Review Long Shot, Komedi Cerdas Penuh dengan Intrik Politik

Lewat film ini kamu akan diajak melihat bagaimana peran media dalam sebuah pemilu presiden dan bagaimana politisi mencuri perhatian global!

Duniaku.net – Nama Seth Rogen selalu mendapat tempat spesial di hati kami. Pasalnya aktor, pelawak, dan produser asal Kanada ini selalu memiliki rasa komedi dan peran yang sulit untuk dibawakan orang lain. Hal ini terlihat sekali saat Seth Rogen mengisi bangku produksi maupun terlibat langsung memerankan karakter tertentu.

Di pertengahan tahun 2019 ini Rogens kembali mendapatkan peran utama di film Long Shot yang merupakan karya Jonathan Levine. Nama Levine sendiri muncul sebagai sutradara dalam film Warm Bodies yang merupakan sebuah komedi zombie cukup terkenal di tahun 2013.

Menteri Itu Bernama Charlotte Field

Fred Flarsky (Seth Rogen) adalah seorang reporter yang nyentrik dan sangat vokal dalam menyampaikan fakta. Suatu waktu media tempat Fred bekerja dibeli oleh Wembley Media yang merupakan sindikasi dan konglomerat media. Melihat hal tersebut Fred akhirnya mengundurkan diri karena dia tidak suka tulisannya dikendalikan oleh media besar.

Fred akhirnya berkeluh kesah dengan sahabatnya Lance (O’Shea Jackson Jr.). Mereka akhirnya memutuskan pergi ke sebuah pesta mewah yang di dalamnya terdapat penampilan dari Boyz II Men. Sesampainya di sana Fred melihat sosok menteri luar negeri yang anggun dan penuh wibawa. Di luar dugaan ternyata dia merasa sangat mengenali sosok tersebut.

Menteri luar negeri yang dimaksud adalah Charlotte Field (Charlize Theron), wanita yang disukainya sejak kecil. Charlotte memang sempat menjadi babysitter yang mengurus Fred ketika dia berusia 13 tahun. Akhirnya mereka mengenalkan diri masing-masing dan berbincang sebentar .

Sebagai seorang menteri luar negeri, Charlotte sedang menjalankan kampanye untuk menjadi presiden Amerika Serikat untuk tahun 2020. Dalam kampanye tersebut, Charlotte harus menghadirkan berbagai pidato yang mampu menarik perhatian, plus sisi komedi (punch) yang baik. Padahal Charlotte sangat lemah dalam urusan humor.

Akhirnya dia diharuskan untuk mencari seorang penulis untuk mengerjakan pidato. Charlotte mengingat Fred yang sedang menganggur. Kedua lalu bertemu dan bekerjasama mengerjakan pidato-pidato yang dibawakan oleh Charlotte. Bisa dibilang Fred kini sudah menjadi bagian dari tim sukses Charlotte untuk kampanye yang sedang dijalaninya.

Keduanya lantas kerap bepergian bersama-sama dan sedikit demi sedikit muncul benih cinta di antara keduanya. Yang jadi masalah adalah, derajat keduanya sangat bertolak belakang. Charlotte adalah wanita yang sangat cantik dengan posisi yang sangat mentereng. Sementara Fred adalah wartawan urakan yang hidup sekenanya dan sangat idealis

Dari sini muncul satu pertanyaan, apakah keduanya bisa diterima begitu saja menjadi pasangan?

Penuh dengan Sindiran Politik dan Sosial

Charlize Theron dan Seth Rogen benar-benar berhasil mencuri perhatian. Chemistry mereka berdua terasa sangat natural, sekaligus sangat imajinatif. Sulit rasanya membayangkan hal yang terjadi pada Theron dan Rogen hadir di dunia nyata. Sifat dan image keduanya digambarkan sangat bertolak belakang, sementara itu hubungan mereka sangatlah liar dan imajinatif.

Kamu akan menemukan banyak sekali dialog pintar yang berisikan sindiran politik maupun sosial. Dialog-dialog tersebut akan sangat mengena bila kamu paham betul kondisi geopolitik Amerika dan seluruh referensinya yang dihadirkan di Long Shot.

Film ini juga dibanjiri dengan bintang-bintang yang sangat ciamik dalam memainkan perannya. Ada June Diane Raphael yang berperan sebagai Maggie, asisten Charlotte. Wajah judes dan segala komentar yang dilontarkan untuk Fred selalu berhasil mengundang tawa sekaligus menjadi semacam sindiran halus bagi kaum elit Amerika.

Selanjutnya ada Bob Odenkirk berperan sebagai presiden Chambers, lucunya ia seorang presiden sekaligus aktor menjadi presiden di serial TV. Entah mengapa karakter ini mengingatkan kami akan Volodymyr Zelensky yang baru saja memenangkan pemilu presiden di Ukraina. Apakah ini suatu kebetulan? Bisa iya, bisa juga tidak.

Kesimpulan

Film ini memperlihatkan bagaimana sebuah kampanye presiden, Bagaimana seorang Charlotte Field mencalon diri sebagai presiden Amerika Serikat, menjaring pendukung sebanyak-banyaknya, hingga media raksasa. Lewat film ini kamu akan diajak melihat bagaimana peran media dalam sebuah pemilu presiden dan bagaimana politisi mencuri perhatian global.

Jadi film ini tidak hanya mengandalkan adegan romantis dan humor, sebab Long Shot merupakan komedi yang sangat cerdas. Film ini kami ganjar 4 dari 5 bintang yang bisa kami berikan. Film ini sudah tayang di bioskop kesayangan kamu, dan sedikit memiliki adegan dewasa. Jadi pastikan kamu sudah cukup umur ketika menyaksikannya.


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!

Share this article

TENTANG PENULIS