PopCon Asia 2013: Profil Foxbox Studio, Studio Action Figure Lokal Dengan Kualitas Internasional!

Jika kamu kemarin mengunjungi PopCon, mungkin kamu akan melihat beberapa mainan keren yang ada di display booth dari Foxbox Studio persis di depan pintu masuk. Melihat kualitasnya yang sangat luar biasa dan masuk kategori ‘AAA’, tidaklah mengherankan kalau saya pertama kali mengiranya merupakan salah satu lini produk dari Hot Toys, produsen dari berbagai macam action figures kelas dunia asal Hong Kong. Namun setelah berbincang-bincang dengan Ario, Production Manager dari Foxbox Studio, betapa terkejutnya saya mengetahui kalau Foxbox Studio adalah studio mainan asli Indonesia. Figur-figur dengan skala 1/6 yang dipajang pun adalah karya orisinal dari mereka sendiri.

Ario menerangkan bahwa Foxbox Studio sebenarnya adalah sebuah conceptual art studio namun saat ini masih fokus dengan lini produk mainan action figures. Kedepannya, Ario mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Foxbox Studio akan merilis novel, graphic novel maupun komik berdasarkan universe dari karakter-karakter yang mereka buat. Studio yang sudah berdiri dari tahun 2010 ini sudah memiliki beberapa produk yang dijual namun sampai saat ini masih melalui sistem pre-order. 2 lini produk utama mereka dinamakan God Complex serta Sixthvision. God Complex mengambil tema dari dewa-dewa di seluruh dunia untuk kemudian dibuatkan action figurenya. Tentunya dengan berbagai modifikasi agar terlihat lebih keren dan modern. Salah satu yang sudah sold out adalah serial Hermes. Sesuai pilihan ‘God’ yang dipilih, unsur ‘Hermes’ terlihat jelas dari action figuresnya seperti kibaran api di kaki dan helmnya. Namun Hermes ini terlihat sangat cool dan modern dengan menggunakan setelan kemeja, celana jeans serta sepatu boot. Tidak ketinggalan pula tas selempang yang selalu dibawa olehnya. Mainan ini sangat terbatas dan hanya dibuat 100 unit untuk seluruh dunia.

Yang kedua adalah lini Sixthvision. Sixthvision ini mengambil gambar dari para ilustrator untuk kemudian dibuatkan mainannya. Saat ini produk perdana dari Sixthvision, State of Alarm,sudah memasuki tahap pre-order dan merupakan hasil kerjasama dengan ilustrator Guillaume Menuel, seorang concept artist dari Ubisoft Canada. State of Alarm ini adalah sesosok figur polisi, dengan topi tinggi khas British Royal Police namun dengan aura gelap. Hampir semua pakaiannya berwarna hitam, termasuk topi yang dipakai dan membawa senapan. Mereka sering disebut sebagai ‘Black Guardian Angels’ dan dianggap sebagai bentuk visualisasi dari sikap represif suatu pemerintah. State of Alarm akan dirilis awal tahun depan dengan harga 325 USD. Dengan harga itu kamu akan mendapatkan 3 buah figur plus 1 backdrop. Tertarik untuk memesannya? Langsung saja masuk kesini.

Proyek lainnya adalah dari lini God Complex adalah Inari yang diambil dari tokoh dewa Jepang. Sesuai namanya, Inari yang berarti ‘Fox God’, figure Inari akan dilengkapi dengan 2 rubah yang selalu mengikuti sang ‘Dewa’ kemanapun dia pergi. Tampilan Inari sendiri sangat keren, dengan kepala rubah namun berbentuk helm futuristik. Inari juga tampil elegan dengan menggunakan jas putih yang dipadukan dengan celana jeans dan syal warna merah yang melingkari lehernya. Rencananya, Inari akan dirilis dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Ario menjelaskan kenapa figur-figur ini menggunakan kurs Dollar Amerika karena memang pasarnya adalah internasional. Saat ini pusat distribusi pre-ordernya adalah di UK, US serta Thailand. Untuk pasar Indonesia sendiri kamu dapat memesan melalui distributor resminya disini serta webpage mereka disini dan jangan lupa juga untuk me-like page Facebook mereka disini. Ayo dukung terus industri lokal agar mampu bersaing di pasar internasional!


SHARE
Previous articleTeaser Poster Captain America: The Winter Soldier
Next articleAda Gintama dan Kagura di God Eater 2!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.