Review X-Men: Dark Phoenix, Kisah Penutup X-Men Saga dari Fox

Kritik Amerika sih banyak yang ngehujat film ini. Gimana pendapat Duniaku.net? Cek di artikel ini!

Duniaku.net – Setelah 10 film lamanya, Fox akhirnya menyudahi saga serial X-Men. Lagi-lagi kisah ini ditutup dengan hadirnya Dark Phoenix yang merupakan entitas terkuat di dunia X-Men, dan lagi-lagi kami harus menelan pil yang jauh lebih pahit dari X-Men: The Last Stand di tahun 2006.

Kembali ke Dark Phoenix Saga

Dark Phoenix mengambil setting satu dekade setelah event X-Men: Apocalypse atau tepatnya tahun 1992. Di masa tersebut, para mutan dan manusia sudah mulai bisa hidup saling berdampingan harmonis tanpa mengganggu. Bahkan pemerintah AS kerap meminta bantuan X-Men untuk menjalankan misi-misi sulit yang tidak mungkin dilakukan manusia biasa.

Misi terbaru mereka, yang menjadi pembuka dari Dark Phoenix, adalah menyelamatkan para astronot yang terancam serangan solar flare di luar angkasa. Charles Xavier (James McAvoy) tanpa ragu menerima misi tersebut meski telah mendapatkan peringatan dari Raven (Jennifer Lawrence) dan Hank (Nicholas Hoult) akan seluruh risiko yang dimiliki misi tersebut.

Sebagaimana bisa dilihat dari trailer yang telah beredar, misi tersebut tidak berjalan mulus. Meski para astronot berhasil diselamatkan, Jean Grey (Sophie Turner) terkena radiasi solar flare yang mengancam para astronot tersebut. Selanjutnya sudah bisa diduga, Jean tetap hidup walaupun solar flare tersebut mengubah dirinya.

Film X-Men yang Penuh Masalah

Kekuatan Dark Phoenix yang berasal dari solar flare ini seperti mementahkan perkembangan karakter Jean Gray yang sudah terjadi di X-Men: Apocalypse. Sutradara Simon Kinberg seperti lupa kalau Jean sudah menunjukkan gejala Dark Phoenix di film tersebut.

Selain lupa akan origin sebelumnya, Simon Kinberg sepertinya juga malas menjelaskan kekuatan Dark Phoenix yang baru ini. Kamu hanya mendapati kalau kekuatan Dark Phoenix ini berasal dari solar flare dan Jean Gray bisa menyerapnya karena dia merupakan mutan tipe omega.

Hasilnya, kamu akan mendapatkan banyak sekali momen yang tidak mengena dengan benar. Kamu tidak akan merasakan kesedihan ketika Jean Gray mengetahui masa lalunya, Raven terbunuh (spoiler), kesalahan Charles Xavier, pemberontakan Hank, dan banyak lagi.

Bahkan perkembangan karakter di X-Men: Dark Phoenix berjalan mentah saja tanpa ada momen yang berarti. Kamu seperti dianggap sudah tahu siapa itu Vuk (Jessica Chastain) yang merupakan ras D’Bari yang sebelumnya hanya muncul di komik dan serial televisi.

Tampaknya Simon Kinberg hanya menuliskan plot X-Men: Dark Phoenix tanpa menulis dialog ataupun cue penting yang bisa memperlihatkan dasar atau pretensi seorang karakter dalam mengambil keputusan.

Ya, kami tahu kalau Magneto marah terhadap Jean Gray, dan kami tahu kalau Vuk menginginkan kekuatan Dark Phoenix. Tapi kami rasa hal ini tidak cukup untuk menggambarkan mengapa Magneto harus mengangkat kereta dari bawah tanah, atau Vuk yang datang terakhir ketika semua D’Bari berusaha mengeroyok X-Men.

Satu-satunya yang tampil lumayan dalam film X-Men: Dark Phoenix adalah, kapasitas CGI yang dimiliki film ini. Seluruh CGI yang ditampilkan sangat eye candy dan detail. Kekuatan yang dimiliki anggota X-Men terlihat sangat nyata dan melebihi seluruh ekspetasi kami. Bisa dibilang, kalau kamu ingin melihat pertempuran mutan yang seru dan penuh efek, maka kamu akan mendapatkanya di film ini.

Kesimpulan

Sebenarnya kalau merunut ke belakang, ini bukan pertama kalinya seri X-Men memiliki masalah. Pada X-Men: Day Future Past, kita dipaksa untuk melupakan semua event yang terjadi di semua X-Men sebelumnya, dan harus menganggap kalau momen tersebut telah berubah karena Wolverine (Hugh Jackman) pergi ke masa lalu dan mengubah sejarah.

Kemudian X-Men juga kerap mengganti pemeran karakter penting, yang menyebabkan kita memiliki dua orang Charles Xavier, dua orang Magneto, dua Mystique, tiga Cyclops, dan seterusnya.

Dengan segala kekurangan yang dimilikinya, kami hanya bisa menyarankan film X-Men: Dark Phoenix sebagai film yang bisa kamu tonton kalau kamu menganggur di akhir pekan. Setidaknya kamu akan mendapatkan film action yang lumayan menghibur, walaupun membingungkan.

Share this article

TENTANG PENULIS