Semaraknya Puncak Acara Q Challenge, dengan Segudang Hadiahnya

538309aac8cfc1401096618qchallenge_675x280_1

Puncak acara Q Challenge yang diadakan oleh PT Qeon Interactive telah berakhir pada hari Sabtu 14 Juni 2014 kemarin, diadakan sejak tanggal 10 Juni 2014, dan bertempat di Auditorium kampus Binus Anggrek. Acara yang berlangsung selama 5 hari ini, menyelengarakan beberapa kategori acara perlombaan seperti Mount design, Fan Art Design, Tournament Clash of God, Selfie Contest, Mini Game dan Playground. Dan tentunya juga ada segudang hadiah yang telah disiapkan oleh pihak penyelengara.

Pada acara puncak Q Challenge, menghadirkan seminar yang bertajuk “Game Artist Di Indonesia Dari Kacamata Studio / Perusahaan”, dan Bapak Jun dari Jotter Production menjadi narasumber dalam acara tersebut. Beliau menceritakan bagaimana awal mendirikan perusahaan yang bergerak di Industri game, dan tantangan apa saja yang akan dihadapinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jotter Production sendiri telah hadir selama kurang lebih 9 tahun, yang lahir pada tahun 2005, berdomisili di Bandung, dan memiliki sebanyak 17 anggota rekan kerja didalamnya. Dalam seminarnya Ceo Founder dari Jotter Production menjelaskan, bahwa di Indonesia, untuk saat ini developer yang bergerak di industri game masih kebanyakan indie (bergerak sendiri) dan belum menjadi corporate (perusahaan).

Hal ini di sebabkan karena masih rendahnya kepedulian pemerintah dalam memajukan industri game yang ada di negara kita, dan masih menganggap bahwa game hanya mendatangkan hal yang negartif. Lain hal nya dengan negara seperti Jepang dan Korea yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahnya, salah satu tindakan kepedulian dari pemerintah mereka yaitu dengan memberikan beasiswa kepada warga mereka yang dapat berprestasi di bidang game. Pak Jun juga menjelaskan bahwa saat ini, banyak orang di negara kita telah tertarik untuk belajar membuat game mereka sendiri, kebanyakan dari mereka belajar khususnya mengenai game artist secara otodidak, karena kemudahan mengakses informasi yang ada di media internet.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Para peserta yang hadir di dalam acara ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa Binus saja, namun banyak juga pelajar SMK di bidang Multimedia yang berpartisipasi mengikuti seminar ini, untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Pada sesi tanya jawab, antusias dari siswa cukup tinggi, banyak sekali dari mereka yang bertanya seputar game yang sedang mereka kembangkan, terkait terhadap masalah teknis, perkembangan game Indonesia di masa depan dan masih banyak lagi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah seminar selesai, di pengujung acara PT Qeon Interactive menyerahkan penghargaan hadiah beasiswa development fee bagi juara 1,2, dan 3 untuk kategori Mount Design Challenge, para peserta yang mendapatkan beasiswa merupakan siswa-siswi SMU yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Untuk Juara I jatuh kepada Garda Sinatrya yang mendapatkan beasiswa 100% untuk program studi Games Application & Technology (GAT) di Binus, Juara II di menangkan oleh Luis Shandy mendapatkan beasiswa 75% untuk program studio GAT dan Juara III jatuh kepada Dea Mustika mendapatkan beasiswa sebesar 50% untuk program studi GAT, sayangnya ketiga peserta ini berhalangan hadir dan diwakilkan oleh para dosen yang mengajar di GAT.

Untitled

Pembagian hadiah berikutnya ditujukan untuk kategori pemenang fan art Clash of God & Kingdom Under Fire II dan turnamen Clash of God. Pada acara ini juga terdapat pemberian hadiah untuk costreet (cosplay street).

Setelah semua hadiah telah diberikan untuk masing-masing kategori, dipenutup acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta dari seminar ini adalah pembagian hadiah Doorprize. Bagaimana tidak, segudang hadiah telah disediakan oleh pihak Panitia.

Q Challenge

Hadiah yang dibagikan diantaranya  voucher perdana dan internet, power bank, keyboard imperator, mouse razor, voucer makan cepat saji, hingga hadiah yang sangat ditunggu-tunggu adalah processor intel i7 yang dapat meningkatkan performa komputer ketika main game.

Semoga dengan adanya acara serupa seperti ini, dapat meningkatkan perindustrian game yang ada di Indonesia. Walaupun sampai saat ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa game hanya mendatangkan hal yang negatif, namun dengan adanya jurusan di bidang game yang ada di Binus ini dapat melahirkan para developer atau publisher baru, sehingga Industri game di negara kita tidak dipandang sebelah mata dan memiliki tempat yang sejajar dengan industri-industri yang lainnya.


SHARE
Previous articleAturan Unik Masing-Masing Negara Selama Piala Dunia 2014, dari Game Sampai Jersey
Next articleNasi Tumpeng Presiden, Ketika Capres dan Cawapres Berebut Mendapatkan Nasi Tumpeng!
Dunia game adalah dunianya, terutama dengan game PC Action War merupakan favoritnya. Perangkat gadget, bermain mobile games adalah hobi sampingan, dia juga suka merakit computer biar bisa ngerasain performance yang maksimal waktu main game.