Pembahasan Dragon Ball Super 86: Inikah Akhir Pertarungan Lawan Gas?

Bagian di Dragon Ball Super 86 ini terasa keren!

Goku dan Granolah di Dragon Ball Super 86. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Di Dragon Ball Super 85, Goku sudah berhasil mendesak Gas. Meski begitu setelah Elec mengomeli Gas, Gas bangkit lagi dan tampaknya jadi lebih kuat.

Gimana Goku menghadapinya?

Dragon Ball Super 86 memperlihatkan jawabannya. 

1. Gas awalnya memang bisa mendesak Goku

Goku dan Gas. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)Goku dan Gas. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Di awal-awal Dragon Ball Super 86, Gas sempat terlihat mendesak Goku.

Wujud baru Gas ini mungkin terlihat tua, tapi peningkatan kekuatannya tak bisa diragukan.

Pertarungan itu lalu secara mengejutkan diinterupsi oleh Granolah. 

Baca Juga: Ini 9 Fakta Majin Buu, Salah Satu Musuh Terkuat Dragon Ball!

2. Granolah kemudian terlibat

Goku dan Granolah di Dragon Ball Super 86. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)Goku dan Granolah di Dragon Ball Super 86. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Konflik dengan Heeters ini sebenarnya lebih terasa sebagai konflik Granolah ketimbang konflik Goku dan Vegeta. (Meski memang, Bardock ternyata juga pernah punya masalah dengan Heeters dulu).

Karenanya, saya menduga kalau Granolah pasti akan terlibat dalam bagian akhirnya.

Ternyata benar.

Strategi di Dragon Ball Super 86 ini adalah Goku menahan Gas hingga Granolah menghimpun cukup energi untuk mengalahkan Gas.

Itu tidak mudah. Goku sempat tumbang. Kemudian Vegeta harus terlibat untuk mengulur waktu.

Bahkan Monaito pun terlibat ketika Macki dan Oil ingin mengganggu. Ternyata Monaito punya kemampuan hipnosis, yang cukup untuk menjatuhkan dua itu.

Ketika kemudian Granolah menghimpun cukup energi ada masalah baru lain: energi yang dikumpulkan Granolah bisa menghancurkan planet Cereal.

Masalah itu diatasi ketika Goku mengeluarkan wujud proyeksi besar (seperti yang ia kerahkan ketika melawan Moro). Wujud proyeksi Goku itu bisa menangkap Gas dan melemparnya ke luar angkasa, memungkinkan Granolah menembak Gas tanpa menghancurkan planet Cereal.

Satu masalah lagi yang dihadapi Granolah adalah matanya masih cedera, hingga pandangannya kabur. Oatmeel membantu Granolah mengarahkan tembakannya.

Saya sebenarnya merasa pertarungan melawan Heeters ini terasa kurang seru di beberapa bagian, tapi bagian ini sih terasa keren. Goku, Vegeta, Monaito, Granolah, dan bahkan Oatmeel terlibat untuk membantu mengalahkan Gas. 

3. Gas kalah, tapi tidak dibunuh

Gas terjatuh setelah kena serangan Granolah. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)Gas terjatuh setelah kena serangan Granolah. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Gas berujung kalah di Dragon Ball Super 86, namun ia tidak dibunuh. Granolah sudah memutuskan dirinya tidak akan lagi mencari pembalasan dendam ke siapapun.

Di akhir bab 86 pun Gas diperlihatkan tumbang.

Meski begitu, masih ada beberapa hal yang rasanya belum diselesaikan.

Yang paling utama adalah Elec. Pria ini terasa sebagai dalang dari aksi Heeters, namun dia belum diatasi di bab ini. 

Selain itu...

Meski Gas tidak dibunuh Granolah, saya curiga akan terjadi hal buruk pada diri dia.

Elec sudah menyampaikan di bab 85, tidak akan ada "lain waktu" untuk Gas. Selain itu, transformasi Gas terbaru ini juga membuat dia terlihat tua. 

Jadi penasaran apakah Gas akan tetap mati meski dia tidak dibunuh Granolah.

Nah itu pembahasan Dragon Ball Super 86. Gimana menurut kamu? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Legend, A Dragon Ball Tale, Fan Animasi yang Sangat Keren!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU