Live from TGS 2013: Studio Game Indonesia Akrab dan Kompak!

Studio-studio game yang berangkat ke Tokyo Game Show 2013 ternyata tak hanya akrab ketika bersama-sama di booth Indonesian Game Studio saja. Rekan-rekan dari Altermyth, Agate Studio, Artoncode Indonesia, TouchTen Games, dan Toge Productions tampak kompak selama di Tokyo.

Rasa kekeluargaan ini tercipta secara natural. Padahal di antara mereka juga ada yang baru kenal. Hal ini bisa terjadi karena memang rekan-rekan Indonesian Game Studios memiliki semangat yang sama. Meski berbeda-beda perusahaan, namun impian mereka untuk mengangkat industri game Indonesia ke tingkat dunia yang mempersatukannya.

Saya beberapa kali mengikuti perjalanan rekan-rekan Indonesian Game Studios di luar booth TGS. Berikut beberapa foto kerukunan dan kebersamaan mereka.

Jebolan Matahari Studio: Karl, Wong, dan Poltex
Diskusi seru dua CEO muda: Arief dan Indra
Berdesak-desakan di JR Train
Ketiduran?
Indonesian Game Studios di Shibuya
Saya bersama Billy dan Dion Altermyth
Lapaaar!!
Dien Wong bersama istri dan anak
Itadakimasu!!

Penasaran untuk bertemu dan diskusi langsung dengan rekan-rekan Indonesian Game Studios?

Duniaku bersama Binus mengundang kamu semua untuk hadir di discussion panel berjudul ‘Play in the Global Market’. Menghadirkan Dien Wong dari Altermyth, Arief Widhiyasa dari Agate Studio, Indra Gunawan dari Artoncode, dan Anton Soeharyo dari TouchTen Games. Selain pembahasan post-mortem TGS 2013, kita akan diskusi seputar industri game Indonesia dan bagaimana menjadi developer game kelas dunia.

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Jumat, 4 Oktober 2013, pukul 13.30 di Auditorium (lantai 4) Binus Anggrek, Jl. Kebon Jeruk Raya nomor 27, Jakarta Barat. Acara ini gratis. Khusus untuk Binusian akan ada e-certificate. Jadi tandai kalendermu, dan sampai ketemu hari Jumat.


SHARE
Previous articleKamu Bebas Menyelesaikan Dungeon Manapun di The Legend of Zelda: A Link Between Worlds
Next articleLegendary Pictures Umumkan Jadwal Rilis Film Warcraft
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.