[Kuliah Om Jas] Mengapa Harus Ada Konflik dalam Game?

Om Jas mau cerita sebuah skenario game, nih, baca ya: “Tersebutlah sebuah desa yang sangat asri dan subur. Rakyatnya makmur dan sejahtera. Tidak ada kekacauan sedikitpun, semua orang saling bertenggang rasa, saling membantu. Semuanya baik dan indah adanya. Tamat.”

Lho…  kok cuma begitu saja? Yup benar, kenapa cuma begitu saja? Karena tidak ada konflik. Konflik, kata itu di dunia nyata sebisa mungkin kita hindari, namun di dalam game, hal ini malah yang dicari agar game yang kita buat itu menarik. Game perang tanpa musuh? Apakah kita berperang melawan angin? Game sepakbola tanpa lawan tanding? Main sendiri dan mencetak gol tanpa ada yang menghalangi. Betul-betul membosankan. Untuk itulah kita memerlukan konflik di dalam game yang kita rancang.

Sebenarnya apa arti konflik? Konflik adalah pertentangan atau permasalahan yang membuat suatu hal perlu diselesaikan. Pertentangan antara dua ras yang menyebabkan peperangan, pertentangan antara baik dan jahat, cahaya dan kegelapan, tim kuat dan tim underdog.

Semua pertentangan tersebut menyebabkan konflik yang dapat kita angkat dan kita ulas di dalam game yang kita buat sehingga akan membuat game kita menarik untuk dimainkan. Sehingga “konflik buatan” adalah sesuatu yang wajib ada di dalam game yang akan kita buat karena hal itu termasuk bagian penting dari sebuah perancangan game.

A.    Jenis-jenis Konflik dalam Game

Dengan adanya konflik, maka seorang pemain akan berjuang dan berusaha untuk mencapai sebuah sasaran, sehingga ia akan memikirkan berbagai taktik dan strategi yang terbaik agar ia mencapai sasarannya tersebut.

Untuk dapat mengerti lebih dalam arti dari konflik di dalam game, ada baiknya kita memilah-milah jenis konflik atau pertentangan yang sangat mungkin terjadi di dalam game beserta contoh-contoh game yang sudah banyak beredar di mana game-game tersebut mempergunakan jenis-jenis konflik tersebut.

  • Single player vs. single player: Catur, Tinju, Fighting Games
  • Group vs. group: Sepakbola, Basket, DotA, hampir semua multiplayer game pada saat Guild Battle
  • Satu melawan banyak: Hampir semua game Adventure, Action, RPG, FPS.
  • Banyak orang untuk menjadi satu juara: Marathon, Mario Kart, Need for Speed, Olympic games
  • Single player vs. computer: Banyak sekali game yang mempergunakan konflik model ini tertutama jika sedang bermain sendirian atau single player mode. Musuh yang dilawan adalah komputer yang biasanya dilengkapi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
  • Group dari single players vs. computer : Blackjack
  • Group vs. computer: Lord of the Rings board game, Mode koperatif dalam Star Wars Battlefront, dsb.

Untuk single player vs. computer, group dari single player vs. computer dan group vs. computer biasa kita temui di dalam game komputer. Konflik di dalam game komputer saat ini jauh lebih kompleks lagi dengan munculnya multiplayer game, online game maupun social game, sehingga muncul player vs. player atau guild vs. guild, tetapi secara garis besar hampir semua konflik yang ada dapat kita kelompokkan dalam kategori-kategori tersebut.

Nah, sebenarnya apa guna konflik? Konflik itu dapat membawa kita mencapai sasaran dalam game. Apa saja contoh sasaran dalam game? Baik, om Jas ajak kita membahas sasaran game ini.

B.    Sasaran Game

Konflik dapat membawa seorang pemain mencapai sasaran di dalam game tersebut. Sasaran di dalam game itu tidak harus tetap/fix, tidak harus sesuai dari dasar pemikiran game, sebuah game tunggal dapat mendukung banyak sasaran. Dari sudut pandang pemain.

Kita akan melihat beberapa game yang sudah kita kenal untuk kemudian kita telusuri sasaran-sasaran apa saja yang terdapat di dalam game tersebut.

Contoh 1: Puzzle Bobble

Puzzle Bobble

Mode Single Player

Beberapa sasaran di dalam mode single player pada game Puzzle Bobble. adalah menyelesaikan game dengan baik, yaitu dengan menembakkan gelembung-gelembung sehingga membentuk garis lurus yang terdiri dari 3 atau lebih gelembung. Kita akan kalah bila gelembung yang ada mencapai garis terbawah, Kita juga dapat memperbaiki rekor nilai kita sendiri atau mendapat tempat pada daftar nilai tertinggi.

Mode Two player

Sedangkan pada mode two player yang merupakan player vs. player, sasaran utamanya adalah kita dapat mengalahkan lawan kita dengan bertahan selama mungkin dan sesekali menembak lawan dengan gelembung dari kita.

Jadi sasaran utama untuk mode single player adalah menguasai sistem game agar dapat nilai yang tinggi dan terdaftar di dalam peraih nilai tertinggi, Sedangkan sasaran untuk mode two player adalah menjadi pemain yang paling tangkas dan lihai dalam memainkan Puzzle Bobble sehingga meraih banyak kemenangan.

Contoh 2: Tekken

Mode Single player

Tekken adalah salah satu game fighting, di sini pemain dapat memilih satu dari sekian banyak karakter yang disediakan. Karakter yang dipilih ini memiliki jurus-jurus yang harus dikuasai pemain dan dikeluarkan tepat pada waktunya untuk memenangkan pertandingan melawan karakter lainnya. Pada mode single player, pemain bertarung melawan komputer baik dalam pertarungan bebas maupun cerita (campaign) yang harus diselesaikan pemain.

Mode Two player

Pada mode two player juga terdapat system player vs. player. Pada mode ini pemain dapat membuat petarung sendiri untuk melawan pemain lainnya, atau mempergunakan karakter yang sudah ada. Satu pemain melawan satu pemain lainnya denga cara yang sama seperti pada mode single player sehingga didapatkan siapa yang memenangkan pertandingan tersebut.

Kita dapat menyimpulkan bahwa baik dalam mode single player maupun two player, kita harus dapat menguasai jurus-jurus karakter dan mengeluarkannya pada saat tepat agar kita dapat keluar sebagai pemenang di dalam game ini.

Masih banyak contoh-contoh game lain yang bisa kita bahas konflik-konflik yang terjadi di dalamnya. Dari contoh-contoh tersebut, kita dapat ungkapkan bahwa konflik di dalam game-game tersebut bersifat kompetitif. Dimana ada persaingan untuk mencapai sebuah tujuan atau sasaran tertentu.

Selain bersifat kompetitif, ada pula konflik dalam game yang bersifat kooperatif atau membutuhkan kerjasama di antara para pemainnya untuk bisa mencapai suatu tujuan. Konflik-konflik kooperatif ini menuntut suatu hal yang disebut dengan teamwork sehingga tim kita dapat mencapai tujuan.

Beberapa game terkenal yang juga memiliki konflik game yang bersifat kooperatif di antaranya adalah game action dengan Banyak karakter, seperti Resident Evil: Outbreaks, Street of Rage, Final Fight, Double Dragon. Di sini pemain harus mampu bekerjasama dengan pemain lain untuk menyelesaikan suatu level tertentu. Contoh lainnya seringkali kita dapatkan di dalam banyak game online maupun game multiplayer lainnya di mana beberapa pemain harus membentuk sebuah grup untuk dapat menyelesaikan tugas tertentu.

UN Food Force

Game lain yang cukup unik menerapkan konflik kooperatif ini adalah game “UN Food Force” di mana pemain memiliki misi untuk menolong para pengungsi. Konflik utama terjadi antara pemain dengan alam, elemen, anggaran yang terbatas, logistik dan lain sebagainya  yang mengharuskan pemain bekerjasama dengan pemain lain agar dapat menyelesaikan misi mulia tersebut.

Oke, demikian Kuliah Om Jas kali ini tentang mengapa game memerlukan konflik. Tapi jangan lupa, biarkan konflik yang ada di dalam game tetap berada di dalam game, jangan sampai berlanjut ke dunia nyata. Semoga kuliah kali ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Nantikan Kuliah Om Jas berikutnya.


SHARE
Previous articleFuRyu, Pengembang Unchained Blades, Siapkan RPG Baru Exstetra!
Next articleResident Evil the Real, Atraksi Kedua Bernuansa Zombie dari Universal Studios dan Capcom
Saya adalah seorang penggemar game sekaligus pembuat game. Sehari-hari bekerja sebagai dosen konsentrasi Pengembangan Game, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Kristen Satya Wacana. Saat ini mendirikan sebuah studio game indie yang bernama Enthrean. Karena saya penggemar JRPG, impian saya adalah membuat studio game yang bisa menyaingi ketenaran Square Enix.