INAICTA 2013: The Next Big Thing In Indonesian Gaming Industry

Lagi-lagi yang menjadi pembicara di INAICTA berikutnya adalah sosok yang sangat kompeten di industri game nasional. Adalah Wendy Chandra, CEO dari Megindo yang juga merupakan salah satu penyelenggara event IGS 2013. Pada kesempatan kali ini, Wendy memberikan materi dengan tema ‘The Next Big Thing’. Wendy menganalisa apa saja kekuatan dan kelemahan dari industri game nasional.

Wendy menjelaskan bahwa ada 3 faktor utama dalam industri game suatu negara. Ketiga hal tersebut adalah jumlah populasi, kecepatan rata-rata internet serta trend. Jika di lihat dari populasinya, Indonesia adalah pasar yang sangat menggiurkan dengan jumlah penduduk hampir mencapai 250 juta jiwa. Namun sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan GDP per kapitanya yang rendah. Indonesia hanya menempati urutan ke 116 menurut data World Bank, yang artinya daya beli masyarakat memang masih rendah. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, pengguna internet pun masih bisa di bilang belum banyak. Saat ini, pengguna aktif di Indonesia hanya berjumlah sekitar 55 juta orang.

Faktor kedua, yaitu kecepatan rata-rata internet pun menjadi faktor yang krusial. Kecepatan internet di Indonesia bisa di bilang lambat. menurut data Internet World Stats, Indonesia menempati peringkat ke 69, masih di bawah Malaysia yang menempati peringkat 51. Masalahnya, harga yang harus kita bayar untuk mendapatkan kecepatan internet yang tidak seberapa cepat itu terlalu mahal. Wendy membandingkan dengan Korea dan beberapa negara lain dimana dengan harga yang tidak begitu berbeda jauh, mereka mendapatkan kecepatan internet yang jauh lebih kencang.

Dengan keadaan seperti itu, tidak mengherankan jika pasar mobile di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Hal ini karena mengakses internet melalui handphone jauh lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Hal ini juga di dukung dengan murahnya akses data dari para operator selular di Indonesia. Prediksinya adalah, pada tahun 2016, pengguna internet di Indonesia akan menyentuh angka 167 juta orang. 109 juta di antaranya akan mengakses internet melalui jaringan mobile. Selain itu, harga handphone di Indonesia pun sangat kompetitif, bahkan untuk kelas tablet yang biasanya dibanderol cukup mahal. Jadi, bagi kalian yang ingin terjun ke dunia game sebagai developer, mungkin ingin melirik platform mobile karena dalam beberapa tahun ke depan, mobile gaming akan meledak!


SHARE
Previous articlePlanes: Saatnya Membawa Seri Cars Ke Angkasa!
Next articleMeizu MX3 Resmi Hadir, Membawa 1,579 Improvisasi Melalui Mesin Setara Galaxy S4
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.