stdClass Object ( [error] => stdClass Object ( [message] => (#4) Application request limit reached [type] => OAuthException [code] => 4 ) ) fb : 0 tw : 6 pt : 0 in :

20

post meta:20result : postmeta old
SocialPresence

Serunya Roadshow MGDW 4 Rookie @ Surabaya!

  • Febrizio Oleh :
  • 2 tahun yang lalu
  • Dibaca 447 kali

Surabaya mendapatkan kehormatan untuk menjadi kota pertama yang dikunjungi acara Roadshow dalam rangka sosialisasi dan sharing Mobile Game Developer War (MGDW) 4 Rookie yang diselenggarakan oleh panitia Compfest 2012 Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Agate Studio dan Nokia Developer. Bertempat di Aula Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dalam roadshow kali ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Yunita Anggraeni dari Agate Studio, Mahdi Bashroni Rizal dari Elventales Studio, dan perwakilan dari panitia MGDW 4 serta Compfest 2012.

Setelah dibuka dengan sambutan dari perwakilan himpunan dan dosen dari Teknik Informatika ITS, acara dimulai dengan sesi pertama yang menghadirkan Yunita Anggraeni dari Agate Studio. Dalam presentasinya yang membahas tentang potensi dan bisnis dalam mobile game, Anggra sapaan akrabnya membahas tentang bagaimana seorang developer bisa mendapatkan revenue (pemasukan) dari pengembangan sebuah mobile game. Menurutnya, ada banyak cara untuk mendapatkan revenue dari mobile game, mulai dari ads (sponsor), in-game purchase alias item mall, atau bahkan menjadikan game tersebut berbayar.

Lebih lanjut, Anggra juga menjelaskan tentang besarnya potensi pasar mobile game, dimana hampir 150 juta penduduk Indonesia sudah memiliki handphone sendiri-sendiri. Potensi pasar mobile game tersebut didukung dengan menanjaknya tren industri game, yang saat ini sudah melampaui industri film Hollywood. Dia mencontohkannya dengan menunjukkan dua IP besar dari dua kubu, The Dark Knight dari sisi film Hollywood dan GTA IV dari game. Dengan mengeluarkan bugdet yang hampir sama untuk pengembangan, antara US $150 – US $180 juta, keduanya meraih hasil yang jauh berbeda di pasar dalam minggu pertama penjualannya. The Dark Knight hanya mendapatkan US $280 Juta, sedangkan GTA IV berhasil meraup US $500 Juta. Di sela-sela presentasinya, Anggra juga menunjukkan sedikit tentang Agate Studio, sebuah start up company berbasis di Bandung, yang sudah mulai berdiri pada tahun 2009 dan kini sudah menjadi salah satu studio game besar di Indonesia.

Setelah Yunita Anggraeni, giliran Mahdi Bashroni yang mempresentasikan tentang tips trik dalam mengembangkan sebuah mobile game. Sebagai informasi, Elventales adalah salah satu dari tiga besar MGDW 2 dengan game Sky Express yang mereka kembangkan. Dalam sesi ini, Mahdi banyak menitikberatkan kepada limitasi-limitasi yang harus dihadapi developer untuk mengembangkan sebuah game mobile, mulai dari limitasi device, beragamnya device dengan adaptasi game yang berbeda-beda, hingga limitasi mengenai format file untuk satu device tertentu. Dia mencontohkan, salah satu limitasi yang paling berat adalah ketika mengembangkan game untuk handphone kategori low end seperti Nokia yang menggunakan Symbian S40. Karena kategori low end, maka limitasi yang dihadapi juga banyak, mulai dari file game yang tidak boleh lebih dari 1 MB, hingga penggunaan berbagai macam format file yang dikompres seperti PNG 8 bit untuk gambar dan MIDI untuk musik.

Selain menunjukkan tips trik, Mahdi juga menunjukkan beberapa trailer game-game yang sudah ataupun yang tengah dikembangkan oleh Elventales, mulai dari Chase Burger yang sebentar lagi sudah bisa dimainkan untuk Symbian S40 hingga Kamikaze Cat.


Tags: , , , , , , ,
Kategori: NASIONAL