History of Xbox 360 Fanboys Indonesia

Xbox 360 Fanboys Indonesia (XFI) berdiri atas dasar pemikiran enam orang gamer Xbox 360 yang pertama berkumpul di grup Zigma – Omega Magazine, perkumpulan mereka pun begitu kebetulan karena sebelum ada keenam orang ini Xbox 360 begitu minoritas, barulah pada saat salah satu dari mereka mulai membahas Xbox 360 dan direspon oleh yang lain Xbox 360 mulai terdengar gaungnya. XFI juga tidak serta-merta langsung berdiri setelah itu, masih lama. Keenam orang ini yang menyebut diri mereka Noble Team (source: Halo Reach) lebih dahulu merasakan panasnya perdebatan dengan gamer console lain dan PC sebelum mulai mengeratkan diri sebagai sahabat, persahabatan yang tidak dibatasi oleh jarak karena ada yang tinggal di Jakarta, Depok, Yogyakarta dan Surabaya. Perdebatan yang kerap kali memenuhi notification dan kata-kata kasar sudah menjadi sarapan sehari-hari bagi mereka, tapi untungnya perdebatan tidak berkelanjutan menjadi kekerasan di luar justru keenam sahabat ini juga berteman dengan lawan debat mereka, suatu perbuatan yang patut dicontoh. Pada saat perdebatan, para anggota grup yang tidak mau berdebat biasanya hanya bersikap mendamaikan atau abstein (ada tapi tidak mengambil sikap), sampai-sampai mas Ura pun ikut turun tangan untuk mendamaikan suasana. Tapi karena hal itu keenam orang tersebut mulai banyak dikenal dan bahkan ada yang diangkat menjadi admin di grup game tertentu bahkan ada yang direkrut untuk menjadi pengisi kolom di duniaku.net.

Persahabatan keenam sahabat ini semakin erat dengan dibentuknya grup Xboy di BBM. Karena seringnya berkomunikasi dan curhat melalui fitur dari handset lansiran pabrikan dari Kanada itu mulailah tercetus ide untuk membuat grup khusus Xbox 360 juga dalam skala yang lebih besar yaitu di Facebook mengingat sudah mulai banyak gamer yang menggemari console besutan Microsoft ini dengan tujuan untuk mengenalkan Xbox 360 ke gamer secara lebih luas juga sebagai ajang berkumpul sesama penggemar Xbox 360 di Indonesia. Ide ini semakin mendekati realisasi saja karena fan page Xbox 360 Indonesia juga memberi dukungan dan memberikan izin bagi mereka untuk promosi dan merekrut anggotanya untuk bergabung ke XFI. Jadilah pada tanggal 25 November 2010 resmi berdiri Xbox 360 Fanboys Indonesia sebagai grup di facebook. Pemilihan nama fanboy karena memang grup ini hanya untuk penggemar Xbox 360, dan walapun berlabel fanboy tapi XFI juga welcome bagi gamer cewek.

Pada mulanya grup ini berstatus secret dan proses perekrutan dilakukan dengan menginvite orang-orang yang dianggap gamer Xbox 360 oleh keenam orang ini. Mereka juga mengakui bahwa dulu di awal grup ini berdiri mereka sempat mengejek orang-orang yang dianggap anti Xbox 360 dan menyebutnya Locust. Tapi itu dulu, sekarang mereka menyadari bahwa hal tersebut salah karena merupakan hak prerogatif seseorang untuk menyukai atau membenci sesuatu dan tidak bisa dipaksakan.

The Real Noble Team

Dari sejak awal berdirinya grup ini memang sudah sarat akan kontroversial, mulai dari flamer, pertengkaran sesama member, member yang dikick bahkan pertikaian dengan grup lain. Banyak member yang datang tapi banyak juga yang pergi, mungkin karena tidak betah atau dikick karena kata-katanya meyinggung tapi ada juga yang dikick karena dianggap penyusup dari grup console lain yang disinyalir akan melakukan flaming di grup. Banyak sekali tekanan yang dirasakan oleh admin dan member lain mengapa begitu banyak masalah yang datang pada grup ini. Sang admin yang mulai merasa sangat tertekan merasa penyebab utama masalah adalah kata “fanboys” karena kata fanboys identik dengan fanboyisme yang dianggap mendewakan console tertentu dan memusuhi console lain sehingga dapat memancing penggemar console lain yang skeptis untuk mengacak-acak eksistensi XFI, maka untuk menetralisir keadaan dengan pengambilan suara secara afirmatif digantilah nama grup menjadi Xbox Alliance Indonesia dan status grup ini juga berubah menjadi open agar para gamer tidak berburuk sangka. Tapi pergantian nama ternyata tidak menyelesaikan masalah dan malah membuat grup ini menjadi tidak terkenal, sang admin pun juga merasa bahwa menjadi fanboy adalah suatu kebanggaan dan juga merupakan hak, tidak peduli dengan pendapat orang lain. Tanpa pikir panjang dan persetujuan member lain akhirnya sang admin merubah nama grup ini kembali seperti semula menjadi Xbox 360 Fanboys Indonesia. Walaupun kembali berlabel fanboy tapi image grup ini semakin baik dan grup ini semakin melebarkan sayapnya di komunitas gamer di Indonesia dan makin dikenal. Sekarang jumlah para Spartan di grup XFI mencapai 315 orang, memang kelihatannya tidak banyak tapi loyaltisme jauh lebih berharga dari pada sekedar kuantitas karena memang hanya orang-orang yang terpilih dan bukan junker yang bergabung dan bisa bertahan.

Semakin tinggi pohon semakin besar anginnya, merupakan peribahasa yang tepat bagi grup ini karena sampai sekarang pun kontroversial masih menghiasi grup ini. Banyak yang mempertanyakan mengapa begitu banyak orang yang sepertinya membenci grup ini? padahal grup ini sama saja dengan grup lainnya, namun bedanya grup ini hanya fokus pada satu console saja. Dugaan kuat mungkin karena Xbox 360 masih dianggap “musuh” oleh penggemar console lain terutama yang pro dengan Jepang karena Xbox 360 adalah console lansiran dari negeri Paman Sam ditambah lagi image adminnya yang terkesan begitu pro Amerika, Xbox 360 juga merupakan rival utama PS3 yang selama 15 tahun lebih membudaya di kalangan gamer Indonesia sejak era PSX. Patut diketahui tanpa adanya Xbox 360 mungkin sebagian gamer tidak bisa memainkan game-game next gen dengan biaya yang murah terutama bagi yang tidak memiliki PC spec tinggi atau yang tidak menyukai bermain di PC. Game buatan developer Jepang juga banyak dirilis di Xbox 360 bahkan game JRPG di Xbox 360 lebih banyak jumlahnya daripada di PS3, jadi kenapa masih dibenci? Xbox 360 juga memiliki andil besar dalam kesuksesan game-game buatan barat terutama genre FPS yang kini menjamur.

Itulah sejarah singkat grup yang aku bentuk bersama beberapa orang sahabat-sahabatku, aku berharap baik penggemar Xbox 360, PS3, PC dan Wii semuanya bisa saling menghormati dan menghargai, yang berbeda agama saja bisa saling bertoleransi kenapa yang hanya berbeda selera console tidak? Peace.


SHARE
Previous articleLighter untuk Assassin’s Creed 2, Brotherhood dan Revelations
Next articleIndonesia Bermain: Ketika Bermain Tak Lagi Sia-Sia
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.