Infeksi Zombie di Dunia Berlanjut dalam Infectonator 2!

Belum reda hype penggemarnya akan Reich of Darkness, Toge Productions kembali menelurkan sekuel salah satu serial andalan mereka, Infectonator 2. Seperti kebanyakan game Toge lainnya, dalam Infectonator 2 ini kembali kita akan menjadi peran antagonis. Yap, jika dalam game-game bertema zombie lainnya, kamu berperan sebagai pemburu zombie (seperti dalam Resident Evil atau Left 4 Dead), maka dalam game ini kamu akan berperan sebagai orang yang menyebarkan virus infeksi zombie! Hal inilah yang menjadi ciri khas Toge dan juga ditegaskan oleh CEO-nya Kris Antoni dalam event Gedebuk Coy minggu lalu, dimana game-game mereka hampir selalu menempatkan pemain dalam posisi lawan atau sisi jahat.

Sebagai orang yang menyebarkan infeksi Zombie, tugas kamu adalah tentu mendominasi dunia dengan menyebarkan infeksi Zombie tersebut. Tugas dalam setiap level di game ini cukup simpel, kamu harus bisa menginfeksi orang sebanyak mungkin, lantas membiarkan orang-orang yang sudah terinfeksi menjadi zombie tersebut untuk membunuh orang-orang lainnya. Di setiap area map, kamu akan dibebani dengan objective untuk membunuh sejumlah orang tertentu, dan objective ini harus kamu penuhi sebelum kamu bisa “menginfeksi” area lainnya.

Infeksi semuanya menjadi Zombie!

Untuk mulai menginfeksi orang cukup mudah. Kamu cukup klik di area dimana banyak orang yang berkumpul, sehingga kans kamu untuk menginfeksi banyak orang menjadi semakin besar. Semakin banyak kamu menginfeksi orang, maka akan semakin banyak pula orang yang bisa kamu bunuh dengan zombie-zombie kamu. Setiap zombie memiliki atribut-atribut khusus seperti life span yang menentukan seberapa lama zombie kamu hidup dan membunuh orang, damage resistance yang menentukan kekuatan zombie kamu saat diserang, atau speed yang menentukan kecepatan zombie kamu dalam mengejar orang. Kamu bisa meningkatkan atribut ini dengan menggunakan koin-koin yang kamu dapatkan saat membunuh orang dengan zombie kamu.

Eits, tetapi kamu juga harus berhati-hati dengan beberapa agen rahasia di map. Selain mereka bisa menembaki zombie kamu, mereka juga kebal terhadap infeksi lho!

Selain “upgrade” zombie, terdapat juga beberapa spesies zombie lain yang bisa kamu “buat” di laboratorium, mulai dari Brute yang lebih besar dan memiliki Shockwave slam, hingga Ill Kim Jong yang bisa membangkitkan zombie dari mayat orang yang sudah kamu bunuh. Bukan hanya itu, kamu juga bisa membunuh orang-orang dengan memberikan support, seperti melemparkan granat atau melepaskan jebakan.

Upgrade zombie agar lebih "tahan banting", dan juga ciptakan zombie baru di menu Laboratory

Selain dibebani dengan objective untuk membunuh sejumlah orang tertentu, di setiap area kamu juga akan menemukan berbagai tantangan yang bisa kamu selesaikan untuk mendapatkan achievement tertentu. Kamu juga bisa mendapatkan beberapa gold tambahan dengan me-like fanpage Toge dan Armor Games di Facebook, agar kamu bisa meng-upgrade zombie dengan maksimal atau bahkan “membuat” zombie spesies baru.

Gameplay yang cukup simpel dan adiktif ini cukup menarik dan cocok untuk diterapkan dalam sebuah web based game, yang bisa dimainkan dengan santai ditengah-tengah kesibukan . Selain itu, grafis gameplay ini juga cukup menarik, yang kembali menonjolkan kekuatan Toge Productions dalam mengerjakan sebuah game bergrafis pixel art. Game ini juga seakan-akan menjadi hiburan bagi penggemar Toge disaat Reich of Darkness-nya harus ditarik dari peredaran untuk sementara karena adanya protes dari pihak-pihak tertentu yang sensitif dan tidak menyukai tema Perang Dunia Kedua yang dibawakannya.

Sudah siap untuk menginfeksi seluruh dunia dengan zombie? Segera mainkan game ini di http://armorgames.com/play/13150/infectonator-2.

Selesaikan semua Challenge di setiap area

SHARE
Previous articleMengkristal Bersama Vandaria di MAKKO Go Show
Next articleKarakter Baru untuk .hack//Versus Telah Diumumkan, Siapa Saja Mereka?
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.