Dianggap Gagal, Ini 5 Kelemahan Film Power Rangers 2017!

Sampai rencananya harus dibuat ulang! Apa kelemahan film yang ini?

Duniaku.net – Power Rangers dikabarkan bakal reboot untuk film berikutnya.

Tampaknya, film Power Rangers 2017 dianggap gagal kalau sampai begini.

Memang apa sih kelemahan film Power Rangers 2017 sampai dinilai mengecewakan?

Menurut saya sih ini persoalannya!


CONTINUE READING BELOW

Ninja Iwagakure di Pulau Neraka! Rekomendasi Manga: Jigokuraku

Ninja, samurai, dan kriminal berbahaya dikirim ke pulau neraka! Ini manga survival yang mantap nih! Simak rekomendasi manga Jigokuraku ini!


1

Lama Sekali Baru Masuk ke Pertempurannya

Yang saya ingat soal film 2017 ini adalah harus menunggu lama sekali baru bisa menyaksikan aksi khas Power Rangers. Para Rangers lawan pasukan Rita Repulsa, dilanjut dengan pertempuran antara makhluk raksasa.

Memang, kalau Power Rangers 2017 tidak memperkenalkan karakternya dulu, saya rasa penonton bisa jadi merasa filmnya hambar.

Namun untuk urusan seperti menyajikan drama karakter dan pertempuran, harusnya ada balance. Terutama untuk film yang harusnya ditarget untuk anak-anak hingga remaja seperti ini.

Bapak-bapak seperti saya sih masih bisa sabar nonton film ini, tapi kalau anak-anak disuguhi drama remaja Amerika hingga 2/3 film, mereka bisa nyesel nonton filmnya.

2

Desain Kostumnya yang Kurang

Seharusnya tidak sulit mengalahkan desain kostum Power Rangers orisinal. Pada dasarnya, itu kostum dengan modal yang murah dari show Jepang, Zyuranger.

Namun saat desain karakter film ini diungkap, yang tercipta justru kontroversi. Para Ranger jadi terlihat seperti Iron Man, Alpha menjadi alien, dan Goldar pada akhirnya menjadi makhluk raksasa dengan CGI jelek.

Bahkan Megazord pun bikin kecewa saat desainnya diungkap.

Kalau hasil jadinya begini, pakai kostum asli Zyuranger bakal lebih murah dan diterima fan.

3

CGI yang Kurang

Begitu para Ranger beraksi, CGI yang disajikan juga terasa kurang.

Masalah CGI ini terutama terlihat dalam kemunculan Goldar, dan pertempurannya dengan Megazord.

Kadang, persoalan CGI bisa diabaikan jika unsur lain di film, seperti ceritanya, terasa kuat.

Namun saat banyak bagian filmnya juga terasa kurang, masalah CGI ini pun mencolok.

4

Filmnya Tidak Jelas untuk Siapa

Kamu tidak bisa memuaskan semua pihak.

Itu adalah prinsip yang harus dipahami kalau kamu adalah penulis cerita.

Tapi Power Rangers 2017 ini gagal memuaskan banyak pihak. Saya bahkan tidak tahu film ini targetnya siapa.

-Filmnya gagal memuaskan penggemar lama Power Rangers karena karakter-karakternya berbeda, termasuk Rita Repulsa, Zordon, dan lain-lain.

-Filmnya gagal memuaskan anak-anak penonton baru Power Rangers karena 2/3 filmnya adalah drama remaja, dan aksinya baru dimulai di 1/3 akhir.

-Filmnya gagal memuaskan yang suka film serius karena pada akhirnya, fokus film ini tetap ke kumpulan remaja yang ingin melawan alien berbahaya untuk menguasai dunia. Bukan premis yang cocok untuk film serius.

-Filmnya gagal memuaskan fan kasual yang mengharapkan melihat aksi, karena aksinya minim.

Saya pun bingung target pasar apa yang diincar oleh studio saat mereka membuat filmnya.

5

Tokoh Ikonik yang Tidak Ada atau Diubah

Goldar diubah jadi makhluk yang tidak bisa bicara, Bulk dan Skull hilang.

Pemotongan atau perubahan ekstrem karakter ini membuat filmnya kurang memuaskan penonton yang menginginkan nostalgia.

Terutama karena hampir seluruh tokoh utamanya juga memiliki perubahan yang sangat besar.

Menurut saya, itulah lima kelemahan film Power Rangers 2017.

Setuju gak?

Kalau menurut kamu, apa sih kelemahan film Power Rangers 2017? Sampaikan di kolom komentar!


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!

Share this article

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.