Metamor Kembali Hadirkan Pertarungan Tiga Kubu: Sacred Bloodlines vs Cursed Bloodlines vs Deimos

Sudah mencoba Starter Deck Metamor? Champion’s Pride dan Damnation of Naraka telah menunjukkan bagaimana bentuk kekuatan Frameless (Mystic) dan Deimos (Reigner) dalam ekspansi ini. Namun tahukah kamu kalau Metamor tidak hanya terdiri atas dua sisi saja?

Sambut pertarungan sesungguhnya dari Sacred Bloodline, Cursed Bloodline, dan bangsa iblis terkutuk Deimos!!

Sacred Bloodlines terdiri atas empat marga suci perwakilan dari empat elemen dasar. Mereka adalah Hagel (api), Zatoist (angin), Meredith (air), dan Willhelmer (tanah). Tidak terlalu jauh berbeda dengan Champion’s Pride, gaya permainan Sacred Bloodlines tetap terletak pada jumlah Follower. Dengan dibekali Turf, para Follower ini sangat mudah di-summon. Kalau kamu suka deck yang variatif, kubu ini menawarkan kombinasi antar marga, ataupun terfokus pada satu marga (mono). Oh ya, FrameSpell dan Summon juga akan menjadi keunggulan kubu ini.

Esensi Metamor adalah perubahan. Cursed Bloodline mengemban misi perubahan ini. Di sini kamu akan menemukan gameplay transformasi Subdeck yang seru. Kubu ini diisi oleh marga Tuvai dan Imogen. Jika Tuvai memiliki kemampuan untuk berubah menjadi wujud yang lebih kuat, Imogen punya kemampuan untuk mengendalikan Shade dengan proses penggabungan Heroic. Pasukan Harmonixer yang bisa berubah menjadi makhluk elemen juga hadir sebagai senjata rahasia kubu ini.

Deimos Creep menjadi jawara dalam Creatio Grand Tournament kemarin. Namun gaya permainan Reigner itu berubah drastis di Damnaton of Naraka. Tapi kalau kamu rindu dengan Deimos Creep, jangan khawatir kubu Deimos dalam ekspansi Metamor akan kembali menghadirkan Creep. Setidaknya ada dua Creep baru dan beberapa Follower/Territory pendukung. Perlu diingat juga bahwa kamu tidak akan menemukan Territory Naraka di dalam ekspansi Metamor. Namun nantinya ada satu Territory Naraka lain (Abaddon’s Gate) sebagai Champion Card.


SHARE
Previous articleGarudayana, Budaya Indonesia dalam Bentuk Manga
Next articleYuk, Ngakak Sejenak Bersama Suro dan Boyo!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.