Walt Disney Fokus Game Sosial dan Mobile, Akuisisi Developer Korea Studio Ex

Apa rencana Disney setelah mengakuisisi LucasFilm? Memang sempat ada suara bahwa perusahaan mainan Amerika Hasbro menjadi target Disney selanjutnya. Namun sepertinya tidak ada kelanjutan rumor tersebut. Baru minggu ini kami mengetahui jika Disney kembali mengakuisisi perusahaan lain, tepatnya sebuah developer game bernama Studio Ex yang bermarkas di Korea Selatan, dan saat ini dikenal di Facebook melalui game Galaxy X.

Di Asia? Yup, Disney sepertinya paham bahwa perkembangan game social dan mobile di Asia begitu pesatnya, dan kami yakin rencana mereka selanjutnya setelah menutup banyak divisi gamenya karena terus merugi (dikabarkan mencapai $200 juta sampai kuartal ketiga 2012) adalah fokus pada game mobile, social, dan game multiplayer yang bisa dimainkan gratis — tentu saja dengan in-app purchase.

Disney mengkonfirmasikan akuisisi tersebut, walaupun menolak menyebutkan berapa nilainya. Sedangkan Studio Ex sendiri juga belum menyebutkan bakal mengembangkan game apa pasca mereka dibeli oleh Disney, dimana Disney juga termasuk mendapatkan para insan kreatif di balik Studio EX, seperti David Moon, mantan director layanan game di NHN, salah satu operator besar penyedia layanan game di Korea dan Asia.

Berikut kutipan pernyataan Disney yang mengkonfirmasikan akuisisi tersebut:

“The Walt Disney Company has acquired Studio Ex, a games development studio in Korea that focuses on multiplayer, free-to-play online and mobile games. Through a stock purchase agreement, Studio Ex is now a wholly owned subsidiary of The Walt Disney Company reporting into Disney Interactive.”

Studio Ex bakal terfokus mengembangkan game free-to-play untuk pasar Asia yang diadaptasi dari banyak brand milik Disney — yaya, semoga Star Wars juga termasuk di dalamnya. Game tersebut bakal dikembangkan untuk permainan online dan juga untuk mobile game di platform seperti iOS atau Android.

Sebelum akuisis ini, Disney juga pernah mengumumkan kerjasama mereka dengan perusahaan Korea Smilegate untuk mengembangkan game berdasarkan para hero-nya Marvel, yang juga menjadi bagian rencan Disney menarget pasar Asia. Mereka juga bekerjasama dengan pengembang game Korea Zipi Studio, untuk merilis Zipi Racing, game racing multiplayer online dengan banyak karakter dari dunia Toy Story serta Cars.

Semoga saja rencana Disney kali ini berjalan lancar dan mengembalikan peran mereka di kancah game. Dan memang usaha mereka di dunia game selama ini selalu bermula dari proses akuisisi. Seperti sebelumnya mereka membeli Club Penguin, game online multiplayer yang ditujukan untuk anak – anak; kemudian juga Playdom, yang terfokus mengembangkan game sosial untuk Facebook dan pasti sangat familiar bagi kalian karena memang menjadi pengembang Marvel: Avengers Alliance salah satu game terpopuler Facebook di tahun 2012 ini; serta Tapulous, developer game mobile yang terkenal melalui salah satu terlaris iOS dan AndroidTap Tap Revenge, dan diakuisisi Disney pada pertengahan 2010 lalu.


SHARE
Previous articleAksi Will dan Jaden Smith dalam Trailer Perdana After Earth
Next articleDokter Muda Ahli Bedah Yang Sukses Karena Bermain Counter Strike!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.