Pembahasan Boruto Episode 113: Shikadai Memimpin Tim yang Berantakan?!

Di episode ini, tim yang diberikan ke Shikadai sengaja diatur biar toxic kayanya!

Duniaku.net – Di episode 112, Shikadai resmi menjadi yang pertama dari angkatannya menjadi chunin. Prestasi yang mirip dengan ayahnya dulu.

Mampukah Shikadai menjadi pemimpin kelompok yang bukan Ino-Shika-Cho?

Boruto episode 113 menguji skill-nya!


CONTINUE READING BELOW

Ayahnya Siapa? Ini 4 Petunjuk Kalau Zoro Mungkin Keturunan Wano!

Apakah sebenarnya Zoro ini sedang pulang kampung ke tanah airnya yang sejati? Ini empat petunjuk kalau Zoro mungkin keturunan Wano!


1

Komposisi Tim yang Berantakan

Misi Shikadai di episode ini sebenarnya sederhana: ambil bunga langka, terus pulang lagi.

Shikadai bisa dibilang dibikin pusing oleh tim yang disusun Moegi.

Ada Iwabe, yang dulu terkenal biang masalah. Ada Boruto, yang oleh bapaknya sendiri dibuang dari posisi calon chunin karena cheating. Ada juga Wasabi.

Saat misi berjalan, Boruto secara ajaib adalah anggota yang paling suportif terhadap Shikadai, mungkin karena dia juga sahabat baik Shikadai. Selain itu, Boruto memang sudah pernah berinteraksi dengan Iwabe dan Wasabi, jadi dia adalah yang paling ideal menjadi penengah di tim chaos ini.

Iwabe sejak awal terlihat seperti memiliki masalah ego harus dipimpin oleh Shikadai. Sementara itu, sejak awal Wasabi ternyata bentrok dengan Iwabe.

Pada akhirnya, Iwabe dan Wasabi pun bolak-balik membuat masalah, termasuk membongkar formasi atau cekcok karena masalah sepele.

Di sisi lain, Shikadai pun tidak menjadi pemimpin yang baik dengan kurang tegas menyikapi rekan-rekannya dan pada awalnya tidak memberikan mereka peran yang sesuai dengan skill mereka.

Belum lagi, ia sebenarnya memiliki masalah ego juga, di mana ia merasa dirinya sendiri pun bisa menyelesaikan misi.

2

Momen Saat Tim Ini Akhirnya Klik

Puncaknya, misi tim dadakan ini untuk mengambil bunga Gekkouran sempat terganggu karena timnya pecah.

Shikadai main individualis dan berusaha menyelesaikan misi sendiri, hanya ditemani oleh Boruto.

Shikadai sendiri terluka kakinya karena Wasabi dan Iwabe seenaknya maju, tapi ia tidak mengkomunikasikan ini ke rekan-rekannya yang lain.

Sementara itu, Iwabe dan Wasabi ditinggal.

Pada akhirnya, Shikadai pun menyadari kalau tim itu penting, dan ia tidak selalu bisa menyelesaikan misi sendirian.

Iwabe dan Wasabi pun memutuskan untuk menangani persoalan mereka demi misi, setelah mereka menyadari Shikadai terluka.

Iwabe pun bisa menggunakan jutsu-jutsu Doton, yang merupakan keahliannya, untuk menciptakan jembatan serta melindungi babi yang menjadi pemandu tim untuk menemukan bunga.

Wasabi bisa digunakan untuk mendengar suara si babi, agar mereka dapat menemukan babi yang diculik itu.

Setelah Shikadai memanfaatkan semua keahlian timnya, misi pun selesai dengan mudah.

3

Misi Ini Memang Hanya Ujian

Moegi mengungkap di akhir Boruto episode 113 kalau misi ini memang ujian untuk Shikadai.

Susunan tim berantakan ini dirancang untuk menguji kepemimpinan Shikadai. (Inojin dan Chocho sudah terbiasa bergerak sesuai instruksi Shikadai, jadi masalah di episode ini tidak akan terjadi).

Tapi ya… ini memang penting sih.

Shikaku Nara, kemudian Shikamaru Nara. Kakek dan ayah Shikadai sejauh ini selalu menjadi pusat komando Konoha untuk urusan strategi.

Shikadai bukan hanya harus terbiasa memimpin tiga orang dari tim lain. Ia harus membiasakan diri memimpin lebih banyak orang, karena bisa jadi akan ada situasi di mana ia harus memimpin seluruh shinobi di desa.

Demikianlah situasi di Boruto episode 113.

Ini episode filler yang terasa lumayan juga, terutama karena kita akhirnya melihat Wasabi dan Iwabe berinteraksi dengan orang yang bukan dari tim mereka.

Kedua orang itu kalau misalnya tidak berinteraksi dengan Boruto biasanya hanya ngobrol dengan teman-teman dari geng mereka saja.

Gimana menurut kamu soal Boruto episode 113? Sampaikan di kolom komentar!


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!
TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.