Huawei Ascend P6, ”Kembaran iPhone 5” yang Akan Menjadi Android Tertipis di Dunia

Di Indonesia nama Huawei memang lebih terdengar 2 tahun belakangan, meskipun sebenarnya sudah banyak smartphone Android-nya beredar dan cukup pas menjadi alternatif dibandingkan pilihan bermerk. Yang eksis seperti seri Ideos, Mediapad, dan Ascend. Seri terakhir sebenarnya menjadi unggulan, sekaligus ujung tombak Huawei. Karena secara fitur memiliki value-for-money yang tinggi.

Sayang, banyaknya Ascend yang worth-it itu selalu mengalami dilema yang sama, muncul terlambat. Agaknya Huawei Indonesia harus segera memperbaikinya agar bisa bersaing. Seperti yang satu ini, pilihan flagship mereka yang sejatinya dibuat untuk bersaing dengan nama-nama seperti Samsung Galaxy S4, LG Optimus G, Sony Xperia Z, HTC One  atau Oppo Find 5, baru akan dikonfirmasikan 18 Juni mendatang. Entah kapan perilisannya, dan entah kapan masuk ke Indonesia. Namun yang pasti, ketika dirilis nanti Ascend P6 akan langsung mengambil mahkota smartphone tertipis di dunia dari Oppo dengan ketebalannya yang hanya 6.18-mm!

Rumor smartphone Android ini sudah muncul sejak akhir April lalu, jika vendor China yang di Indonesia namanya bisa disetarakan dengan ZTE, Lenovo dan Oppo tersebut menyiapkan Ascend baru yang diklaim akan memperoleh predikat tertipis di dunia. Dimensinya hanya 132.6 x 65.5 x 6.18-mm, dengan berat 120-gram, padahal menggunakan material casing metal (bentuknya mengingatkan pada iPhone 5, semoga saja tidak diperkarakan Apple). Layarnya sendiri tidak beranjak jauh dari Ascend D1 Quad XL yang saat ini menjadi tipe termewahnya di Indonesia, yaitu 4.7-inchi dengan resolusi HD 720×1280-pixel pada kerapatan 312ppi.

Huawei pun masih mengajukan chipset yang sama seperti kelas atas mereka sebelumnya, melalui Chipset K3V2 HiSilicon Hi3620, prosesornya quad-core pada kecepatan 1.5 GHz Cortex-A9, didukung GPU Vivante GC4000 16-core (yup, GPU-nya itu yang paling yahud, dan sangat rakus memakan jatah RAM).  Kemudian RAM-nya seperti beberapa pesainnya, disediakan 2 GB RAM, kamera utama 8-megapixel, sekunder 2-megapixel, serta langsung menjalankan Android 4.2 Jelly Bean.

Keseluruhan spesifikasinya tidak banyak berubah dari Ascend D1 Quad XL yang saat ini juga penulis gunakan. Layar menggunakan material LCD IPS+, mengenali 10 titik sentuhan, 16 juta warna, speaker stereo dengan pemrosesan audio Dolby Digital Plus (dan semoga speakernya sangat keras seperti pada Ascend D1 Quad XL. Namun yang membuatnya lebih baik dibandingkan Ascend Quad XL, seperti bidang layar yang lebih besar (D1 Quad XL hanya 4.5-inchi), RAM lebih besar (2 GB vs 1 GB), internal storage juga berlipat ganda (32 GB vs 8 GB), prosesor lebih cepat (1.5 Ghz vs 1.4 GHz), Bluetooth v4.0 yang siap mendukung Android 4.3, langsung menjalankan antar muka Emotion UI 1.6, serta yang pasti banyak disukai pengguna smartphone Android di Indonesia khususnya, Ascend P6 tamemiliki dua slot kartu SIM, dan bahkan mampu bergerak di jaringan 4G LTE! Ketika dirilis nanti, Ascend P6 dikabarkan hanya berharga 1,999 Chinese Yuan, atau sekitar Rp. 3.2 jutaan saja. Bandingkan dengan Ascend D1 Quad XL yang harga resminya di Indonesia kini Rp. 3,75 jutaan.

Dua tablet Huawei, MediaPad 7 Lite dan MediaPad 10 FHD sebenarnya sudah eksis sejak pertengahan tahun lalu. Namun di Indonesia baru brosurnya saja yang bertebaran. Tidak jelas kapan keluarnya, namun yang jelas MediaPad 10 yang banyak peminatnya itu rencananya dijual di rentang harga 4.2 jutaan!

Dengan Galaxy S4 sudah mencapai milestone penjualan 10 juta unit dalam sebulan, HTC One dilaporkan juga terjual 5 juta unit, belum dengan pilihan kompetitor seperti Xperia Z, dan Oppe Find 5, semoga saja Ascend P6 tidak terlambat munculnya. Namun dengan casing “yang kelihatan kesan” metalnya, model mirip iPhone 5, serta profil yang sangat tipis, tidak susah membuat siapa pun berpaling padanya.

Selain tablet, smartphone Huawei di Indonesia “suaranya” tidak serenyah speaker Ascend yang memang rata-rata dilengkapi speaker Dolby Mobile. Dari yang dijanjikan muncul melalui brosurnya (yang sudah banyak disebar sejak Maret lalu), hanya Ascend Y210 (paling sering muncul iklannya), Ascend G330, Ascend G600 (susah mencari yang satu ini) dan yang paling yahud karena spesifikasinya bisa dikatakan lebih ok dari Samsung Galaxy S3, HTC One X atau Optimus 4X adalah Ascend D1 Quad XL. Penulis menyukai Ascend D1 Quad XL karena kinerja GPU-nya yang maksimal untuk game 3D, prosesor yang mampu menyesuaikan beban plus ada setting untuk menghemat energi (semacam Power Saving-nya Galaxy Samsung), kamera dengan hasil yang bening, speaker Dolby yang keras, dan baterai berkapasitas terbesar di kelasnya (2,600 mAh).

Jika ragu dengan kinerja chipset produksi Huawei sendiri, K3V2 HiSilicon Hi3620, dengan prosesor quad-core berbasis Cortex-A9, serta didukung GPU Vivante GC4000 16-core, berikut ada data hasil uji benchmark yang penulis hasilkan ketika menggunakan Ascend D1 Quad XL dalam kondisi full power (profil “power saving” tidak diaktifkan). Kinerjanya bukan main-main, dan layak dibandingkan dengan tipikal quad-core lainnya.

Sumber: Facebook Huawei, Engadget