Pembahasan One-Punch Man Season 2 Episode 3: Garou Ketemu Saitama!!

Dalam pertemuan pertama ini, Garou tentu saja dipermalukan sama Saitama! Wkwkwkwkwkwk

Duniaku.net – Aksi Garou memburu para hero semakin menjadi.

Di sisi lain, Saitama baru saja menangani Sonic (lagi) dan memperoleh Fubuki sebagai… uh… kenalan baru.

Jadi, apa yang terjadi di One-Punch Man season 2 episode 3?

Simak ulasannya di bawah ini!


CONTINUE READING BELOW

Tanpa Spoiler!! Review Avengers: Endgame, Kisah Penutup yang Heroik

Pingin nonton Avengers: Endgame tapi pingin tau dulu kualitasnya? Cek review Avengers: Endgame dari kami ini. Tidak ada spoiler yo!


1

Garou Mengalahkan Hero Kelas S Pertama Kali

Korban Garou di One-Punch Man season 2 episode 3 ini bisa dibilang banyak.

Ia menjatuhkan beberapa hero kelas A (Spring Mustachio, Golden Ball) dan hero kelas C (Mumen Rider).

Namun highlight Garou di episode 3 ini jelas adalah momen di mana ia mengalahkan Tanktop Master.

Tanktop Master memang peringkat bawah di hero kelas S. Dia adalah hero kelas S ranking 16, ada di atas Puri-Puri Prisoner (hero kelas S ranking 17, terendah di antara yang lain).

Meski begitu, dia tetap petarung tangguh. Dia bahkan mampu mengejutkan Garou.

Masalahnya, begitu Garou sudah menganalisis gerakan Tanktop Master, ia pun bisa menggunakan ilmu bela diri yang diajarkan Bang untuk merontokkan hero itu dan juga para pengguna tanktop lain.

2

Perburuan Garou oleh Bang dan Bomb

Di awal episode 3, Bang mengeluarkan paksa Charanko dari dojo.

Ini sebenarnya dilakukan Bang untuk melindungi Charanko, berhubung ia kemudian memanggil Bomb (saudaranya) untuk memburu Garou.

Tragisnya, Bang kemudian menemukan kalau Charanko juga telah dihajar oleh Garou.

Sebenarnya, berhubung Charanko bukan hero, ia mungkin tidak akan diincar oleh Garou jika dia menghindar. Namun setelah melihat aksi Garou, Charanko mencoba menyerangnya.

Perbedaan level kekuatan membuat Garou bisa menang dengan mudah.

3

Sisi Baik Garou

Walau mengatakan dirinya monster, Garou memiliki sisi baik.

Mulai terlihat di episode ini kalau Garou tidak membunuh satu pun hero yang ia kalahkan dengan brutal. Tanktop Master masih hidup, Charanko masih hidup, Mumen Rider pun masih hidup.

Mereka hanya luka-luka parah.

Garou juga diperlihatkan ngobrol santai dengan seorang anak kecil yang membaca guide mengenai hero dan monster.

Kalau kamu bukan hero, Garou tidak tertarik memburumu kecuali kamu menyerang duluan.

4

Saitama Berencana Ikut Turnamen Bela Diri

Charanko terluka parah.

Namun sebelum itu, ia sebenarnya sudah mendaftar ke turnamen bela diri.

Saitama, tertarik mendengar Garou bisa mengalahkan hero mengandalkan bela diri, tampak tertarik mencoba bela diri juga.

…tapi mungkin Saitama lebih tertarik pada hadiah besar yang bisa dia dapat bila menang turnamen itu.

5

Pertemuan Saitama dengan Garou

Kasihan Garou.

Di akhir episode, Garou sebenarnya di atas angin. Dia sudah mengalahkan hero kelas C, kelas A, dan kelas S.

Namun dia dipaksa dihadapkan pada kenyataan kalau di atas langit masih ada langit.

Konflik ini terjadi karena salah paham. Saitama menemukan wig untuk menyamar jadi Charanko, tapi Garou berdiri di depannya. Pemilihan kata Saitama membuat Garou mengira Saitama mengincarnya.

Garou mencoba menyerang Saitama, namun Saitama mengalahkannya dengan satu pukulan.

Kekuatan utama Garou adalah adaptasi dan ketangguhan. Selama serangan seorang hero tidak menjatuhkannya dengan satu pukulan, Garou bisa beradaptasi dan mengatasi sang hero.

Namun itu tidak ada gunanya di hadapan seorang One-Punch Man.

Itulah pembahasan One-Punch Man season 2 episode 3.

Setelah lagu ending, ada juga adegan tambahan yang memperlihatkan Saitama akan ikut turnamen, jadi di episode depan kita bisa melihat aksi Saitama sebagai “ahli bela diri.”

Gimana pendapat kamu? Sampaikan di kolom komentar ya!

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.