Review Hellboy, Mendekati Gambaran Mike Mignola

Entah mengapa LSI memotong banyak sekali adegan Hellboy dengan sangat kasar. Sepertinya film ini seharusnya memiliki rating umur 21+ tetapi dipaksakan menjadi 18+ di Indonesia!

Pada tahun 2004, komik Hellboy yang menjadi buah karya Mike Mignola diadaptasi ke layar lebar oleh Guillermo del Toro. Film tersebut menuai sukses berkat monster-monster yang dimunculkan dari visi Toro. Empat tahun kemudian, Toro kembali membuat sekuelnya yang berjudul Hellboy II: The Golden Army. Lagi-lagi film tersebut mendulang sukses sehingga Toro tertarik untuk membuat lanjutannya.

Sayang proyek lanjutan Hellboy tersebut berhadapan dengan PR nightmare yang ujung-ujungnya dibatalkan karena tidak ada yang mau mendanai proyek tersebut. Pada tahun 2017, Mike Mignola mengumumkan kalau Hellboy akan hadir sebagai sebuah reboot. Walaupun dirinya tidak terlibat langsung, tapi dia tetap berdiri sebagai eksekutif produser.

Lahirnya Anung Un Rama

Berbeda dengan Hellboy pertama dan kedua, kali ini sang sutradara Neil Marshal berbaik hati menceritakan asal-muasal sang iblis merah. Karena hal ini, kamu jadi tidak menemukan karakter inti yang hadir pada dua film sebelumnya. Sebagai gantinya kamu akan diajak berkenalan dengan sosok Hellboy (David Harbour) lebih dalam dan seluruh orang-orang aneh yang ada di dalamnya.

Diceritakan kalau sang Hellboy adalah iblis yang dipanggil ke dunia ini oleh Rasputin. Pada waktu sang iblis muncul, Trevor Bruttenholm (Ian McShane) malah tidak membunuh sang iblis dan malah memilih untuk memeliharanya layaknya seorang anak.

Hubungan ayah anak ini terus berlangsung hingga akhirnya Hellboy beranjak dewasa dan ikut ambil bagian dari kegiatan BPRD (Bureau for Paranormal Research and Defense). Pada suatu hari, Hellboy diperintahkan untuk berburu raksasa bersama klub Osiris, sebuah klub rahasia seperti BPRD.

Dalam perburuan tersebut, Hellboy diserang oleh para anggota Osiris. Mereka percaya kalau sang iblis merah adalah monster yang akan memulai hari akhir. Dalam penyerangan tersebut Hellboy berusaha membela diri dan mengalahkan orang-orang yang menyerang dirinya. Sayang mereka bersenjata lengkap dan Hellboy luka parah.

Untunglah para raksasa menyerang anggota Osiris yang nyaris membunuh Hellboy. Melihat pasukan yang menyerang dirinya kocar-kacir, Hellboy berpikir untuk melarikan diri. Sayang, upaya ini juga gagal karena para raksasa juga menyerang Hellboy yang tinggal sendirian.

Dalam kondisi terluka parah, Hellboy berhasil mengalahkan dan membunuh para raksasa, sebelumnya akhirnya pingsan dan ditolong oleh Alice (Sasha Lane). Dalam persembunyiannya bersama Alice, Hellboy diserbu oleh M11 yang merupakan agen rahasia pemerintah Inggris untuk masalah supranatural. Penyerbuan tersebut ternyata hanyalah sebuah operasi pengambilan kembali yang diperintahkan oleh sang ayah.

Dalam operasi tersebut sang ayah menjelaskan kalau penyihir darah, Vivienne Nimue (Milla Jovovich) akan bangkit kembali. Hellboy harus bertempur dan mempertahankan bagian terakhir dari Nimue yang berada di klub Osiris. Apakah Hellboy berhasil melakukan pekerjaannya? Atau dia malah membalas dendam ke klub Osiris?

Mendekati Visi Mike Mignola

Dua versi dari Hellboy sebelumnya memang sangat menjual di Hollywood, tapi bagi kami versi tersebut sangatlah jauh dari gambaran Mike Mignola. Baru pada versi reboot ini kami menemukan apa yang kami cari dari sebuah film Hellboy. Walaupun mendapatkan tone down untuk urusan detil dunianya, tetapi secara garis besar kami lebih menyukai Hellboy versi baru ini.

Anung Un Rama digambarkan sebagai makhluk yang sangat brutal dalam bertindak, lebih banyak beraksi terlebih dahulu baru bertanya kemudian. Kemudian, kehadiran sang ayah di film ini turut menjelaskan motif dan semua jalan pikiran Hellboy. Dia kerap bergulat dengan keinginannya yang kuat untuk melindungi manusia, tetapi terkadang harus pasrah pada nasibnya yang menjadi kunci utama kehancuran dunia.

Selain asal-usul dan sifat Hellboy, kami juga disuguhi banyak karakter yang tidak diperkenalkan pada dua film sebelumnya. Karakter-karakter tersebut bisa dibilang sangat banyak dan mampu mengisi alur cerita dengan baik, sambil memperkaya alur cerita sang iblis merah.

Dirusak Sensor

Satu-satunya masalah kami pada film Hellboy, justru datang dari lembaga sensor Indonesia. (LSI). Entah mengapa LSI memotong banyak sekali adegan Hellboy dengan sangat kasar. Sepertinya film ini seharusnya memiliki rating umur 21+ tetapi dipaksakan menjadi 18+ di Indonesia. Kalau memang begitu, maka kami sangat sedih dengan keputusan yang diambil pihak studio di Indonesia.

Seharusnya film ini dibiarkan begitu saja dengan rating dewasa. Pasalnya sensor yang dialaminya terbilang sangat parah dan merusak mood penonton. Kami tahu adegan yang ada di Hellboy memang terlalu gore, tapi memotongnya secara kasar mungkin bukanlah sebuah langkah yang bijak.

Hasilnya Hellboy ini kami beri dua nilai sekaligus. 3,5 dari 5 bintang untuk filmnya dan 2 dari 5 bintang untuk sensornya.

Share this article

TENTANG PENULIS