mekanisme yang Aneh

Untuk sebuah gim aksi, melempar elemen simulasi seperti mode crafting yang statis adalah pilihan yang aneh. Mengumpulkan komponen dan merangkainya hingga menjadi senjata baru di tempat lebih baik jika bisa lebih sederhana untuk gim seperti ini, yang butuh lebih banyak gerakan agar ia bisa tampak hidup.

4

Kesimpulan

Banyak sekali potensi yang terlewatkan di dalam Left Alive. Tidak hanya ia mengambil resiko untuk mencoba menjadi sesuatu yang baru, ia pun gagal menggaet daya tarik fansnya lebih dari sekadar kulit Front Mission, ilustrasi dan cerita yang cukup apik sebagai sebuah spin-off.


CONTINUE READING BELOW

IESPA: Kalau PUBG Melahirkan Bibit Terorisme, Seharusnya Banyak Kasusnya

Seandainya PUBG melahirkan bibit terorisme, seharusnya sudah banyak laporan kasusnya di Indonesia. Berikut pendapat Eddy Lim, ketua IESPA tentang hal tersebut.


Karena gameplay yang tidak pasti antara ingin menjadi gim berelemen stealth atau aksi, hasil review Left Alive yang gagal menggabungkan kedua elemen ini mendapatkan nilai 5/10

Maka dari itu, apa pendapat dan impresi kalian terhadap Left Alive? Bagikan opini kalian tentang gim ini melalui kolom komentar di bawah, ya!

TENTANG PENULIS
A. Daniel

Kadang dipanggil Nyasu, makin jarang dipanggil Adhitya maupun Daniel. Sulit menggunakan medsos lain selain Facebook. Penulis fiksi yang belum siap lahir batin kalau wattpad-nya kedatangan pembaca baru.