IGS 2013: Mencoba Tegra 4 Melalui Shield, Handheld Game nVidia yang Akan Segera Dipasarkan ke Indonesia

Sejak pertama kali diperkenalkan selama ajang Consumer Electronic Show 2013 awal Januari 2013 lalu, nVidia Shield sudah menuai banyak reaksi, terutama mereka yang tidak sabar mencoba salah satu inovasi terbaik mobile gaming tersebut. Karena desainnya, Shield pun layak masuk kelas handheld game, dan menjadi pilihan baru selain Sony PS Vita atau Nintendo 3DS. Handheld yang sudah dirilis di negara asalnya sejak 31 Juli lalu ini menjalankan Android Jelly Bean, berbentuk clamshell dengan cover yang menyembunyikan layar sentuh 5-inchi dengan resolusi 1280×720-pixel, serta menjadi gadget pertama yang diperkuat oleh prosesor mobile nVidia Tegra 4. Tidak heran banyak juga yang menyebut Shield sebagai duta promosi chipset quad-core dengan GPU 72 core tersebut.

Kini sebulan pasca peluncuran perdananya di negara lain, nVidia berencana membawa Shield ke Indonesia. Mereka memanfaatkan event game terbesar di Indonesia, yaitu Indonesia Game Show 2013 (IGS 2013) untuk mengenalkan handheld canggih itu kepada gamer Indonesia. Duniaku yang berkesempatan menjajal salah satu (dari dua) Shield yang didemokan di booth mereka, dan berikut ini impresinya. Keseluruhan, dari bentuk kontroler dan dan penataan tombolnya mengingatkan pada kontroler X360. Ada dua analog, d-pad, dan beberapa tombol lainnya.

Inovatif, itulah kesan pertama kami ketika melihatnya dioperasikan. Selain mendukung banyak game Android 4.2.1 Jelly Bean, namun pesona utama Shield adalah apa yang digadang-gadang menjadi salah satu masa depan dunia game, cloud gaming! Handheld dengan layar 5-inchi beresolusi HD 720p, dan ditenagai prosesor quad-core ARM Cortex A15 dari chipset nVidia Tegra 4 serta GPU 72-core nVidia GeForce tersebut bisa menstreamingkan game PC yang kamu mainkan secara mobile. Melalui demo IGS 2013 ini, seperti yang juga digunakan nVidia untuk mendemokan Shield dalam beberapa event pameran game lainnya, mereka memilih Borderlands 2.

Demo Borderlands 2 yang kami coba dijalankan melalui mekanisme streaming melalui PC. Yah, karena sejatinya game tersebut tidak tersedia untuk Android, maka opsi memainkannya hanya melalui streaming. Yang kami rasakan selama memainkannya, ternyata sama sekali tidak terjadi lag, meskipun kami yakin data yang diteruskan dari PC ke Shield pasti sangat besar. Streaming dijalankan melalui WiFi, sehingga PC dan Shield harus berada dalam satu hotspot yang sama.

Dengan konsep streaming ini, seandainya kamu sedang memainkan Borderlands 2 di PC secara marathon, sedikit capek, namun tidak ingin kehilangan waktu bermainmu, dan ingin melanjutkannya dengan, misalnya sambil santai duduk di kursi serta menjauh dari keyboard, maka itu mungkin saja dilakukan melalui Shield. Kami langsung menjalankan Shield yang didemokan, tanpa mengetahui bagaimana proses pairing, dan berapa lama yang diperlukan untuk sinkronisasinya. Namun yang jelas, PC yang kita gunakan untuk berhubungan dengan Shield tersebut mininal beroperasi GPU GeForce GTX 650. Kebutuhan tersebut dibutuhkan agar game di PC Windows juga bisa dimainkan via Shield melalui mode Big Picture-nya Steam. Yup, menginstall Steam juga menjadi kebutuhan utama di sini. Konsep tersebut sama seperti yang dijalankan Sony melalui sistem Remote Play antara PlayStation 4 dan PlayStation Vita. Mode permainan kedua yang kami coba selama demo IGS 2013 adalah melalui game Android Dead Trigger.

Menggenggam Shield selama setengah jam, kami langsung menyukai desainnya yang berkelas khas produk nVidia, terlihat sekali material dan finishing premiumnya. Selain itu sistem speaker bass reflex yang terintegrasi di dalam kontroler tersebut Shield juga terbukti mampu memberi sensasi berbeda, apalagi untuk kelas handheld. Respon kontrolernya pun cukup presisi untuk aiming selama memainkan game PC, entah ketika mengendalikan game PC selama streaming atau memainkannya langsung. nVidia mengklaim latency-nya 100-150ms, atau setara dengan kontroler wireles-nya Xbox 360.

Pegangannya memang nyaman, hanya saja karena ukurannya cukup besar (sedikit lebih besar dibandingkan kontroler Xboc 360, dan tetap lebih kecil dari GamePad-nya Nintendo Wii U), kami yang bertangan kecil menjadi kurang nyaman seandainya mengoperasikan’nya dalam waktu agak lama — yah, mungkin karena basis pengembangannya adalah ukuran tangan bule :mrgreen: Itu dikarenakan tangan kami yang mungkin terlalu kecil ya, jadi sempat capek untuk menjangkau analognya dalam waktu yang lama. Oh ya, letak tombol analog-nya ini menurut kami juga terlalu ke bawah… selain itu juga kurang empuk permukaannya. Dan karena mengejar kesan premium, materialnya ternyata agak licin. Untuk tombol trigger-nya sangat nyaman, terutama untuk memainkan game shooter (well, dua demo game selama IGS 2013 semuanya shooter).

nVidia sendiri menyebutkan bahwa mereka akan memsukkan Shield ke Indonesia dan dijual mulai bulan depan dengan harga sekitar Rp. 4 jutaan. Selama IGS Shield belum dijual. Namun mereka yang membeli graphic card nVidia selama pameran, bisa mengikuti undian dengan hadiahnya satu unit Shield. Foto di atas menunjukkan GPU apa saja yang bisa dibeli untuk bisa ikut undiannya. Namun sayangnya, Shield yang disediakan sebagai hadiah ternyata tidak digaransi, karena saat ini belum resmi masuk Indonesia. (Febrianto + Yunianto – IGS 2013)

Spesifikasi nVidia Shield

Harga US $299, di Indonesia akan dijual sekitar Rp. 4 jutaan
Sistem Operasi Android 4.2.1 (Jelly Bean)
Chipset Tegra 4
Prosesor 1.9 GHz quad-core Cortex-A15
Internal Storage 16 GB, bisa diperbesar melalui MicroSD
Memory 2 GB DDR3L RAM
Layar 5-inchi, 720p pada 294ppi, multi-touch
GPU Custom 72-core GeForce
Speaker Custom dengan bass-reflex
Konfigurasitombol D-pad
2 × Analog Sticks
Tombol L/R bumper dan trigger
Tombol X, Y, A, B
Tombol NVIDIA/Power
Tombol Start
Tombol Home
Tombol Volume
Tombol Back
Touchpad Melalui Touchscreen
Konekstivitas IEEE 802.11n-2009 2 x 2 Wi-Fi
Bluetooth 3.0
GPS
3.5 mm headphone jack
Mini HDMI output
Micro USB
Layanan online Nvidia TegraZone
Google Play
Steam
Dimensi 158 mm
135 mm
57 mm
Berat 579 gram
[cb type=”company”]nVidia[/cb]