Agate Bersama Bekraf, Pemprov Jawa Barat, dan Summarecon Bandung Siap Bangun Industri Gim Indonesia!

Kamu juga siap bantu mengembangkan industri ini tidak?

Pada selasa 23 April 2019, terjadi hal yang bersejarah dalam industri gim di Indonesia. Agate, bersama dengan Bekraf, Pemprov Jawa Barat, dan Summarecon Bandung melakukan peresmian kerja sama untuk industri gim di Indonesia!


CONTINUE READING BELOW

Rugi Sekitar 16 Juta Rupiah, Kami Mewawancarai Kolektor yang Figurenya Dirusak Istri!

Pernah membayangkan nilai nominal sekitar 16 Juta Rupiah dari koleksi Figure menghilang begitu saja? Ini yang terjadi dari salah satu kolektor yang figurenya dirusak Istri, dan kami mewawancarainya!


Bersamaan dengan genapnya umur Agate yang ke-10 tahun, mereka ambil bagian untuk pengembangan industri gim Indonesia bersama Summarecon Bandung, Bekraf, dan Pemprov Jawa Barat.

Dalam peresmian yang dilaksanakan di kantor Agate di Bandung ini, datang CEO dari Agate yaitu Arief Widhiyasa, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Bekraf, dan Herman Nagaria selalu Direktur Bisnis dan Pengembangan Properti Summarecon Agung.

Sebelum melakukan tanda tangan peresmian kantor baru Agate di area Teknopolis Bandung, di kawasan
Summarecon, Gedebage, Bandung, ada juga sambutan yang diberikan dari keempatnya. Tema dari sambutan keempatnya dalam satu tema tentang perkembangan dan ingin memajukan industri gim di Indonesia, namun dari berbagai sudut pandang.

Terlebih fakta bahwa Industri gim sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, memiliki potensi bisnis yang
sangat besar yang dapat berkontribusi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang sayangnya masih belum dikembangkan secara maksimal di Indonesia.

Hingga kini, pangsa pasar untuk gim-gim lokal masih berada di kurang dari 5%. Melihat permasalahan ini, ketiga institusi di luar Agate sebagai pelaku utama industri gim, mulai melirik untuk turut mengembangkan industri ini.

Dengan pengalaman Agate di industri ini selama 10 tahun, Hari Santosa dan Ridwan Kamil mengamini mimpi dan kerja keras Agate yang telah menjadi salah satu outlier (mengambil referensi dari buku karangan Malcolm Gladwell, Outliers) untuk industri gim Indonesia.

Ridwan Kamil juga sangat setuju bahwa kali ini adalah era gim, di mana industri kreatif ini harus dioptimalkan dan dibantu denga maksimal oleh Negara, namun Negara tak boleh membatasi karena generasi muda yang berkecimpung di bidang kreatif tak bisa dibatasi geraknya.

Dengan harapan besar ini, Agate bersama dengan 3 institusi tersebut bersiap membawa industri gim di dalam Negeri Indonesia semakin berkembang pesat lagi!

TENTANG PENULIS
Dimas Slebor

Panggilannya Dim, bukan Mas. Penggemar cerita-cerita Slice of Life, tapi juga suka robot-robotan. Suka review mainan di YouTube-nya. Lagi asik mengumpulkan mainan dengan uang pinjaman.