Ouya Datang Bersama Android, Konsol Game Baru Seharga $99!

Semoga saja datang dengan kontroler tersendiri, dan kita bisa memainkan Shadowgun dengan nyaman... :)

Seringkali respon yang kami dapatkan ketika membahas sebuah mesin atau konsol game baru adalah, apakah bisa “dibajak?” Di negara dimana produsen video game berasal seperti Jepang dan Amerika Serikat, mungkin agak aneh jika kita menyuarakan respon tersebut. Namun di beberapa negara lain justru karena mesin game yang “hackable” dan game versi hack-nya yang bisa dikopi masal, justru yang menjadikan video game tersebut hidup. Walaupun kampanye original terus digalakkan, namun tetap saja satu faktor hackable itu tadi lebih dicari. Lantas bagaiman jika ada mesin game baru yang dengan percaya diri mengaku hackable secara resmi? Ouya, masa sih?

Dan benar, mesin / konsol game yang disebut Ouya ini langsung mengakui dirinya legal untuk di-hack. Dan memang benar, Ouya masih berupa konsep, belum ada bentuk fisiknya. Namun sponsor yang membekingi proyek ini bukan main – main, selain juga price tag-nya yang di-luar nalar harga awal konsol ketika pertama kali dikenalkan, yaitu hanya US $99! Belum jelas siapa produsennya, namun Ouya ini sendiri sudah merekruit banyak nama terkenal. Mulai Yves Béhar, yang dikenal sebagai desainer untuk brand dan banyak produk, seperti proyek One Laptop per Child, speaker wireless Jawbone Jambox, General Electric, Swarovski, Samsung, dan bahkan Prada.

Desain awal Ouya, kotak sederhana, dan jelas terlihat lingkaran di sana... Mungkin mewakili nama Ouya?

Kemudian termasuk di dalam bagian penasehat proyek ini yaitu Ed Fries yang dulu dikenal sebagai vice president divisi game publishing di Microsoft selama masa edar Xbox generasi pertama — dia meninggalkan Microsoft pada tahun 2004. Juga ada nama Amol Sarva dari Peek Inc, dengan produknya layanan cloud yang menawarkan ponsel standar dengan kemampuan setara smartphone. Nama lainnya adalah Peter Pham dari Color, sebuah aplikasi berupa layanan live video-broadcasting untuk Android dan iOS. Kemudian kita juga melihat Julie Uhrman dari jaringan media hiburan internet IGN dari Amerika, yang menduduki posisi sebagai founder dan CEO. Tidak berhenti di situ, nama Muffi Ghadiali juga cukup disegani karena dia sebelumnya berkarier di Lab126, sebuah perusahaan research and development bagian dari Amazon, dan sebelumnya membantu menyukseskan penjualan perangkat pembaca buku digital Kindle.

Melihat daftar nama yang menjadi sponsornya, pasti kamu juga langsung membuat respon sama seperti kami… ouya, masa sih? Dengan harga hanya $99, konsol Ouya ini nantinya bakal berkompetisi langsung dengan tipikal internet TV dan perangkat pendukungnya, seperti misalnya Superspring yang pernah kami ulas sebelumnya, dan tentu saja hardware lain yang menjalankan layanan Google TV. Ouya, kok bisa? Karena memang si Ouya ini konsepnya adalah kotak ber-OS Android, dengan fokus layanan game gratis. Bahkan satu yang dikabarkan banyak sumber, konsol ini dibuat untuk bisa di hack! Dan setiap pembelinya bakal mendapatkan juga dev kit, jika mau memprogram sendiri software-nya. Well, dengan Android yang open source, siapa saja secara legal boleh memodifikasinya, bukan?

Masih menunggu bagaimana penampakan akhirnya... dan mari tetap berharap ada kontroler tersendiri ya, walaupun akhirnya platform ini menjatuhkan sisi mobile dari game mobile yang seharusnya bisa dimainkan dimana saja!

Karena prinsipnya sebagai konsol ber-OS Android, Ouya bisa berhubungan dengan TV, dan banyak perangkat lain yang mendukung interkoneksi lokal, sehingga bakal melahirkan ekosistem baru yang kembali kepada OS-nya tadi, gamenya banyak yang gratisan dan legal untuk di-hack! Btw, walaupun masih konsep, namun Yves Béhar sudah memperkirakan seperti apa kira – kira desainnya, dan bisa kamu lihat dalam beberapa gambar press picture yang kami sertakan.

Bagaimana menurutmu? Konsol berbasis Android, banyak game gratis, legal untuk di-hack? Apakah kita masih punya tempat menyejajarkannya dengan konsol lain? Terus pantau Duniaku, karena kami bakal meng-update berita ini begitu mendapatkan kejelasan proyek Ouya tersebut.

Sumber: The Verge

SHARE
Previous articleRise, Trailer Live Action Assassin’s Creed III untuk Sambut Hari Kemerdekaan!
Next articleKonvensi Pop Culture Terbesar Tahun Ini, POPCON ASIA 2012!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.