Live from TGS 2013: Duniaku Berkunjung ke Mabes Namco Bandai

    Di sela-sela padatnya jadwal Tokyo Game Show, Kementrian Parekraf RI dan Indonesia Game Studio mendapat undangan untuk berkunjung ke headquarters Namco Bandai di Shinagawa. Duniaku Network sebagai media partner turut serta mendampingi. Juga ada Dien Wong dan Adhi Trahono dari Altermyth dan Indra Gunawan, CEO Artoncode Indonesia, yang ikut dalam rombongan ini.

    Shin Unozawa, Chief Operating Officer Namco Bandai yang juga Chairman dari Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) menyambut rombongan Indonesia. Selain Indonesia, ada perwakilan dari beberapa negara Asia Tenggara lain yang juga diundang. Tujuan dari undangan ini adalah untuk memperkenalkan perusahaan Namco Bandai Group (atau Namco Bandai Holdings) dan produk-produk mereka.

    Duniaku Bersama Shin Unozawa, COO Namco Bandai

    Namco Bandai Holdings terbentuk pada tahun 2005, dengan mergernya dua perusahaan besar, yaitu Namco (dulunya Namcot) dan Bandai. Perusahaan ini kemudian membeli perusahaan animasi Sunrise dan studio game Banpresto. Saat ini Namco Bandai Holdings telah menjelma menjadi salah satu raksasa di industri game dunia. Mereka memiliki lebih dari 34% saham Atari di Eropa, 100% saham Atari UK, Australia, dan Asia Holding. D3 Publisher, Tales Studio, Lantis, Cellius, Beez Entertainment, bahkan hingga Megahouse Corporation telah menjadi bagian dari Namco Bandai Holdings.

    Tentu saja kunjungan ini menjadi ajang diskusi yang menarik antara pihak Namco Bandai dengan Altermyth, Artoncode, dan Kementrian Parekraf RI. Namco Bandai mencari partner yang tepat untuk bisa memasarkan gamenya ke Indonesia, mengembangkan dan memasarkan konten Indonesia (tak terbatas hanya di game), bahkan melakukan pengembangan game bersama-sama.

    Indra Gunawan (CEO Artoncode) diskusi seputar co-development mobile game
    Shin Unozawa diskusi dengan Dien Wong (CEO Altermyth) dan Harry Waluyo (Dirjen Parekraf)

    Harry Waluyo, Dirjen Ekonomi Kreatif basis Media, Desain, & IPTEK dari Parekraf, berharap Namco Bandai bisa membuka diri kepada studio game Indonesia untuk magang. Menurutnya transfer ilmu dibutuhkan agar studio game Indonesia bisa berkembang ke level yang lebih tinggi.

    Setelah tur ke bagian riset dan pengembangan, juga divisi sound, Namco Bandai mengajak tamu-tamunya untuk melihat trailer-trailer game baru yang tengah mereka kembangkan. Berikut adalah beberapa trailernya:

    http://youtu.be/99HQONj17VM

    Disuguhi trailer proyek-proyek rahasia Namco Bandai

    Sebetulnya masih ada beberapa game lain, yang (sayangnya) belum bisa dipublikasikan judulnya. Namun jangan khawatir, pantau terus bocorannya di Duniaku Network.


    SHARE
    Previous articleMinions Siap Menyerbu Layar Lebar Pada 2015!
    Next articleTGS 2013 Booth Tour: Masuki Arena Hijau Microsoft, Menarik Karena Titanfall dan Banyak Game Eksklusif
    Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.